Rabu, 07 Oktober 2009

SOP

Pengalaman di Opname

Ternyata kalau kita masuk RS ada SOP yang harus dilalui :
1. Test darah (ini dia yang paling saya sebeeeel, gimana gak kulit saya yang sudah tua, lengket dan tipis diogrok-ogrok nyari jalan buat ngambil darah…. Pokoknya tindakan diambil darah itulah yang paling horror selama di rumah sakit. Dikemudian hari waktu saya kontrol sempat menolak tuk diambil darah, tapi ternyata dokternya gak mau meriksa kalau saya menolak diambil darahnya, akhirnya terpaksa saya menyerahkan tangan saya ke “drakula hitam”…. saat ketika saya nulis kisah ini bekasnya masih membiru lebam… katanya karena saya gak ikhlas hehe… soalnya pengalaman dey donor darah tak ada biru lebam berhari-hari)
2.Disuruh minum penurun panas (sumpah padahal waktu itu saya sudah gak panas)
3.Test rekam jantung (di atas usia 40 tahun secara gitu saya sudah >40 tahun)
4.Pasang infuse yang berisi cairan elektrolit (hal ini juga saya gak suka karena kulit saya kan tipis ketika dicari nadi untuk memasukan infuse wuiiih setengah mati tegang dan tentu saja sakit)
5.Test urine (katanya harus urine yang tengah-tengah…. ?? gimana coba masak urine bisa dipotong ?? saya yang salah dengar atau mbak suster yang salah perintah…. tapi saya laksanakan saja memotong urine…. Gimana coba VV )
6.Masuk kamar pake kursi roda (ini juga saya gak suka, orang saya masih bisa berjalan eh disuruh pake kusi roda ….hehe)

Keenam hal ini merupakan SOP yang harus dilewati apapun penyakitnya sedangkan tindakan lain disesuaikan dengan spesifikasi penyakit yang diderita… seperti kasus saya yang suspect Flu Buerat Banget harus ada tindakan inhalasi setiap 6 jam selama 15 menit (ini sih paling menyenangkan karena setelah diinhalasi napas jadi lega, ingus jadi encer dan mudah dikeluarkan, batuk juga ringan…).

Ada satu hal yang tak habis pikir (di benak saya yg sederhana) tentang prosedur pemberian obat, padahal simptomnya/gejalanya sudah gak ada seperti obat panas sejenis sanmol/ parasetamol tetep diberikan bersama dengan obat-obat lainnya seperti anti peradangan, obat bengek dan anti biotic….

Ada satu kejadian yang cukup menggelikan bagi saya, saat mengukur suhu tubuh dan hasilnya suhu tubuh saya sangat normal walau mbak suster mengogrok-ogrok ketek saya dengan thermometer berulang-ulang tetep 36˚C (hehehe lucu jadinyah), tapi tetep dikasih sanmol apa coba maksudnyah ??? ya sudah sanmolnya saya umpetin di bawah sprei setelah tak ada orang yang mengharuskan meminum obat, saya ambil sanmol dan melemparkannya ke dalam tas wuuus dan si dey menyaksikan dengan “takjub”….. (dey awaaassss kalo kamu bilang2 sama teteh yak ancam saya bhuehe… tapi ketika “ada yang datang” dey cerita tentang kasus sanmol itu… ya udah saya cengenges cengenges sambil berdesissss pliiis jangan bilang syapa-syapa lageh yah) … satu kata dengan nada tinggi keluar dari bibir sexeh dey “ dasar NGEYEL”…

Akhirnya terbukti walau tanpa sanmolpun suhu tubuh saya tetap normal dan saya bisa diijinkan pulang oleh dokter…. Waw ketika akan pulang ternyata ada SOP memulangkan pasen yang harus dilewati antara lain saya harus ditest darah lagih (ya tentu saja dengan full horror seperti disedot Dracula yang bukan oleh Adam Cullen…. Hiks….) .

Waaawaaawaaaaw……………………………

Alhamdulillah Allah SWT saja yang Maha Menyembuhkan ………..


