Return to ......
Pada tulisan yang lalu saya pernah menulis tentang dua ponakan saya dengan judul cover boy..... tulisan tahun 2005 ketika mereka ikut bimbel Nurul Fikri Maju Bersama Allah. Persis satu periode Nur Mahmudi Ismail menjadi Walkot Depok. Pada waktu itu saya dan keluarga pas lagi hangat-hangatnya kampanye No.5 dan saat inipun kami sedang hangat-hangatnya mengusung No. 3 dan dia datang kembali ke Cikumpa.....
Widy Krisna Yusditia namanya yang pada tahun 2005 lebih memilih taqdirnya di STTelkom Bandung, dan pada tahun 2010 taqdir melemparkan Widy kembali ke Depok untuk bekerja sambil kuliah di UGM (Universitas Gunadharma Margonda).
Anak adikku ini mengaku karakternya datar-datar saja, ketika sessi omong-omong santai denganku dia mengaku begitu.... sekilas memang demikian, namun dibalik wajahnya yang manis-manis bongsor ternyata menyimpan banyak rencana dalam hidupnya.
Salah satu rencana yang membuatku senang adalah pingin bikin ”Cimuncang coporate” begitu dia nulis di blognya... entah apa maksudnya tapi keinginannya untuk memajukan desanya membuatku... suprise... woooo Widy ternyata tidak datar-datar saja seperti pengakuannya....
Dan salah satu bukti bahwa Widy tidak datar-datar saja adalah dengan memulainya menulis di blognya dan mengeluarkan yang tersembunyi di dadanya eh pikirannya ......yang baru dibuatnya tak lama ini. Dan di situ tercantum data pengunjung blognya.... hehe baru 7 orang pasti yang duanya adalah dey dan aku.... semangat Wid... pengunjung banyak kan bukan tujuan kita bikin blog kan ??? pasti ada tujuan yang lebih dari itu... walau satu dua pengunjung tapi bisa memberikan inspirasi pada pengunjungnya berarti kita berhasil... berhasil...berhasil.... (dengan gaya Dora membuka peta hehe) dan kamu sudah memberikan inspirasi padaku uwamu untuk nulis kembali dan jadi semangat ingin nulis kembali..... hehe...
Dengan nulisnya Widy dan memiliki blog berarti termasuk dalam deretan cowoq seksi versiku mau tahu seksi menurutku ... nih kukasih bocoran sedikit antara lain :
- suka bawa-bawa al Qur’an kecil dan terselip di ranselnya/backpakernya... (pokoknya bagiku lihat anak cowoq bawa ransel dan terselip Al Qur’an di ranselnya wuuuuah seksi bgd dah... terserahlah mau dibaca atau entahlah v_v)
- suka nulis di media apa saja tentang apa saja pokoknya nulis... asal jangan nulis di tembok oranglah ya
- suka shalat di masjid
- suka baca apa saja ... seorang yang mencintai buku dan membacanya tentu...
- tidak sinis dengan sesuatu atau pendapat orang lain
masih ada sih tapi segitu saja dulu.
Dengan return to Cikumpanya Widy banyak memberikan kebahgaian pada kami di Cikumpa terutama sih jadi punya tukang ojeg pribadi dan tukang ngegembok pintu ..... hehe piiiiis wid......
Rabu, 20 Oktober 2010
Senin, 06 September 2010
Belajar dari Iklan
Saya pernah mengikuti sebuah acara yang diadakan Trustco… saat itu salah satu “dinamika kelompok”nya tentang pilihan binatang yang sudah ditentukan yaitu bunglon, singa/lion, kancil, dan kuda kalau gak salah (khususnya yang saya sebut terakhir).
Ketika itu saya langsung pilih Lion si raja rimba gagah perkasah, sekali aummm seluruh jagat raya hutan bergetar takut… dan saya heran dan agak “ngece” banget kepada pemilih bunglon. Menurut pemikiran saya pada waktu itu, iih bunglon kan binatang “oportunis sejati” plin-plan, gak punya pendirian dan banjir “ngece” lainnya saya tumpahkan kepada bunglon….
Pangkal masalahnya adalah “sudut pandang” ….ternyata dari beberapa kawan saya ada yang milih bunglon…. Haah… dengan nada heran dan ngece kok ada ya yang milih si oportunis .... sebetulnya kalau sudah keluar “ngece mengece” itu membuktikan kedangkalan ilmu dari yang “ngece”... yah begitulah saya ....
Begitu itu kalau kecamata kuda yang dipake, merasa diri paling benar, merasa pilihan yang paling power full dan luve full, dengan tuding sanah tuding sinih menyalahkan pilihan orang lain secara serampangan dan membabi buta… tak ditabayun alias cek and recek.
Jadi pesan moralnya adalah tidak ada yang salah mau milih apapun tentu dengan argumentasi masing-masing …. Ilmiah…. Alamiah…. Ilmiah…. Alamiah… begitu kan di iklan “pepsoden herbal” dua anak keren itu berdebat yang diakhiri saling ketemu dengan damai…. dan harusnya ada tambahan pesan iklan tersebut yaitu...............ilahiyah (halalan thoyiban)...
Namun demikian untuk setiap pilihan apapun pasti berserta faktor risikonya .... bukankah begitu setiap langkah ada takdirnya masing-masing.... yap risiko menjadi harus bersabar atau bersyukur............ kan begitu ???
Menurut saya pilih apapun harus tidak bertabrakan dengan hal di bawah ini (dengan urutan bebas bertanggung jawab):
pastinya yang ilmiah /logis
pastinya yang alamiah/ sunnatullah
pastinya yang ilahiyah/ rabbaniyah/ syar’iyah
Iklan pepsoden herbal itu lumayan lah cukup edukatif.................. terutama mengajarkan untuk menghargai pilihan seseorang....................... dengan 3 pilar tersebut, karena kalau menabrak ke tiga pilar tersebut yang terjadi adalah kehancuran, kehinaan, dan keterpurukan.................... Wallahu’alam bishowab.....
