Jumat, 27 Juni 2008
tiga wanita cahaya
Saya bertemu dengannya beberapa kali pada kesempatan ketika beliau mengisi berbagai forum kajian islam. Pada kali ke… saya datang ke JR di SMPN-3… dengan bahasan (kalau tidak salah) “Peran Muslimah sebagai Sokoguru Peradaban” (lupa judul persisnya).
Saya membayangkan akan mendapatkan materi yang melambung-lambung ke langit ke tujuh dan saya akan tergugu-gugu tidak bisa mengikuti, karena sulitnya… (hhe biasa suka mengembangkan prasangka karena judul). Setelah beliau membuka dengan tahmid dan salawat
… ternyata beliau menyampaikan hal-hal yang sangat membumi dan keseharian diawali dengan menceritakan putra-putrinya, yang salah satu putrinya adalah seorang pendaki gunung dan beliau sangat mensuport akan hal tersebut siapa diaaaA…… namanya Azka Madihah. Dan entah kenapa sudah berkali-kali mendengarkan taujih beliau dari yang judulnya melangit sampai yang tidak berjudul selalu mampu membuat saya menangis… (ingat akan amalan saya yang sering ditunda-tunda, dan lantas saya menyesali akan hal itu T.T.)
Menurut beliau bahwa di rumahlah pondasi awal tempat menempa anak-anak kita mau dijadikan seperti apa, di rumahlah seharusnya visi tentang Surga digrafir di langit qalbu anak-anak kita… Waaw saya tidak pernah berani untuk mengukir surga di langit rumah sekalipun, tetapi ternyata menurut beliau dengan visi surga maka segala potensi yang kita miliki akan dikerahkan untuk mencapainya… itu sih yang ketangkep oleh saya dan saya menangis karena menyesal kenapa saya tidak pernah mengukir visi surga di qalbu anak-anak saya… ya beliau adalah Ibu Tyas Soekanto akademisi sekaligus daiyah yang telah banyak memberi inspirasi luar biasa bagi peningkatan keimanan saya.
Ibu yang luar bioasa selanjutnya adalah ….saya bertemu dengan beliau ketika ada acara di GIC Bukit Cengkeh, saya tidak tahu bahwa beliau isteri petinggi salah satu partai yang katanya partai da’wah, karena waktu itu beliau mau saja mengangkat-angkat dus air mineral tanpa minta bantuan padahal ketika itu beliau juga Ketua Panitia… bayangkan saya yang sudah lama kerja di instansi pemerintah menyaksikan hal ini sungguh ajaib ajah… beliau adalah isteri Ustadz. Ir. Tifatul SEmbiring Presiden Partai Da’wah…
Pada waktu berikutnya saya berkesempatan dapat mendengarkan langsung suaranya yang lembut menentramkan tentang prinsip-prinsip hidupnya yang membuat saya bergumam lirih subahanallah demikian dalam filosofi hidupnya tentang da’wah dan tentang berbagai peran yang diembannya. Yap bu Yayuk mengibaratkan setiap peran adalah topeng-topeng saja, yang sejatinya kan hanya hamba Allah saja… sebagai A, sebagai B, sebagai C adalah topeng-topeng yang sifatnya tidak permanen sekalipun jadi ibu kan suatu waktu anak-anak kita tidak memerlukan kita lagi…. Yang permanen adalah ya sebagai hamba Allah sahaja bagaimana menjadi sebaik-baik sebagai hamba Allah topeng apapun yang dikenakan. demikian yang saya dapat tangkap… terus saya membatin dibalik lelaki hebat pasti ada seseorang yang hebat…. Bu Yayuk yang lembut dan berprinsip tegas memang TOP BGT.
Berikutnya adalah seorang ibu yang memiliki kesibukan segudang memiliki putra-putri yang diantaranya 7 orang hafidz/dzoh al Qur’an, subhanallah…. Itulah Ibu Wiwi (Dra Wirianingsih isteri dari Pa Mumtamimul U’la) ketua Salimah dan ketua berbagai forum kewanitaan tingkat nasional lainnya… alhamdulillah disela-sela kesibukannya beliau bisa dapat meluangkan waktu untuk membagi ilmunya alhamdulillah – alhamdulillah …. Wa syukurillah
Beberapa pesan dari beliau yang dapat saya catat diantaranya adalah seorang muslimah harus memiliki :
1) elastisitas jiwa bagaimana memunculkan lintasan pikiran jadi sesuatu yang positif menjadi “matahati” yang diharapkan menjadi kebiasaan, karena berada di jalan ini memerlukan stamina yang kuat, jalan ini adalah jalan yang panjang oleh karenanya perlu stamina kuat dan panjang.