Terima kasih untuk perhatian ibu/bapak/kakak/teteh/aa/abang….. jazakumullah khairan jasa

Kamis, 20 Agustus 2009

masalah bersama

Sampah Cikumpa 86


Cikumpa adalah sebuah nama tempat di depok, termasuk ke dalam wilayah kelurahan Sukmajaya. Terdapat beberapa komplek perumahan yang dikelola oleh KPR-Bank antara lain Perumahan Studio Alam Indah, Gema Pesona, Kemang Swatama, Perum. BULOG, dll… (yang lainnya saya tidak hapal)… namun sebagian besar merupakan perkampungan yang lintang pukang tak tertata secara baik dan disitulah terselip rumah kami di bawah bentangan saluran tegangan tinggi milik PLN…. (salah satu teman saya sangat alergi dengan SUTET, dan dengan sangat meyakinkan bahwa hidup di bawah SUTET sangat membahayakan bagi kesehatan…… kalau menurut keyakinan saya sih yeah wallahu’alam ajah dah … mungkin sama dengan hidup di tempat-tempat lainnya yang berbahaya….. tapi so what gitu loh …lah emang tidak ada pilihan lain).

Cikumpa sebetulnya banyak memiliki potensi yang apabila dikelola dengan baik, akan meningkatkan pendapatan warga Cikumpa, salah satu potensi tersebut yaitu Studio Alam TVRI yang merupakan hutan dan situ buatan seluas kurang lebih 10 ha. Studio Alam TVRI selain bisa jadi tempat rekreasi penduduk sekitar juga merupakan daerah resapan air untuk Cikumpa dan sekitarnya.

Hanya saja sangat disayangkan saat ini Studi Alam TVRI terbengkalai tidak terurus dan kondisi di dalamnya kacau balau sedangkan di lahan sekitarnya kotor menjadi tempat pembuangan sampah yang sangat jorok … Di sepanjang jalan antara komplek Perumahan Studi Alam Indah dan lokasi Studio Alam TVRI menjadi tempat pembuangan sampah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab…. sangat menyebal.

Kondisi Cikumpa dan sekitarnya seperti itu sampai saat ini tidak ada yang peduli… saya tahu itu adalah tanggung jawab bersama termasuk saya, hanya saja mulai darimana dan oleh siapa ???? . Untuk saya dan keluarga hanya bisa memulai dari diri sendiri sejak saya menjadi warga Cikumpa 4 tahun yang lalu. Bukti saya memulai dari diri sendiri selama 4 tahun di Cikumpa saya tidak pernah membuang sampah keluar dari rumah. Saya mengelola sendiri sampah rumah tangga saya dengan sangat ketat mengingat tidak ada yang mengkoordinasi masalah sampah di Cikumpa.

Bermula dari kesulitan membuang sampah sewaktu baru satu minggu tinggal di Cikumpa saya memikirkan bagaimana caranya agar tidak membuang sampah… saya jadi teringat tentang pertanian organic yang tekendala dengan pengadaan bahan pupuk organic dalam volume yang cukup besar… salah satu solusi yang mereka lakukan adalah mengumpulkan sampah dapur organic dari rumah ke rumah. Terinpirasi oleh pertanian organic tersebut, saya akhirnya mengelola sampah keluarga dengan cara memilah tiga jenis sampah yaitu :
1) sampah organic (sisa makanan, sayuran, dan sejenisnya) disimpan di karung-karung plastic dengan campuran kotoran kambing;
2) sampah yang bisa didaur ulang (botol minuman, kertas-kertas bekas corat-coret, kertas selebaran, plastic-plastik bekas minyak goreng, plastic warna putih bening, dll) di kasihkan kepada pemulung;
3) sampah berupa kertas bekas bungkus makanan, plastic-plastik berminyak, dan sejenisnya dibakar di tempat pembakaran khusus.

Jadi dengan pemilahan sampah seperti itu kami dan keluarga terbebas dari buang sampah yang menjadi masalah di Cikumpa (masalah sampah kan masalah kita semuaaaa).