Ditulis, 17 Maret 2009
Taqobalallah minna waminkum... Selamat Idul Fitri
Semoga Hari-hari Ramadhan yang kondusif kebaikan dapat menjiwai kita semua selama 11 bulan ke depan sampai bertemu kembali dengan Ramdahan 1432 H. Aamiin
Saya pernah mengikuti sebuah acara yang diadakan Trustco… saat itu salah satu “dinamika kelompok”nya tentang pilihan binatang yang sudah ditentukan yaitu bunglon, singa/lion, kancil, dan kuda kalau gak salah (khususnya yang saya sebut terakhir).
Ketika itu saya langsung pilih Lion si raja rimba gagah perkasah, sekali aummm seluruh jagat raya hutan bergetar takut… dan saya heran dan agak “ngece” banget kepada pemilih bunglon. Menurut pemikiran saya pada waktu itu, iih bunglon kan binatang “oportunis sejati” plin-plan, gak punya pendirian dan banjir “ngece” lainnya saya tumpahkan kepada bunglon….
Pangkal masalahnya adalah “sudut pandang” ….ternyata dari beberapa kawan saya ada yang milih bunglon…. Haah… dengan nada heran dan ngece kok ada ya yang milih si oportunis .... sebetulnya kalau sudah keluar “ngece mengece” itu membuktikan kedangkalan ilmu dari yang “ngece”... yah begitulah saya ....
Begitu itu kalau kecamata kuda yang dipake, merasa diri paling benar, merasa pilihan yang paling power full dan luve full, dengan tuding sanah tuding sinih menyalahkan pilihan orang lain secara serampangan dan membabi buta… tak ditabayun alias cek and recek.
Jadi pesan moralnya adalah tidak ada yang salah mau milih apapun tentu dengan argumentasi masing-masing …. Ilmiah…. Alamiah…. Ilmiah…. Alamiah… begitu kan di iklan “pepsoden herbal” dua anak keren itu berdebat yang diakhiri saling ketemu dengan damai…. dan harusnya ada tambahan pesan iklan tersebut yaitu...............ilahiyah (halalan thoyiban)...
Namun demikian untuk setiap pilihan apapun pasti berserta faktor risikonya .... bukankah begitu setiap langkah ada takdirnya masing-masing.... yap risiko menjadi harus bersabar atau bersyukur............ kan begitu ???
Menurut saya pilih apapun harus tidak bertabrakan dengan hal di bawah ini (dengan urutan bebas bertanggung jawab):
pastinya yang ilmiah /logis
pastinya yang alamiah/ sunnatullah
pastinya yang ilahiyah/ rabbaniyah/ syar’iyah
Iklan pepsoden herbal itu lumayan lah cukup edukatif.................. terutama mengajarkan untuk menghargai pilihan seseorang....................... dengan 3 pilar tersebut, karena kalau menabrak ke tiga pilar tersebut yang terjadi adalah kehancuran, kehinaan, dan keterpurukan.................... Wallahu’alam bishowab.....
Ditulis, 17 Maret 2009
Taqobalallah minna waminkum... Selamat Idul Fitri
Semoga Hari-hari Ramadhan yang kondusif kebaikan dapat menjiwai kita semua selama 11 bulan ke depan sampai bertemu kembali dengan Ramdahan 1432 H. Aamiin
Rabu, 09 Juni 2010
mummy gorengan
HATI HATI DENGAN GORENGAN
Cemilan “gorengan” yang berbahan utama terigu yang dicampur dengan berbagai komoditas seperti tempe, tahu, sayuran, oncom, dll kemudian diaduk-aduk dan sreeeeeeeng digoreng, merupakan camilan populer dan sangat mudah ditemukan.
Pengalaman ponakan saya Widy Krisna Yusditia di daerah Menteng Jakarta Pusat. Si Widy itu kan anak kos yang makannya selalu ke warteg. Sepulang dari kerja dia mampir ke warteg beli makan dan beberapa buah gorengan untuk dimakan di kosan.... setelah tandas nasinya dia lupa makan gorengannya..... sampai seminggu kemudian gorengan masih teronggok di plastik.... dan ketika dilihat, gorengan yang seharusnya sudah berjamur dan busuk ternyata masih tetap seperti semula ketika gorengan tersebut dibeli tidak busuk maupun berjamur masih seger buger-ger... coba bayangkan apa yang dicampurkan di gorengan tersebut... sebetulnya widy berjanji mau memphoto gorengan tersebut tapi gak sempat ngirim ke saya.... Terus saya membahas kemungkinan bahan yang dicampurkan pada gorengan tersebut ... dan hasil pembicaraan tersebut kami simpulkan bahwa gorengan tersebut kemungkingan dicampur dengan boraks atau formalin bahan pengawet mayat..... hiiiiiiiiyyy.
Ini nih pengalaman seorang bloger hasil googling :
Ada baiknya kita lebih awas, bukan tidak mungkin semakin sulitnya hidup membuat orang semakin kreatif.
salah satunya informasi yang saya anggap sangat berguna adalah dari email japri : Fauzi Affan [mailto:fauffan@yahoo.co.uk] ke teman saya M ichsan ini........
Temenku punya pengalaman juga, waktu beli pecel lele di daerah Jakarta selatan, ternyata abangnya tidak menuangkan minyak goreng yang masih diplastik kepenggorengan. Tapi malah meletakkan minyak goreng yang masih dalam plastik ke dalam penggorengan panas. Sehingga plastiknya meleleh larut dalam minyak panas, baru pecel lelenya digoreng dan hasilnya pecel lelenya crispy! (crispy=renyah) serem yaaaaaaaaaa ( Untuk masalah ini sebaiknya kita juga turut mengawasi bila mampir ke warung mereka, kalo ngga ditemuin plastik bekas minyak goreng ada baiknya kita pikir kembali maksud membeli..)
Kepada semua Tolong baca ini.
Ini adalah kisah nyata, dan seseorang juga menceritakan hal itu kepada saya,
yang terjadi padanya di Kedah Tunjang. Saya kira hal ini bisa juga terjadi pada kita juga.
Ngga bermaksud membuat sensasi, tapi lebih berhati hati ngga ada salahnya karena tetangga rumah seorang koki disalah satu hotel dijakarta memiliki kegiatan mengumpulkan bekas minyak goreng lalu dijual ke pedagang pedagang gorengan, tapi terus terang berita yang saya terima dari teman saya M Ichsan ini jauh lebih ngagetin............. sumpee
DAN ANE MUAT DISINI CUMAN UNTUK NAMBAH WAWASAN KITA ... LAEN KAGA !!!