2) Elastisitas akal semua hal harus jadi pelajaran, belajar dari pengalaman untuk menjadikan lebih baik seperti pesan Rasulullah SAW “setiap hari harus jadi lebih baik dari kemarin”. Menurut beliau hakekat elastisitas akal adalah selalu interaksi dengan al-Qur’an;
3) Pandai membaca situasi sejauhmana dapat memanfaatkan semua hal menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Menjalin kedekatan dengan orang lain untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah Rabb semesta jagat raya ini, dan yang terpeting (ini dia yang bikin saya menghela napas ..pen) selalu kompak dengan suami (terutama dalam merencanakan mau model seperti apa kehidupan yang akan dijalani pasutri tsb..pen).
Pesannya yang luarr biasa intinya adalah agar para muslimah mampu mengotimalkan setiap potensi kebaikan yang telah Allah berikan untuk da’wah di jalanNYA. …
Bu Wiwi memang muslimah yang berkarakter kuat, tegas, dan memiliki energi cinta yang melimpah ruah … saya dapat merasakannya ketika beliau bicara mengalirkan kekuatan (diam-diam saya mencatatnya saya harus bisaa…) subhanallah…
Ketiga wanita cahaya itu telah mewakafkan hidupnya untuk da’wah islam yang diawali dengan memulainya dari rumah bersama suami dan anak-anak, mereka adalah penebar cahayaNYA…..
oleh-oleh dari Jambi
Sterilisasi untuk Ibu Mufida Yusuf Kalla
Pada tanggal 24 – 26 Juni saya ada tugas ke Jambi, ketika sampai bandara Jambi saya jadi ingat pengalamannya Triniti di Naked Traveler (milik Tegar Hamzah Asadullah) hihihi benar bangets emang tuh bandara “sekeruwek” dan landasan pacunya itu lho …..sangat pendek, jadi pas landing kita kayak dibanting blegGGrR.. gituh… wah bagi nenek-nenek maupun kakek-kakek yang punya masalah dengan jantung huuuuy lumayan bikin nyawa kabur sebentar….. :P
Tiga hari di Jambi bertepatan dengan kondisi Jambi yang sedang bersolek karena akan ada HARGANAS (hari keluarga nasional) ke 15 yang diselenggarakan oleh BKKBN yang akan berlangsung pada 26 – 28 Juni 2008, pada puncak acara rencananya akan dihadiri oleh SBY…
BiasaaaA Indonesia kan Negara seremonial untuk menghadapi acara tersebut segala sumber daya dikerahkan (sok bayangkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk hal tersebut, coba kalo hal-hal gak penting gitu dipangkas kemudian dananya dialihakan buat pendidikan v-v). Ada kejadian sangat ironis pada saat pembukaan HARGANAS pada tanggal 26 Juni yang dibuka oleh Ibu Mufida Yusuf Kalla, kebetulan saya dan Tim bermaksud pulang ke Jakarta, apa yang terjadi
… waaw Kota Jambi disterilisasi sejak jam09.00 pagi dari berbagai kendaraan dari mulai sepeda genjot sampai kendaraan roda-4 tidak boleh lewat jalan-jalan besar yang akan dilewati Ibu Mufida. Untungnya kami naik pesawat yang jam 16.15 WIB, jadi nggak begitu terpengaruh karena masih ada waktu dan kamipun bermaksud melihat arena HARGANAS terlebih dahulu dengan putar-puter cari jalan ke tempat HARGANAS.
Ya betul …seterilisasi jalan tersebut untuk Ibu Mufida yang sedang membuka acara jam 10.00 jadi setiap kendaraan yang lewat diberhentikan oleh Polisi termasuk kendaraan yang kami tumpangi, untuk menunggu sampai bu Mufida selesai acara. Di tempat kami menunggu kami bertemu seorang ibu-ibu paruh baya dengan sepeda genjotnya dengan wajah resah pasrah tidak berdaya ingat anak-anaknya di rumah. Ketika kami tanya, ternyata dia tertahan oleh polisi yang menahan kami dan ibu tersebut sudah tertahan sejak pagi hari. Ibu tersebut mengatakan “aku sejak habis subuh cari beras murah, sudah putar puter cari jalan pulang tidak menemukan jalan karena selalu ditahan tidak boleh jalan karena ada orang Jakarta” dia menambahkan “anak-anak di rumah belum makan karena berasnya habis, kenapa tidak dikasih tahu pagi-pagi biar bisa beli beras di tempat yang deket saja” begitu katanya… duuh ibu yang cerdas sebetulnya….