Sampai saat ini kami masih bisa mengatasi masalah sampah dengan pengelolaan seperti tersebut, namun bukan tanpa kendala sama sekali. Ada beberapa kendala yang sering mengacaukan persampahan di rumah kami yaitu non keluarga inti di luar kami yang hanya 3 orang itu. Untuk asisten rumah tangga kami sudah diberi tahu dan dipasang plakat di beberapa tempat tentang “roll games” persampahan, namun masih tetap saja terjadi ketidak sinkronan pelaksanaan di lapangan misalnya sering pembantu kami (si mpok) membuang tali plastic, bungkus permen, dan plastic kecil2 lainnya ke tempat sampah organic dalam karung plastic….. Kalau sudah seperti itu saya akan langsung bertanduk waooowww...mengingatkan tentang kesalahan besar tersebut… dan si mpok akan terbirit-birit minta maaf.. ampun ma….. ampun ma……(begitu bunyinya).

Di Cikumpa 86 ada beberapa kesepakatan yang tidak boleh di langgar dan sangsinya sangat berat yaitu : 1) Membuang sampah tidak pada tempat yang tepat; 2) tidak kontribusi secara nyata dalam kebersihan rumah; 3) tidak mau membaca buku-buku yang ada…..Dan dari ketiga hal yang paling berat hukumannya adalah membuang sampah tidak pada tempatnya walau hanya selembar bungkus permen…. Langsung deh saya akan bertanduk … GgrrRhhHH…………………..Agrrrhhh………………………….

Rabu, 15 Juli 2009

Angkot Merah Jambu 09

Rumah kami terletak di antara dua wilayah Cilodong dan Sukmajaya jaraknyapun kalau diukur baik dari kelurahan Sukmajaya, maupun dari kelurahan Cilodong persis sama pegelnya (ukuran kami ketika naik ojeg dari dan ke rumah kami). Kendaraan umum satu-satunya adalah angkot 09 warna merah jambu (warna kesukaan kami bertiga), selain tentunya ojeg dan taxi hhe….

Kawasan tersebut tak ada di Google earth (setelah kami coba nyari-nyari… sampai berkeringatpun keukeuh tak ditemukan…. heuheu) dan hal ini menjadi bahan ledekan kawan-kawan dey dan Pin, bahwa Cikumpa itu daerah primitive di Depok…. (malah kawan-kawan dey di Smansa Depok mengira alat transportasi di Cikumpa itu masih naik kerbau bhuehehe)… yang jelas dan jujur saya buka rahasia ini, Cikumpa itu semrawut terutama pembuangan sampahnya kacau balau acak kadul … kami sendiri mengelola sampah dengan ketat memilah antara organic dan non organic selama 4 tahun tinggal di Cikumpa tak pernah buang sampah ke luar sekalipun… jadi …..ternyata kami bisa !!!

Bagi yang tidak punya kendaraan dan sedikit memiliki uang warga Cikumpa memilih transportasi Angkot 09 Merah Jambu yang untuk mendapatkannya diperlukan ketabahan untuk menunggu (kalau tidak sedang ber nasib baik) yang cukup luamaaa sampai bisa menghabiskan bolak-balik 3-7 kali baca buku lucu si Raditya Dika (kalau bilang baca almatsurat nanti dibilang GR sama tetangga sebelah)…… dan kaki pagel, pinggang panas, keringat menganak sungai membasahi sekujur baju seragam berbahan mengandung plastik model safari, tetep belum nongol juga si merah jambu 09……….

Kami bertiga termasuk warga Cikumpa yang sangat mengandalkan Angkot Merah Jambu 09 itu (haduh duh jadi buka rahasiah sosek kami), karena lebih murah 150 % dibanding naik ojeg. Si Merah jambu 09 selain jumlahnya sedikit dan jadwal yang tidak menentu juga dibatasi jam terbangnya. Kalau pagi bisa sepagi-paginya jam 04.00 pun kadang sudah ada, untuk sore sampai malam inilah yang bikin kantung kami berpenyakit Kanker, karena hanya dijadwal sampai jam 17.30 kalau lebih sedikit saja dari jam terbang yang sudah ditentukan langsung deh kaca si merah jambu 09nya ancur berantakan…. ?... ditimpuki oleh abang tukang ojeg…… haduh—duh…duh bagi-bagi rejeki yang cukup “membuat saya seperti kehilangan oksigen beberapa menit”.