Di PERLIS (area pasar malam, dimana mereka selalu menjual PISANG GORENG pada sore hari). Pamanku melihat mereka menggoreng PISANG GORENG, mereka menambahkan sedotan plastik ke dalam minyak goreng panas (sedotan=yang biasanya kita gunakan untuk minum), sedotan dilelehkan/dicairka n (melted) ke dalam minyak goreng panas sebelum menggoreng, itulah sebabnya PISANG GORENG, UBI GORENG, dll selalu tetap crispy=renyah selama beberapa jam. Pamanku tidakdapat
menjelaskan kenapa.
Kemudian dia bertanya kepada mereka, namun mereka tetap diam, kemudian pamanku mengatakannya pada ibuku, kemudian kami mempraktekkannya dan cara inilah yang membuat makanan tetap renyah. Kemudian ibuku berkata, hati-hati pada makanan Thailand juga, seperti ikan
bilis, bawang goreng, meskipun kita meletakkan nya pada udara terbuka selama
beberapa jam, makanan tetap renyah (tidak melempem).
Seperti di CANADA, hanya di tempat kami hujan turun selama 5 kali atau kurang dalam setahun, jadi bila kita meletakkan roti di udara terbuka selama
semalam,keesokan harinya rati itu menjadi sangat renyah atau kering karena lingkungan disini sangat kering, tetapi di Malaysia, hal itu tidak akan terjadi karena disana kelembaban terlalu tinggi.
Saya pernah ke dataran tinggi Kamerun dengan keluarga saya, sekitar pukul 3
sore kami berjalan-jalan disekitar pasar, kami melihat banyak penjaja kios
melakukan usaha mereka, tiba-tiba sesuatu menarik perhartian saya. di salah satu kios, ada sebuah wajan besar minyak goreng yang didalam nya ada botol plastik kosong (ukuran 5 1/2 liter), botol itu pelan-pelan mencair di minyak goreng yang panas dan saya terkejut.
Saya kira itu suatu kesalahan yang dilakukan oleh anak kecil, tetapi ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat ada beberapa sedotan plastik (chopstick)
didalam botol plastik tersebut, segera meminta keluarga saya untuk datang dan memeriksanya, pada saat itu orang tua anak kecil tadi datang, mereka memandang kami dengan garang, mereka menggunakan cairan plastik untuk menggoreng makanan, alasannya agar makanan yang digoreng tidak melempem.
Kami mempraktek kannya seperti ini, Minyak goreng tanpa plastik, makanan agak melempem setelah beberapa lama.
Kemudian ditambahkan plastik, kemudian menggoreng lagi . makanan menjadi
renyah, lebih renyah dari KFC.
untuk membuktikan ngga ada salahnya kita coba....... tapi jangan dimakan...... kalo dimakan sama juga bohong kalu gitu mah.
Gorengan Enak… Tapi Mematikan
Ditulis pada Mei 25, 2007 oleh Rizqi Malahadi.
Jadi ingat ya jangan beli gorengan sembarangan atau kurangi makanan gorengan atau STOP beli gorengan di sembarang tempat........ ingat beberapa kasus gorengan, selain memakai minyak berulang dan pakai plastik .............................pakai boraks dan formalin pula..... hiiiiiiiiiiiy
Cemilan “gorengan” yang berbahan utama terigu yang dicampur dengan berbagai komoditas seperti tempe, tahu, sayuran, oncom, dll kemudian diaduk-aduk dan sreeeeeeeng digoreng, merupakan camilan populer dan sangat mudah ditemukan.
Pengalaman ponakan saya Widy Krisna Yusditia di daerah Menteng Jakarta Pusat. Si Widy itu kan anak kos yang makannya selalu ke warteg. Sepulang dari kerja dia mampir ke warteg beli makan dan beberapa buah gorengan untuk dimakan di kosan.... setelah tandas nasinya dia lupa makan gorengannya..... sampai seminggu kemudian gorengan masih teronggok di plastik.... dan ketika dilihat, gorengan yang seharusnya sudah berjamur dan busuk ternyata masih tetap seperti semula ketika gorengan tersebut dibeli tidak busuk maupun berjamur masih seger buger-ger... coba bayangkan apa yang dicampurkan di gorengan tersebut... sebetulnya widy berjanji mau memphoto gorengan tersebut tapi gak sempat ngirim ke saya.... Terus saya membahas kemungkinan bahan yang dicampurkan pada gorengan tersebut ... dan hasil pembicaraan tersebut kami simpulkan bahwa gorengan tersebut kemungkingan dicampur dengan boraks atau formalin bahan pengawet mayat..... hiiiiiiiiyyy.
Ini nih pengalaman seorang bloger hasil googling :
Ada baiknya kita lebih awas, bukan tidak mungkin semakin sulitnya hidup membuat orang semakin kreatif.
salah satunya informasi yang saya anggap sangat berguna adalah dari email japri : Fauzi Affan [mailto:fauffan@yahoo.co.uk] ke teman saya M ichsan ini........
Temenku punya pengalaman juga, waktu beli pecel lele di daerah Jakarta selatan, ternyata abangnya tidak menuangkan minyak goreng yang masih diplastik kepenggorengan. Tapi malah meletakkan minyak goreng yang masih dalam plastik ke dalam penggorengan panas. Sehingga plastiknya meleleh larut dalam minyak panas, baru pecel lelenya digoreng dan hasilnya pecel lelenya crispy! (crispy=renyah) serem yaaaaaaaaaa ( Untuk masalah ini sebaiknya kita juga turut mengawasi bila mampir ke warung mereka, kalo ngga ditemuin plastik bekas minyak goreng ada baiknya kita pikir kembali maksud membeli..)
Kepada semua Tolong baca ini.
Ini adalah kisah nyata, dan seseorang juga menceritakan hal itu kepada saya,
yang terjadi padanya di Kedah Tunjang. Saya kira hal ini bisa juga terjadi pada kita juga.