Ibu itu tidak tahu bahwa ketertahanannya disebabkan oleh adanya isterinya Wakil Presiden yang dia tahu ada orang Jakarta… Argh orang Jakarta.. Rasanya menurut saya siiih petugas daerah lebay bin over acting saja hingga terjadi seperti itu, menahan orang yang naik sepeda butut takut Jambi terlihat miskin barangkali … Ya Rabbi… takut yang tidak benar, takut yang tidak pada tempatnya…..
Entah apa yang ada di pikiran pak Polisi yang menahan ibu tersebut, apa takut membawa BOM bunuh diri ya ?? karena memang hidup semakin syusyehhh.. hingga banyak orang nekad… yang jelas Hari Keluarga Nasional yang essensinya keluarga adalah “sokoguru” multi ketahanan (terutama tahan banting terhadap keadaan), menjadi ironis karena menahan seseorang yang akan memberi makan keluarganya, hingga anak-anak ibu tersebut di rumah terlantar menahan lapar dari subuh hingga sore menjelang… Demikian pentingnyakah pengamanan seorang isteri pejabat di negeri ini ???….. hemmmh …
Ya Rabbi… tunjuki bangsa kami untuk takut yang syar’i yaitu hanya takut akan murkaMu karena menyia-nyiakan amanah……
Ahadiati 27 Juni 2008
untuk kedua anakku yang sering membuat suasana hatiku seperti angin subuh di gunung…. hhe
Kamis, 12 Juni 2008
Brownis yang Bisa Menerbangkan Orang Datang
Ini adalah cerita iseng tentang Brownies yang bisa menerbangkan seorang lelaki pemberani ke rumah kami di gang sempit Cikumps 86.
Biasaaa…. tantangan pembuktian bias gender, bahwa sorang akhwat harus bisa bikin kue… dan salah satu anak saya dengan mengerahkan segala daya mencoba —jatuh bangun—untuk bisa bikin kue yang sangat sederhana yaitu BROWNIES KUKUS .
Saya memompakan semangat kepadanya dengan kata dan tindakan nyata, dengan membelikan semua keperluan untuk membeli bahan-bahan beberapa Brownies kukus.. dan saya katakan, dengan resep di tangan kanan dan bahan-bahan di tangan kiri diserta kesungguhan di dadamu … kamu bisa… kamu bisa… (jargon Pa SBY 100 tahun kebangkitan nasional ... di Cikumps 86 sudah lewat tuh heuheu).. kami berdua tdk membantunya sama sekali.
Akhirnya setelah mencoba-coba disertai jatuh bangun, bisa berhasil juga membuat brownies kukus made in Cikumps 86.... woow senengnya dia, si ekspresif sejati dalam ledakan kegembiraan biasanya ingin menyebarkan kegembiraannya ke semua orang terutama kepada orang-orang terdekatnya... diantaranya kepada temannya yang diawal sudah memberi tantangan, (malah dia pernah 3 whises yg akan selalu jadi bahan ledekan kami bertiga salah satunya harus belajar masak ...huahaha) langsung sms ”aku bisa bikin dan siap bawa Brownies...”.
Awalnya Brownies tersebut dibuat untuk di bawa ke pertemuan alumni SMANSA Depok, namun karena sesuatu hal pertemuan hari itu dibatalkan MENDADAK ”memang kamu gak tahu ??” kt teman yang tadi di sms.. Ouwh.. dibatalkan oleh Koordinatornya, dan jarkomnya tidak sampai ke gang sempit di Cikumps ... wuah bisa kebayang kecewanya dia.. kalau kami berdua sih cuman nyengir ditahan ”hemm hari ini kita bertiga bakal mabuk brownis asyiiik xixixi.” ..tapi kan di depan si ekspresif sejati gak boleh nunjukin senang donk kasian ... saya bilang hahh memang gitu ya manusia hanya merencanakan yang pasti adalah rencanaNYA ... wah anak saya gak mau terima... tetap murka... ”harus ada yang bertanggung jawab untuk melihat hasil karyaku” begitu katanya... wah kalo sudah begini .. muramlah cikumps 86.