Walau demikian adanya si Merah Jambu 09 menjadi tempat fave kami (me & dey) untuk bercengkrama pagi hari … setelah belum cukup puas dengan sisa pagi di rumah…. menunggu angkot jadi kegiatan kami yang menyenangkan… semua hal yang terlihat dikomentari, yang dirasakan di hati dikeluarkan dengan bebas pol-polan, tralala… trililili… cekikin berdua… kok berdua (?) tak bertiga (?) … ya suka-suka yang cerita lah … karena hanya si dey yang punya kegiatan dipagi hari sama seperti saya…. Cuma berbeda hasil dari kegiatan tersebut ….. kalau saya dapat uang…. kalau si dey menghabiskan uang yang saya dapat hhe…… piiiiiiisss dey.

Kalau dipikir-pikir dan dirasa-rasa .. sesungguhnya kebahagiaan itu tak jauh-jauh berada yah… ternyata kebahagiaan itu diciptakan … seperti kami menciptakan kebahagiaan bertiga di rumah, dan kamipun dapat menciptakan kepegelan berdiri menunggu si merah jambu menjadi kesenangan yang “bikin ketagihan”… ketawa ketiwi cekikikan di pingggir jalan yang berlanjut di dalam angkot sampai terminal depok memutuskan kesenangan…..


Note setelah sekian lama tak mosting akhirnya ....

Sabtu, 30 Mei 2009

Sekulah Gratis

Dam di ...dam di...dam….dam….......... Dam …di…dam di...dam….dam…… sekulah gratis dimana-mana... begitulah bu Mulimah yang cantik menyanyikan iklan sekulah gratis...

Gratis !!! betulkah sekolah gratis ??? akan mewujudkan......................................................
Bapaknya tukang koran.... anaknya jadi wartawan ... bapaknya sopir angkot.... anaknya jadi pilot ....

Namanya juga iklan ... syah saja membungkus sesuatu menjadi lebih menarik, soal kejujuran weeeek itu mah nomor kasabaraha.....hahaha..... (makanya jadi orang cerdas biar tak termakan iklan.....).

Apa yang terjadi sesungguhnya... mungkin benar ada sekolah gratis.... tetapi itu hanya sampai SMP saja (dengan beberapa variasi ”gratis” plus-plusnya)... tapi untuk SMA dan yang sederajat lainnya ...”gratis” ada juga (dengan sangat terbatas), tetapi dengan catatan (untuk menutupi dana operasional lain-lain dengan berlindung dibalik demi kualitas) terpaksa memakai jalur khusus melalui ”PENERIMAAN SISWA TIDAK DENGAN CARA BIASA’... gak percaya coba lihat di SMAN-SMAN berkualitas dan favorit di kota-kota besar saat ini ... tidak menerima lagi siswa dengan cara biasa ”reguler”–penerimaan standar melalui nilai UAN, UAS dan nilai raport—

Jalan lain yang ditempuh untuk mengongkosi kata ”gratis” akhirnya melalui penerimaan siswa kelas SBI ”Sekulah Bertaraf Internasional” tetap dengan saringan seperti UAN, UAS, raport dan test masuk, TETAPI plus uang masuk ”SUPER KHUSUS SBI”. Berapa coba uang masuk SMAN - SBI ???... 15.000.000,- ... iya lima belas juta rupiah.... konon SPP per bulannya Rp. 500.000,- .... (untuk sopir angkot ??? untuk tukang koran ??? kalau pemilik koran sih cingcailah)

Sesungguhnya banyak menyimpan persoalan dengan peng ”SBI”an sekolah-sekolah tersebut secara cepat, terutama masalah SDM yang tidak siap disamping masalah lainnya seperti sarana dan prasarana. Sekolah tersebut kaget dengan tuntutan tinggi para orang tua yang telah mengeluarkan uang segitu banyak.... (la iyalah mereka menuntut, mereka mengkalkulasi ... kalau di SBI harus begini... dan begitu....) Akhirnya ternyata dan ternyata uang yang berasal dari para siswa tersebut konon katanya untuk meningkatkan kemampuan guru-guru tersebut (alias untuk menyekulahkan guru-guru tersebut).... kasus duluan mana ayam dan telur terjadi.... nyata dam di dam di dam ”sekulah gratis” berdampak menggelontorkan kerumitan yang ruarrrr biasa di lapangan...