Ngga bermaksud membuat sensasi, tapi lebih berhati hati ngga ada salahnya karena tetangga rumah seorang koki disalah satu hotel dijakarta memiliki kegiatan mengumpulkan bekas minyak goreng lalu dijual ke pedagang pedagang gorengan, tapi terus terang berita yang saya terima dari teman saya M Ichsan ini jauh lebih ngagetin............. sumpee
DAN ANE MUAT DISINI CUMAN UNTUK NAMBAH WAWASAN KITA ... LAEN KAGA !!!
Di PERLIS (area pasar malam, dimana mereka selalu menjual PISANG GORENG pada sore hari). Pamanku melihat mereka menggoreng PISANG GORENG, mereka menambahkan sedotan plastik ke dalam minyak goreng panas (sedotan=yang biasanya kita gunakan untuk minum), sedotan dilelehkan/dicairka n (melted) ke dalam minyak goreng panas sebelum menggoreng, itulah sebabnya PISANG GORENG, UBI GORENG, dll selalu tetap crispy=renyah selama beberapa jam. Pamanku tidakdapat
menjelaskan kenapa.
Kemudian dia bertanya kepada mereka, namun mereka tetap diam, kemudian pamanku mengatakannya pada ibuku, kemudian kami mempraktekkannya dan cara inilah yang membuat makanan tetap renyah. Kemudian ibuku berkata, hati-hati pada makanan Thailand juga, seperti ikan
bilis, bawang goreng, meskipun kita meletakkan nya pada udara terbuka selama
beberapa jam, makanan tetap renyah (tidak melempem).
Seperti di CANADA, hanya di tempat kami hujan turun selama 5 kali atau kurang dalam setahun, jadi bila kita meletakkan roti di udara terbuka selama
semalam,keesokan harinya rati itu menjadi sangat renyah atau kering karena lingkungan disini sangat kering, tetapi di Malaysia, hal itu tidak akan terjadi karena disana kelembaban terlalu tinggi.
Saya pernah ke dataran tinggi Kamerun dengan keluarga saya, sekitar pukul 3
sore kami berjalan-jalan disekitar pasar, kami melihat banyak penjaja kios
melakukan usaha mereka, tiba-tiba sesuatu menarik perhartian saya. di salah satu kios, ada sebuah wajan besar minyak goreng yang didalam nya ada botol plastik kosong (ukuran 5 1/2 liter), botol itu pelan-pelan mencair di minyak goreng yang panas dan saya terkejut.
Saya kira itu suatu kesalahan yang dilakukan oleh anak kecil, tetapi ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat ada beberapa sedotan plastik (chopstick)
didalam botol plastik tersebut, segera meminta keluarga saya untuk datang dan memeriksanya, pada saat itu orang tua anak kecil tadi datang, mereka memandang kami dengan garang, mereka menggunakan cairan plastik untuk menggoreng makanan, alasannya agar makanan yang digoreng tidak melempem.
Kami mempraktek kannya seperti ini, Minyak goreng tanpa plastik, makanan agak melempem setelah beberapa lama.
Kemudian ditambahkan plastik, kemudian menggoreng lagi . makanan menjadi
renyah, lebih renyah dari KFC.
untuk membuktikan ngga ada salahnya kita coba....... tapi jangan dimakan...... kalo dimakan sama juga bohong kalu gitu mah.
Gorengan Enak… Tapi Mematikan
Ditulis pada Mei 25, 2007 oleh Rizqi Malahadi.
Jadi ingat ya jangan beli gorengan sembarangan atau kurangi makanan gorengan atau STOP beli gorengan di sembarang tempat........ ingat beberapa kasus gorengan, selain memakai minyak berulang dan pakai plastik .............................pakai boraks dan formalin pula..... hiiiiiiiiiiiy
Jumat, 23 April 2010
Kisah sebutir Nasi
KRISIS PANGAN KERAP MELANDA BERBAGAI NEGARA DIBELAHAN DUNIA.
Mari coba kita hitung berapa banyak nasi yang terbuang dalam satu hari :
Jumlah penduduk Indonesia +/- 250.000.000 orang.
Kalau satu hari 3 X makan dan sekali makan setiap orang membuang 1 butir nasi saja, maka setiap hari ada 3 butir nasi yang dibuang setiap orang.
Maka 3 butir X 250.000.000 = 750.000.000 butir nasi terbuang
setiap hari..... (Benarkah kita hanya membuang 1 butir nasi saja setiap kali makan?)
Ternyata setelah dihitung, dalam 1 kg beras terdapat +/- 50.000 butir. ...... Maka : 750.000 : 50.000 = 15.000 kg atau sama dengan 15 ton beras dibuang setiap hari.
Kalau 1 kg beras cukup untuk 10 orang makan, maka 15.000 X 10 orang = cukup untuk 150.000 orang makan.
Artinya beras yang terbuang setiap hari di Indonesia sebenarnya bisa untuk memberi makan 150.000 orang.
Kalau seluruh penduduk dunia yang berjumlah 6,5 miliar, dengan setiap orang membuang 3 butir nasi saja per hari, maka 1 hari nasi yang terbuang adalah 390.000 kg (390 ton) atau cukup untuk memberi makan 3.900.000 orang.
FANTASTIK bukan??!!
Ironisnya menurut data FAO PBB, setiap hari ada 40.000 orang mati kelaparan di dunia ini.
Oleh karena itu, ingatlah!!!
Sebutir nasi tidak mudah dihasilkan.. .
Sebutir nasi sejuta keringat.... !!!
Tolong jangan sia-siakan sebutir nasi!
Mari sama sama kita selamatkan sumber daya alam kita!!!
Dengan menyayangi sumber daya alam. kita baru bisa mencegah dan mengurangi krisis pangan bahkan bencana yang sedang melanda dunia ini. Niscaya hidup kita akan dipenuhi berkah dan rejeki......
tulisan ini kiriman dari Kasubdit saya Bapak Ir. Sarsito Wahono Gaib Subroto
Terima kasih.....
Mari coba kita hitung berapa banyak nasi yang terbuang dalam satu hari :
Jumlah penduduk Indonesia +/- 250.000.000 orang.
Kalau satu hari 3 X makan dan sekali makan setiap orang membuang 1 butir nasi saja, maka setiap hari ada 3 butir nasi yang dibuang setiap orang.