Ya tapi gimana ???.... lalu saya berangkat saja ke ladang ... dengan perasaan yang tidak nyaman sih... kasihan sudah dari malam mempersiapkan segalanya ehh tidak jadi....
Petang hari saya pulang ke kandang, anak saya sudah ceriaaaA luar biasa senyum-senyum semringah maklum si ekspresif sejati... saya heran ada angin sepoi-sepoi dari mana yang bisa menyapu mendung tadi pagi hingga tak bersisa.....
”Maaaah aku mau ceritaaa...” dengan tidak sabar ... ”tadi ada seseorang datang untuk mencoba Browniesku” .... walah itu toh angin cepoi-cepoinya.... (sumpah... saya terkesan dengan anak lekaki tersebut karena dia dengan sudah payah tanpa tahu alamat kami datang mencari-cari Cikumps 86 hanya untuk mencoba Brownies anak saya)...
Rabu, 11 Juni 2008
Manic Depressiv
(Tempo Ahad pekan IV Mei)
Menurut Kay Jamison profesor psikiatri dari Johns Hopkis University menyatakan penulis kreatif lebih memiliki kemungkinan 10 hingga 20 kali ketimbang orang lain (pekerja kreatif lain) untuk terkena syndrome ‘Manic Depressive” dengan ciri kognitif penderita depresi yang tumpang tindih dengan watak kreatif.
Penderita manic depresiv dalam keadaan normal berpikir lebih cepat, mengalir, gampang berubah-ubah dan lebih orisinil. Dalam keadaan depresi, subyek ini kan terus menerus mengkritik dirinya sendiri, sebuah kerangka pikiran yang membawanya pada kehendak merevisi, dan mengedit.
Temperamen manic depresiv ketika bicara tentang penulisan kreatif, akan ditemukan keberanian, kepekaan, kegelisahan, dan sikap yang tak kunjung merasa puas demikian kata Jamison. Selain itu terdapat persamaan aspek antara kreativitas dengan manic depressive yaitu kemampuan tetap berfungsi dengan baik dalam kondisi kurang tidur, konsentrasi berkeja secara intensif, dan kemampuan mearasakan beragam emosi secara mendalam.
Ketakutan akan ketidakmampuan berkarya diduga menempati rangking cukup penting sebagai penyebab depresi para penulis… Oya katanya juga, para penderita manic depressiv itu orang-orang yang mampu mengontrol jalan hidupnya dan mudah tergoda untuk merancang kapan momen terindah untuk mengkhiri hidupnya... (menjelma Malaikat Izrail).
Mau tau daftar panjang para penulis kreatif yang mengidap syndrome tersebut ?? (lihat di wikipedia)…Hemingway, Virginia Wolf, Sylvia Plath, Hunter Tompson… sampai Chairil Anwar … ups… itu kalau menyebutkan aktivitas begadang, merokok berlebihan dan gaya hidup semrawut sebagai salah satu cara memilih mengakhiri hidup…. Sekali berarti sudah itu mati (heuheu iklan P Soetrisno Bachir)… mati muda sebelum 27 tahun karena merokok mirip bernapas (heran kok jadi model promo Ketua PAN ya) euh maaf..
---Komentar saya sih hati-hati dengan perangkap “olah rasa kata” yang dapat menembus sudut-sudut sepi petala rasa … mau dibawa ke dunia sihir HarrY PotteR ???---
---Mungkin untuk seorang muslim, sebaiknya kembali saja ke konsep “tawazun” dalam mengelola yang DIA titipkan (jasad, fikr dan ruh) … euh mungkin…---
Ps. Untuk yang selalu berekspresi dengan kata... kadang menurut saya sih yang tak terkatakan terasa lebih indah loh (untuk yang tak setuju pisss ah...... heuheu).
Pasarminggu pagi hari, 11 Mei 2008
Rabu, 28 Mei 2008
MENDIDIK DENGAN SOTOY
Kami bertiga penghuni Cikumpa 86 merupakan mahluk-mahluk yang agak berbeda dari mainstream yang ada pada umumnya, terutama dari cara kami berhubungan ibu-anak…… (ssst itu sejauh pengetahuan saya loh) saya sebagai ibu dari anak-anak saya dan anak-anak saya sebagai anak dari saya … hehehe ???