Tok...tok....bu Mus piyek nih ... anak sopir angkot.... agak sulit jadi pilot...anak tukang koran agak riweuh jadi wartawan, kalau sekulah gratis hanya sampai SMP... sedangkan meneruskan ke SMA dan perguruan tinggi ruaaarrrr biasa mahalnya.... konon katanya ada sih beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu, tetapi akses informasi hal ini seberapa jauh dapat sampai ke pelosok di seluruh Indonesia .... akses sepenting ini hanya bagi orang-orang kota dan itupun yang peduli informasi....

Tahun Ajaran Baru sudah ada di pintu rumah kita, orang tua yang akan menyekolahkan ke SMA dan Perguruan Tinggi sudah siap-siap menghitung-hitung tabungannya... bagi yang banyak uang tentu banyak pilihan SBI kah?.... PTN bisa mencoba melalui berbagai pintu... karena ada seribu pintu masuk PTN fave.... atau milih sekolah di luar negeri.

Tetapi bagi kami nih (golongan yang didendangkan bu Muslimah) yang terjadi adalah kebingungan.... iyalah bingung kayak di ”Lawang Sewu” Semarang... mau masuk manapun bingung karena tak terjangkau........................ berapa sih penghasilan sopir angkot ???? berapa sih penghasilan tungkang koran ????

Sekolah Gratis ???? ... kalau gak ada Lo Gak Rame............................................................

Pelajaran moral ke 10 keluaran SMP tidak bisa jadi PILOT..................... dan tak bisa jadi wartawan........................ gak percaya ???

Senin, 11 Mei 2009

perjalanan tergokil

Pengalaman naik Bus DEWI SRI


Akhir dari perjalanan tour de central java kami (bu Ros dan saya) adalah di Pemalang. Setelah muter-muter dari utara, ke tengah, lanjut ke selatan, kemudian ke utara lageh (Semarang – Temanggung – Purworejo – Karanganyar – Kebumen – Purwokerto – Pemalang) huaah perjalanan terseru bersama bu Ros… soalnya naik-turun bus umum ekonomi dari terminal ke terminal… Cieeeh seraya sedang jadi musafir yang mencari wangsit………..

Sebetulnya perjalanan kami bukan tanpa ada penawaran diantar dari BPTPH Provinsi Jawa Tengah untuk kami berdua, tetapi kami menolak dengan alasan klise “takut merepotkan” (karena yang terjadi selama ini orang “Jakarta” yang DL ke daerah “sok” dan merepotkan… hehe kami ingin merubah stigma itu… ternyata ada orang dari “Jakarta” yang tidak mau “merepotkan” seperti kami berdua ini….huaaahaa sok..)…

Kembali ke laptop… akhir perjalanan “tour de central java” kami adalah Pemalang dengan rencana nginap di Tegal dan pulang dengan moda KA Argo Muria atau KA Eksekutif lainnya biar nyaman getoh… saya sampaikan ke bu Ros dan dia diam saja… saya simpulkan diam adalah tanda setuju… (bahasa perempuan … begitu kan ???)….

Karena rencananya seperti itu jadi saya menggali berbagai informasi dan pemenuhan data yang kami perlukan di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LPHP) Pemalang dilakukan dengan santai… haha hihi dulu… ketika ditawari untuk diantar ke toko oleh-oleh khas Pantura juga saya menolak karena biar nanti saja di Tegal toh masih ada waktu… Kami pamit kepada Pa Sapto sekitar jam 17.00 WIB sore menuju Tegal naik dari depan kantor langsung… yuhuuu… dengan bus ekonomi yang full press body seperti KA Jabodetabek jam kerja… “tidak apa toh mau nyari Hotel yang bagus tuk nanti beristirahat” pikir saya… lah kan memang uang hotelnya harus dihabiskan kalau tidak habis ya harus dikembalikanlah…

Akhirnya jam 18.00 WIB sampe terminal Tegal… saya ngomong sama bu Ros “Bu kita cari hotel yuk, saya pengen berandam di air hangat” … coba apa jawaban bu Ros “kita pulang ajah bu… saya mau pulang saja”… wakwaaaw… gak nyangka ternyata diamnya bu Ros itu artinya TIDAK SETUJU… haduuh..duh..duh… piye iki… kalau membiarkan bu ros pulang sendirian naik bus berarti saya telah mendzalimi teman satu tim.. secara gitu loh bu Ros itu orang Makassar yang belum pernah naik bus umum ekonomi, tengah malam sendirian pula… haduuuh duh duh bu Ros… bu Ros… keluar deh Makassarnya tak mau dibujuk-bujuk tuk nginap di Hotel ….keukeuh… MAU PULANG SAJA SEKARANG JUGA….