Maka 3 butir X 250.000.000 = 750.000.000 butir nasi terbuang
setiap hari..... (Benarkah kita hanya membuang 1 butir nasi saja setiap kali makan?)
Ternyata setelah dihitung, dalam 1 kg beras terdapat +/- 50.000 butir. ...... Maka : 750.000 : 50.000 = 15.000 kg atau sama dengan 15 ton beras dibuang setiap hari.
Kalau 1 kg beras cukup untuk 10 orang makan, maka 15.000 X 10 orang = cukup untuk 150.000 orang makan.
Artinya beras yang terbuang setiap hari di Indonesia sebenarnya bisa untuk memberi makan 150.000 orang.
Kalau seluruh penduduk dunia yang berjumlah 6,5 miliar, dengan setiap orang membuang 3 butir nasi saja per hari, maka 1 hari nasi yang terbuang adalah 390.000 kg (390 ton) atau cukup untuk memberi makan 3.900.000 orang.
FANTASTIK bukan??!!
Ironisnya menurut data FAO PBB, setiap hari ada 40.000 orang mati kelaparan di dunia ini.
Oleh karena itu, ingatlah!!!
Sebutir nasi tidak mudah dihasilkan.. .
Sebutir nasi sejuta keringat.... !!!
Tolong jangan sia-siakan sebutir nasi!
Mari sama sama kita selamatkan sumber daya alam kita!!!
Dengan menyayangi sumber daya alam. kita baru bisa mencegah dan mengurangi krisis pangan bahkan bencana yang sedang melanda dunia ini. Niscaya hidup kita akan dipenuhi berkah dan rejeki......
tulisan ini kiriman dari Kasubdit saya Bapak Ir. Sarsito Wahono Gaib Subroto
Terima kasih.....
Selasa, 20 April 2010
YANG TERCECER DARI SYUKURAN 50 TAHUN PERNIKAHAN EMAK DAN ABAH DI CIMARA
Seumur-umur saya hidup jadi anaknya emak dan abah baru kali ini ada yang namanya Ultah pernikahan. Ide ini murni muncul dari mereka berdua entah terinpirasi oleh sapah dan dari manah saya merasa ”agak heran’ awalnya.
Di suatu pagi adik saya yang dari Tasikmalaya telepon mengabarkan bahwa Abah & emak mau syukuran ”Kawin Emas” dan menghimbau anak-cucu bisa pulang karena bertepatan dengan ”libur 3 hari” berturutan alias long weekend. Saya sebagai anak tertua tentu menjadi sangat bertanggung jawab untuk mensukseskan ”sykuran Abah & Emak” itu.
Abah emak memiliki 4 anak yang kesemuanya perempuan.dan saya selalu mgnhiburnya dengan hadist Nabi ”Siapa yang mempunyai tiga anak perempuan dan dia sabar terhadap mereka serta memberi mereka pakaian dari hartanya, niscaya Allah akan memberikan pelindung baginya dari api-neraka” [Ibnu Majah: 33-Kitab Al Adab, 3-Bab Birul Walid wal Ihsan Lilbanaat] biar tidak sedih karena tak memiliki anak laki-laki. Ketiga anaknya berada di luar kota saya dan adik bungsu saya di Depok dan adik saya yang kedua tinggal di Tasikmalaya mengikuti cintanya....
Setelah ada informasi akan ada syukuran Kawin Emas Emak & Abah saya langsung menghubungi adik-adik saya bahwa WAJIB hukumnya pulang dalam rangka ”Birrul Walidain”. Kalau adik saya yang di Tasikmalaya langsung menyambut dengan mengatakan... apapun kondisinya insya Allah akan pulang dengan ”full team” sesuai keinginan Abah & emak, tapi adik saya yang di Permata banyak alasan untuk tidak pulang secara full tim alasan utamanya dananya sedang dikonsentrasikan untuk sekolah anak pertamanya masuk SMPIT yah kecewa deh..
Akhirnya kami pulang naik KA bisnis Cirex.. Argojati mah mahal... keluarga saya plus besan, tapi sayang adik saya gak bisa pulang full tim karena berbagai hal jadi hanya perwakilan saja oleh si Malihanadakamila (3tahun) dan umminya awalnya si Taqi yang usianya 4 tahun mau di bawa tapi waktu pas keberangkatan si Taqi demam dengan suhu tubuh yang tinggi disertai batuk pilek (ternyata ada penyebabnya, malamnya habis makan taro berkarung-karung kiriman teman umminya) hee...
Singkat cerita kita nyampai di Cimara jam 17.00 WIB acara ”ngariung” tetangganya sudah selesai... Soranya setelah shalat maghrib kami bikin acara sangat-sangat sederhana yang sudah dirancang di Cikumpa... yaitu kuis tentang Abah dan Emak Cimara ada hadiahnya dan pesan cinta anak dan cucunya beliau.... semua wajib ngomong menyampaikan kata cinta dan sayang buat Emak dan Abah. ... Wah ternyata ada suprise dari kel. Tasik semuanya sudah menyiapkan puisi Tsuraya 4,5 tahun, Mutiaraha 8,5 tahun, Mufatissy 12,5 tahun termasuk mamahnya alis bi Iin and Oom Uken sudah siap akan membacakan puisi.... kereeeen, ternyata kel. Puitis...
Oya pada acara ”pesan cinta untuk Abah dan emak” pembawa acaranya si Lebay dari Cikumpa.. ketika membawa acarapun pasti dengan gaya lebay.... pas kel. Tasik mau membawakan puisi-puisinya diawali oleh Tsuraya si lucu menggemaskan diikuti oleh Muriarahadtul Aissy si Peukeus deuleungdeungdeu... kalau si Mufa karena sudah ABG jadi malu-malu kucing garong gak mau membacakan puisinya jadi puisinya dibacakan oleh si Rayya si ceriwis-was-wis-wus...
Diakhiri dengan kata-kata dari abah yang sangat senaaaaaang, dan bahagiaaaaaaaa bisa terlihat dengan jelas bintang-bintang di matanya bersinar-sinar .... terdengar dari suaranya yang penuh energi cinta untuk anak cucunya. Saya suka sangat suka hari itu malam itu waktu itu Emak dan Abah bahagia dengan persembahan acara sederhana kami..