Saya…….. menurut anak saya yang pertama, termasuk jenis ibu yang freak ??. Hubungan saya dan anak-anak saya menjadi tidak biasa (biar keren dikit saya bilang saja unik) karena benar-benar berbeda dengan umumnya keluarga normal, dengan indikator sebagai berikut : kami biasa saling ledek, saling memuji dan mengkritik, saling mengungkapkan apa saja yang ada di kepala dengan enteng dan verbal, bergaya teman yang sangat longgar… mengakibatkan hubungan emosional yang AMAT sangat dekat. Ketika salah satu anak saya naik kora-kora dan merasakan sensasi, sayapun dapat merasakannya… ketika anak saya kena wabah merah jambu saya juga merasakan sensasinya, begitu juga ketika anak saya galau, saya juga turut galau dan …. sumpah beneran kayak gitu.
Di Cikumpa 86 kata-kata “aneh baru” bertebaran dalam setiap pembicaraan seperti misalnya kata jembleweh (bener-bener baru saya denger setelah 46 tahun hidup), bancrit dan sotoy bebas bersipongang di langit Cikumpa 86. Merekapun bebas aja bilang ke saya SOTOY (katanya itu artinya sok tau ???) kalo memang saya benar-benar sotoy atau bilang ke saya lebay kalo memang saya benar-benar berlebihan dan saya merasa gak masalah tentang hal itu… selama mereka berdua tetap dzikrullah….. kata “santun” di cikumpa 86 bebas tafsir tapi kami bukan aliran JIL.
Setelah saya renungkan saya memang benar-benar sotoy dalam mendidik anak ya benar saya Mendidik Anak Dengan Sotoy tanpa pengetahuan yang dalam hanya dengan sok tahu alias SOTOY ...
Saya gak tahu apakah gaya hubungan saya dan anak-anak saya seperti itu akan berakibat terhadap hubungan sosial kedua anak saya, mungkin perlu penelitian lebih jauh apa dampaknya bagi kedua putri saya tsb,…. atau ada yang berminat meneliti (untuk bahan skripsi) heuheu.
Sebetulnya kesotoyan saya sudah dimulai sejak kecil… berawal dari kesukaan “ bancrit=banyak cerita” yaitu campuran sedikit tau dan daya imajinasi yang ngawur jadilah teori saya seperti jenis cerita infotainment pengetahuan yang cetek dibumbui asumsi jadilah teori sotoy… v.v.
Di bulan ini kesotoyan dan kebancritan saya memunculkan penyesalan yang dalaaam penyebabnya adalah karena saya baca buku miliknya Tegar Pak Ketua MPM FPsi-UI yang ditulis Dr. Marwah Daud Ibrahim yang sangat inspiratif dan KEREEN abis judulnya “Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan “ yang membuat saya nyesel asli, dan asli nyesel Ouwh saya TERLAMBAT (halo Tegar bukunya perlu saya sampul plastik gak?). Namun demikian di beberapa titik tertentu kesotoyan saya ada titik temu dengan pandangan Dr Marwah Daud hehehe …. jadi enak (istilah Azka)…..misalnya tentang prinsip betapa spesialnya setiap kita ehh maksudnya diri saya, ya saya sangat yaqin tentang FirmanNya : Manusia sebaik-baik penciptaaan-Nya.
Kini sudah kupancangkan niat saya akan meninggalkan gaya sotoy saya dengan memulai mengelola hidup dengan lebih baik (memanfaatkan sisa hidup saya), dan sangat menginginkan agar anak keturunan saya dapat mengoptimalkan potensi yang diberikan-Nya untuk menjadi sebaik-baiknya pribadi yang baik tentunya dengan selalu berqudwah hasanah pada Manusia Sempurna Rasulullah SAW…ya betul…. menjadi sakhsiyah islamiyah…sebagai penyusun bangunan islam yang cemerlang…….. euh jadi sotoy (sok tahu) juga akhirnya…… maaf….maaf…maaf
![]()
Pasarminggu, 28 Mei 2008 di Miladnya TTM saya ukhtyfillah Suarti Soetadi
ditulis saat kesibukan mendera di tempat mencari maisyah tapi jadi tak terasa berat karena sambil bikin postingan dodol ini…
Jumat, 23 Mei 2008
Jalan-jalan Jampasirunik
Ketika saya jalan-jalan dari blog ke blog sekitar jampasir … yang terbersit di hati saya adalah euh kok bisa ya saya juga punya blog padahal isinya !!!… ups cetek amat yah… sedangkan blogers lain subhanallah berbobot dan mencerahkan. Coba lihat saja Cikumpers & gank (jampasirunik, torgon dan perjalanan 1000 mil) wadah kami bertiga menggoreskan segala rasa aiih slengehan, membedah diri, katarsis, dll, dsb, but alakulihal blog adalah hak azasi….