Akhirnya dengan badan remuk redam, puanas, badan gatal gak karuan, saya ngalah mencari bus seadanya yang langsung ke Depok. Dengan muka ditekuk plus diwiron, saya nanya ke loket karcis untuk dapat bus yang AC yang secepatnya berangkat sekarang juga, ternyata TIDAK ADA yang langsung ke Depok… adanya bus ekonomi tanpa AC … daripada nunggu di terminal yang menyeramkan akhirnya diputuskan untuk naik bus DEWI SRI ekonomi tanpa AC… wakwaaaw… dengan bismillah akhirnya saya dan bu Ros naik bus seadanya itu… pastinya (saya) dengan rasa marah… dan diammm saja tidak mau ngomong sama bu Ros yang memenangkan pertarungan dengan saya….. hihihi..

DEWI SRI itulah nama bus yang saya dan bu Ros titipkan segala harapan… terutama harapan cepat sampai dengan selamat….

Tetapi apa yang terjadi… ternyata bus DEWI SRI itu tanpa rem… ya betul tanpa rem… sejak “ngageboy” dari terminal Tegal… langsung digeber… tanpa pake rem… alias kecepatan tinggi….terus…. terus… begitu sampai ke Jakarta….

Bisa dibayangkan saya dan bu Ros sepanjang jalan boro-boro bisa tidur, untuk menghela nafas sejenak pun tidak bisa karena sepanjang jalan kita berdua berdebar-debar ngeri sambil komat-kamit,…..maksudnya sih dzikirllah… tapi entahlah yang keluar apa… yang jelas bu Ros sepanjang jalan terus menerus menggerung-gerung ngeri…. Di sela-sela kengerian saya sempat menyalahkan bu Ros… “Nah bu Ros makanya serahkan pada ahlinya untuk memilih moda di P. Jawa ini”… bu ros sepertinya tidak mendengar apa yang saya katakan karena terus menerus bergumam dan menggerung…ngeri dengan gaya sopir bus DEWI SRI yang benar-benar membuang remnya … dan berjalan tanpa kendali….

Bayangkan kami berdua berposisi seperti itu selama perjalanan 8 jam Tegal – Jakarta (dari jam 20.00 malam sampai jam 04.00 pagi).. menggumam, menggerung, berteriak tertahan sambil komat-kamit… perjalanan yang menyeramkan… rasanya nyawa sedang dipermainkan…. Ya ampunn…. Satu kata untuk bus DEWI SRI … hiiiiiii ngeriiiiiiiiiiii…

Akhirnya alhmadulillah sampai Depok bil khusus Cikumpa pas adzan subuh… saya langsung mandi shalat subuh dan tidur… tapi ternyata tidak bisa tidur … ketegangan masih terasa.. yang mengakibatkan sakit kepala menderu-deru…. Rasanya seperti bawa tank di atas kepala…………….

perjalanan moral : ngikutin Bu Rosdiana Bustam yang “impulsive histeris” berdampak sakit kepala, seperti dinaiki tank …… huaahhaaaaa piiiis bu ros…………

Kamis, 07 Mei 2009

10 Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak!

Admin pada tanggal 2/05/08 | Kesehatan, INSPIRASIONAL

Sayangi otak Anda, dan ada baiknya kalau Anda kembali menelaah kebiasaan-kebiasaan kecil yang Anda anggap remeh namun berdampak negatif pada otak Anda.

1. Tidak Mau Sarapan
Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

2. Terlalu banyak makan.
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.

3. Merokok
Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula
Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.

5. Polusi Udara
Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

6. Kurang Tidur
Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur
Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit
Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.

10. Jarang Bicara
Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.

Note : for myDey: ahaayy... ngobrol itu BERMANFAAT dey... "bukan nyampah"

dari email
untuk penulis asli … insya Allah ini MLM kebaikan