Mau tahu puisi si Rayya dan Mutia nih dia asli tanpa koreksi :
Kamis 1 – 4 – 2010
Abah baik
Abah engkau baik kepadaku
Dan engkau pernah mengasih uang
Pokonya kumau itu, aku mau ini, kan diberikan oleh Abah
Kalau tidak ada mamah engkau yang mengurusku
Dan pokoknya Abah Emak baik semuanya
Baik kepadaku
T e r i m k a s i h Abah I Luv U Abah
Dari Tsurata untuk Abah
Terima kasih
Surat untuk emak
Emak
Begitu besar pahalamu
Karena kau sayang pada anak dan incumu
Aku senang memilikimu
Ya Allah ya Tuhanku
Panjangkanlah umur Emak
Dirimu yang terus menyayangiku
Aku sedih bila engkau tak ada
Kau yang menyinariku di malam dan siang seperti matahari dan bulan
Semoga dirimu masuk surga
Begitu sayang aku padamu
Diriku memang anak sejati
Karena engkau terbaik bagiku
Terima kasih Emak aku sayang padamu
Dari mutia
Ketika kami pada hari ahad 4 April pamit pulang ... abah emak memeluki kami satu per satu tanpa kata hanya mata yang bicara ”doaku bersamamu selalu”.
Dan Tsuraya menghitung hari nanya ke mamahnya ”Mah berapa hari lagi ke Ramadhan ketika kita bisa bertemu kembali seperti ini?” .....
Seumur-umur saya hidup jadi anaknya emak dan abah baru kali ini ada yang namanya Ultah pernikahan. Ide ini murni muncul dari mereka berdua entah terinpirasi oleh sapah dan dari manah saya merasa ”agak heran’ awalnya.
Di suatu pagi adik saya yang dari Tasikmalaya telepon mengabarkan bahwa Abah & emak mau syukuran ”Kawin Emas” dan menghimbau anak-cucu bisa pulang karena bertepatan dengan ”libur 3 hari” berturutan alias long weekend. Saya sebagai anak tertua tentu menjadi sangat bertanggung jawab untuk mensukseskan ”sykuran Abah & Emak” itu.
Abah emak memiliki 4 anak yang kesemuanya perempuan.dan saya selalu mgnhiburnya dengan hadist Nabi ”Siapa yang mempunyai tiga anak perempuan dan dia sabar terhadap mereka serta memberi mereka pakaian dari hartanya, niscaya Allah akan memberikan pelindung baginya dari api-neraka” [Ibnu Majah: 33-Kitab Al Adab, 3-Bab Birul Walid wal Ihsan Lilbanaat] biar tidak sedih karena tak memiliki anak laki-laki. Ketiga anaknya berada di luar kota saya dan adik bungsu saya di Depok dan adik saya yang kedua tinggal di Tasikmalaya mengikuti cintanya....
Setelah ada informasi akan ada syukuran Kawin Emas Emak & Abah saya langsung menghubungi adik-adik saya bahwa WAJIB hukumnya pulang dalam rangka ”Birrul Walidain”. Kalau adik saya yang di Tasikmalaya langsung menyambut dengan mengatakan... apapun kondisinya insya Allah akan pulang dengan ”full team” sesuai keinginan Abah & emak, tapi adik saya yang di Permata banyak alasan untuk tidak pulang secara full tim alasan utamanya dananya sedang dikonsentrasikan untuk sekolah anak pertamanya masuk SMPIT yah kecewa deh..
Akhirnya kami pulang naik KA bisnis Cirex.. Argojati mah mahal... keluarga saya plus besan, tapi sayang adik saya gak bisa pulang full tim karena berbagai hal jadi hanya perwakilan saja oleh si Malihanadakamila (3tahun) dan umminya awalnya si Taqi yang usianya 4 tahun mau di bawa tapi waktu pas keberangkatan si Taqi demam dengan suhu tubuh yang tinggi disertai batuk pilek (ternyata ada penyebabnya, malamnya habis makan taro berkarung-karung kiriman teman umminya) hee...
Singkat cerita kita nyampai di Cimara jam 17.00 WIB acara ”ngariung” tetangganya sudah selesai... Soranya setelah shalat maghrib kami bikin acara sangat-sangat sederhana yang sudah dirancang di Cikumpa... yaitu kuis tentang Abah dan Emak Cimara ada hadiahnya dan pesan cinta anak dan cucunya beliau.... semua wajib ngomong menyampaikan kata cinta dan sayang buat Emak dan Abah. ... Wah ternyata ada suprise dari kel. Tasik semuanya sudah menyiapkan puisi Tsuraya 4,5 tahun, Mutiaraha 8,5 tahun, Mufatissy 12,5 tahun termasuk mamahnya alis bi Iin and Oom Uken sudah siap akan membacakan puisi.... kereeeen, ternyata kel. Puitis...
Oya pada acara ”pesan cinta untuk Abah dan emak” pembawa acaranya si Lebay dari Cikumpa.. ketika membawa acarapun pasti dengan gaya lebay.... pas kel. Tasik mau membawakan puisi-puisinya diawali oleh Tsuraya si lucu menggemaskan diikuti oleh Muriarahadtul Aissy si Peukeus deuleungdeungdeu... kalau si Mufa karena sudah ABG jadi malu-malu kucing garong gak mau membacakan puisinya jadi puisinya dibacakan oleh si Rayya si ceriwis-was-wis-wus...
Diakhiri dengan kata-kata dari abah yang sangat senaaaaaang, dan bahagiaaaaaaaa bisa terlihat dengan jelas bintang-bintang di matanya bersinar-sinar .... terdengar dari suaranya yang penuh energi cinta untuk anak cucunya. Saya suka sangat suka hari itu malam itu waktu itu Emak dan Abah bahagia dengan persembahan acara sederhana kami..