Saya mau buka rahasia ya … saya punya blog juga karena dibuatkan oleh anak saya, jadi kondisinya juga segitu adanya (kagak bisa ngotak ngatik dll, dsb) dan jalan-jalan yang saya lakukanpun sebatas ke linknya yang ada di jampasir … kata anak saya mamah temannya brondong…. Apaaa?
Kunjungan yang saya lakukan ya bolak-balik ke teman-temannya dey & pin yang tulisannya hebat-hebat dan mencerahkan… dan ada juga tulisan yang bikin saya terangah-engah saking berbobotnya (bayangkan menahan bobot kan berat…) tapi yang pasti menghibur, karena saya bisa menyelami dunia dey &pin yang jauh berbeda dengan dunia jaduuuuul bgt diri saya (ky di Mom & kiddy).
Saya sering bolak balik ngunjungi blog putrinya Bu Tyas Soekanto olala rasanya seperti sedang berkunjung ke rumah orang, yang kalau ada tamu langsung nyuguhin minuman dan kue2nya… bikin ketagihan hehehe… apalagi disuguhin tangannya yang dilukis kayak di ayat-ayat cinta .. euh tangan yang indah mungkin tangannya Aling pujaannya Andrea Hirata kalah indah yak…heuheu… (ssst jgn bilang umi ya saya adalah salah satu fans ummu Azka).
Kunjungan berikutnya ke ….,….,…., …., dll pokoknya yang ada di linknya jampasir pasti saya kunjungi kan gampang ga harus searcing lama, tinggal klik… sambil kerja (kalo lagi loss ide) langsung klik jampasirunik… langsung bisa senyum-senyum sendiri.
Ada yang baru di link jampasir yaitu blognya Ari Sandiko sang Katua Kelas Sosial Fenomenal di SMANSA Depok (saya sudah mengenalnya karena pernah ke Cikumpa 86 iftor bersama bu Sun)… ck..ck..ck.. tulisannya bagus euy… wah sudah kayak tulisan Anggito Abimanyu… euh mungkin lebih dekat kayak Prof Budiono Dir. BI (btw. Pa Budiono ngfans loh sama Pa Hidayat Nur Wahid ktnya)… xixixixi.
Akhir-akhir ini di jampasir banyak sketsa- 2 abstrak ya kayaknya sih yang punya lagi resah bertumpuk masalah tugas kuliah dan tentu saja MPM yang ngksis dan emosional (hehehe MPMers pis ah). Pada dasarnya si pemilik jampasir ini seorang yang ekspresif mutlak mudah dibaca di segala sisi dan mudah “mengeluarkan baju-2 kotor di ruang hatinya” tapi akhir-akhir ini saya tidak melihatnya lagi atau lebih tepatnya tidak sempat lagi “mengeluarkan baju2 kotor di ruang hatinya” saking sibuknya ditambah kondisi alergen yang menderanya…. Hhhh.. sangat mengganggu produktivitasnya sebagai aktivis…. Kacian kamuh anakquuh…. Huhuhu….
Jalan-jalan di jampasir saat ini agak berawan, dan rumput-rumput liar alamiah mulai tumbuh ,,, namun tetap jadi tempat kesukaan saya untuk pesiar jiwa saya yang renta (sesuai dengan usia lah ya), jampasir masih tetap indah seperti indahnya alam P. Lombok di mata saya. ….
Pemilik jampasirunik sedang menderita alergi yang payah karena kesibukannya sehingga tumpukkan cucian kotor dalam lemari hatinya gak sempat dikeluarkan untuk dicuci ….. Syafakillah…..
Semoga Allah SWT selalu menaungimu dengan CintaNya yang terhampar luas, memberimu jalan-jalan Ma’rifah (untuk kembali ke khittah hah ?) Karena salah satu indikasi CintaNya adalah Allah SWT akan memberi Ma’rifah terhadap Dien dan dibukanya pintu-pintu kebaikan…..
Amin Allahuma amiin
Catatan:
24 Mei 2008 ketika bingung mau nulis, sudah akhir mei kok belum nongol-nongol si Ide ahgrrr…dasar curang si Ide maunya daun muda yang sehat dan bening hhe.