Mau tahu puisi si Rayya dan Mutia nih dia asli tanpa koreksi :
Kamis 1 – 4 – 2010
Abah baik
Abah engkau baik kepadaku
Dan engkau pernah mengasih uang
Pokonya kumau itu, aku mau ini, kan diberikan oleh Abah
Kalau tidak ada mamah engkau yang mengurusku
Dan pokoknya Abah Emak baik semuanya
Baik kepadaku
T e r i m k a s i h Abah I Luv U Abah
Dari Tsurata untuk Abah
Terima kasih
Surat untuk emak
Emak
Begitu besar pahalamu
Karena kau sayang pada anak dan incumu
Aku senang memilikimu
Ya Allah ya Tuhanku
Panjangkanlah umur Emak
Dirimu yang terus menyayangiku
Aku sedih bila engkau tak ada
Kau yang menyinariku di malam dan siang seperti matahari dan bulan
Semoga dirimu masuk surga
Begitu sayang aku padamu
Diriku memang anak sejati
Karena engkau terbaik bagiku
Terima kasih Emak aku sayang padamu
Dari mutia
Ketika kami pada hari ahad 4 April pamit pulang ... abah emak memeluki kami satu per satu tanpa kata hanya mata yang bicara ”doaku bersamamu selalu”.
Dan Tsuraya menghitung hari nanya ke mamahnya ”Mah berapa hari lagi ke Ramadhan ketika kita bisa bertemu kembali seperti ini?” .....
Kamis, 15 April 2010
Curcol
Curhat
Di subdit saya ada 7 ibu-ibu dan 3 bapak-bapak dengan berbagai karakter yang unik-unik…
Kebersamaan kami ada yang sudah 5 - 6 tahunan lebih, namun ada juga yang baru bergabung beberapa tahun belakangan pastilah fresh graduated lah yah ada yang dari UGM ada yang dari IPB…
Saya mau mengisahkan hubungan dengan salah satu ibu yang ada di ruangan saya, awalnya dia dari daerah karena suaminya pindah ke Jakarta jadi mau tak mau dia harus pindah juga turut suami.
Saya kenal ibu itu ketika saya ikut pelatihan pengelolaan Hama Wereng Batang Coklat di Jatisari…. Sebelum dia akhirnya pindah ke subdit saya. Entah kenapa ketika dia mau pindah ke Jakarta “contact person” nya saya…. Saya yang kasak-kusuk nyari formasi dan memberikan informasi ttg ibu tersebut kepada Kasubdit saya dan KTU bahwa dia seorang karyawan yang kita butuhkan karena latar belakangnya Hama Penyakit Tumbuhan (HPT). Sayapun meyakinkan Kasubdit saya bahwa dialah orang yang tepat untuk mengisi kekurangan tenaga jurursan HPT… sampai Ibu Kasubdit saya tersenyum dan berujar : ”ah kamu At bisa saja” enta apa artinya.
Pokoknya saya akan membantu orang yang minta bantuan dengan all out dan senang hati saja, bisa bermanfaat untuk orang lain. Bener loh … bukan jualan kecap…
Pada saat itu ibu tersebut cukup gencar meghubungi saya… di kantor, di rumah, dulu kan rumah saya masih ada telepon rumahnya nyaris tiap malam si ibu tersebut menghubungi saya…. sampai anak saya hapal suaranya… baru saja bilang assalamu’alaikum dengan logatnya yang khas… langsung deh anak saya teriak “mah nih dari bu ………”. Sampai ketika saya merasa kerepotan menerima pertanyaan di telepon dari dia saya minta dia menghubungi langsung ke Pa KTU saja…. dan saya berikan no HP Pa KTU kepadanya.
Singkat cerita ibu tersebut pindah dengan lancar di kantor kami… sekarang sessi saya memberikan informasi untuk tempat tinggal di depok… dan sayapun dengan senang hati memberikan informasi dan mengantarnya ke lokasi rumah-rumah yang akan dijual… dan ditemuilah seorang pengembang perumahan kecil-kecilan satu kampung dengan saya dari kuningan.
Disini mulai kelihatan bahwa ibu tersebut “tidak mempercayai teman sepenuh hati alias bimbang hati” karena kasak-kusuk dengan ibu lain yang cari rumah juga dan ditakuti-takuti dengan kata-kata “awas loh ditipu oleh pengembang kecil-kecilan”. Ibu tersebut terus was-wis-wus dengan yang lain tentang ketidak tentraman mengambil rumah yang saya tunjuki dan terus terang membuat hati saya tak enak. Saya mencoba memberikan keyakinan pada dia dia bahwa “ bu kalau Allah mau memberi musibah ya akan jadi musibah, tapi kalau Allah akan menolong kita walau seluruh penjuru bumi akan mencelakakan kita ya kita akan SELAMAT” terserah sajah kalau ibu mau ikut omongan saya atau ibu X itu.…. Saya benar-benar dalam posisi tidak enak karena saya kenal dengan “Pengembang itu” dari tetangga saya dan saya percaya pada tetangga saya. Waktu masalah itu hati saya sangat sesak…. dan beban luar biasa karena perasaan si ibu akan tertipu ….walau saya yakin hakul yakin pada tetangga saya bahwa dia “pengembang yang baik. Pada akhirnya ibu tersebut mendapat tempat tinggal yang saya informasikan tempat yang strategis dan murah… ok saya senang dia menyukai tempat tinggalnya….
Setelah sekian tahun berjalan dan kini ibu tersebut telah naik golongan dua kali dengan lancar tanpa persyaratan yang sulit, hubungan dengan saya jadi memburuk. Penyebab utamanya karena saya mengatakan “ibu bukan tipe literari yang suka memfiling” dia jadi marah semarah-marahnya… dengan indikasi ketika ada salah seorang teman meninggal dia gak mau saya ajak pergi ta’ziah, tapi ketika orang lain yang ngajak dia langsung mau dan di FBnya “teman seribu terlalu sedikit, musuh satu terlalu banyak dan membuat sempit”… jadi saya ini musuh??? karena perkataan yang saya sampaikan sebagaimana saya sebutkan di atas ???... benar-benar sangat heran ada orang yang pernah bertelpon-telpon tiap malam (duluuu atau mungkin sudah lupa) dan bersama-sama dalam mencari tempat tinggal untuk kelangsungan kehidupannya tiba-tiba kemudian dianggap musuh karena keseleo lidah seperti di atas … apakah literari dan bukan literari sesuatu yang patut jadi alasan kemarahannya pada saya entah lah…. Tapi bagi saya sih gak masalah kalau dia marah… bukan apa-apa terlalu sempit dunia kalau hanya memikirkan sikap seseorang pada diri kita. ….
Setangkup do’a kulantunkan Ya Allah tumbuhkan rasa cinta dihatiku padanya dan tumbuhkan pula rasa cinta di hatinya padaku karenaMu semata-mata…..
(tulisan ini ada gara-gara di rumah gak sempat curhat… saya datang anak-anak belum datang, saya bangun anak-anak belum bangun… di angkot 09 terlalu singkat)
Di subdit saya ada 7 ibu-ibu dan 3 bapak-bapak dengan berbagai karakter yang unik-unik…
Kebersamaan kami ada yang sudah 5 - 6 tahunan lebih, namun ada juga yang baru bergabung beberapa tahun belakangan pastilah fresh graduated lah yah ada yang dari UGM ada yang dari IPB…
Saya mau mengisahkan hubungan dengan salah satu ibu yang ada di ruangan saya, awalnya dia dari daerah karena suaminya pindah ke Jakarta jadi mau tak mau dia harus pindah juga turut suami.
Saya kenal ibu itu ketika saya ikut pelatihan pengelolaan Hama Wereng Batang Coklat di Jatisari…. Sebelum dia akhirnya pindah ke subdit saya. Entah kenapa ketika dia mau pindah ke Jakarta “contact person” nya saya…. Saya yang kasak-kusuk nyari formasi dan memberikan informasi ttg ibu tersebut kepada Kasubdit saya dan KTU bahwa dia seorang karyawan yang kita butuhkan karena latar belakangnya Hama Penyakit Tumbuhan (HPT). Sayapun meyakinkan Kasubdit saya bahwa dialah orang yang tepat untuk mengisi kekurangan tenaga jurursan HPT… sampai Ibu Kasubdit saya tersenyum dan berujar : ”ah kamu At bisa saja” enta apa artinya.
Pokoknya saya akan membantu orang yang minta bantuan dengan all out dan senang hati saja, bisa bermanfaat untuk orang lain. Bener loh … bukan jualan kecap…
Pada saat itu ibu tersebut cukup gencar meghubungi saya… di kantor, di rumah, dulu kan rumah saya masih ada telepon rumahnya nyaris tiap malam si ibu tersebut menghubungi saya…. sampai anak saya hapal suaranya… baru saja bilang assalamu’alaikum dengan logatnya yang khas… langsung deh anak saya teriak “mah nih dari bu ………”. Sampai ketika saya merasa kerepotan menerima pertanyaan di telepon dari dia saya minta dia menghubungi langsung ke Pa KTU saja…. dan saya berikan no HP Pa KTU kepadanya.
Singkat cerita ibu tersebut pindah dengan lancar di kantor kami… sekarang sessi saya memberikan informasi untuk tempat tinggal di depok… dan sayapun dengan senang hati memberikan informasi dan mengantarnya ke lokasi rumah-rumah yang akan dijual… dan ditemuilah seorang pengembang perumahan kecil-kecilan satu kampung dengan saya dari kuningan.
Disini mulai kelihatan bahwa ibu tersebut “tidak mempercayai teman sepenuh hati alias bimbang hati” karena kasak-kusuk dengan ibu lain yang cari rumah juga dan ditakuti-takuti dengan kata-kata “awas loh ditipu oleh pengembang kecil-kecilan”. Ibu tersebut terus was-wis-wus dengan yang lain tentang ketidak tentraman mengambil rumah yang saya tunjuki dan terus terang membuat hati saya tak enak. Saya mencoba memberikan keyakinan pada dia dia bahwa “ bu kalau Allah mau memberi musibah ya akan jadi musibah, tapi kalau Allah akan menolong kita walau seluruh penjuru bumi akan mencelakakan kita ya kita akan SELAMAT” terserah sajah kalau ibu mau ikut omongan saya atau ibu X itu.…. Saya benar-benar dalam posisi tidak enak karena saya kenal dengan “Pengembang itu” dari tetangga saya dan saya percaya pada tetangga saya. Waktu masalah itu hati saya sangat sesak…. dan beban luar biasa karena perasaan si ibu akan tertipu ….walau saya yakin hakul yakin pada tetangga saya bahwa dia “pengembang yang baik. Pada akhirnya ibu tersebut mendapat tempat tinggal yang saya informasikan tempat yang strategis dan murah… ok saya senang dia menyukai tempat tinggalnya….
Setelah sekian tahun berjalan dan kini ibu tersebut telah naik golongan dua kali dengan lancar tanpa persyaratan yang sulit, hubungan dengan saya jadi memburuk. Penyebab utamanya karena saya mengatakan “ibu bukan tipe literari yang suka memfiling” dia jadi marah semarah-marahnya… dengan indikasi ketika ada salah seorang teman meninggal dia gak mau saya ajak pergi ta’ziah, tapi ketika orang lain yang ngajak dia langsung mau dan di FBnya “teman seribu terlalu sedikit, musuh satu terlalu banyak dan membuat sempit”… jadi saya ini musuh??? karena perkataan yang saya sampaikan sebagaimana saya sebutkan di atas ???... benar-benar sangat heran ada orang yang pernah bertelpon-telpon tiap malam (duluuu atau mungkin sudah lupa) dan bersama-sama dalam mencari tempat tinggal untuk kelangsungan kehidupannya tiba-tiba kemudian dianggap musuh karena keseleo lidah seperti di atas … apakah literari dan bukan literari sesuatu yang patut jadi alasan kemarahannya pada saya entah lah…. Tapi bagi saya sih gak masalah kalau dia marah… bukan apa-apa terlalu sempit dunia kalau hanya memikirkan sikap seseorang pada diri kita. ….
Setangkup do’a kulantunkan Ya Allah tumbuhkan rasa cinta dihatiku padanya dan tumbuhkan pula rasa cinta di hatinya padaku karenaMu semata-mata…..
(tulisan ini ada gara-gara di rumah gak sempat curhat… saya datang anak-anak belum datang, saya bangun anak-anak belum bangun… di angkot 09 terlalu singkat)
Langganan:
Postingan (Atom)
