Sabtu, 26 April 2008
Perjalanan 1000 mil Menuju Tyto Alba
Baru pertama kali saya ke Maninjau, Nagarinya Buya Hamka ulama kharismatik di Indonesia yang saya kagumi. Sebelumnya saya sudah banyak menginput data tentang Nagari Maninjau dengan segala keindahannya dari salah satu teman dekat saya Ir. Elwidar Is yang asli Maninjau. Ketika Uni Ewid (demikian saya memanggilnya) menceritakan tentang kampung halamannya Nagari Maninjau saya merekamnya dalam memori saya dan menyimpannya dengan baik di directory special Maninjau. Terutama tentang Danau Alam Maninjau dengan ikan-ikan spesifik Danau Manijau yang sering Ni Ewid bawa kalau beliau pulang kampung sebagai oleh-oleh special untuk saya.
Memori saya tentang Sumatera Barat adalah Maninjau tidak yang lainnya, Kota Bukittinggi yang sejuk tempat lahirnya Moh. Natsir dan Bung Hatta tidak ada di directory otak saya, makanya ketika menuju Maninjau melalui Bukittinggi dan melintasi Padang – Bukittinggi wuiih ternyata keren banget "view" nya. Bener-benera membuat mata saya tak berkedip takut kehilangan pandangan yang elok BGT. Bagaimana tidak di sepanjang jalan terdapat sepenggal hutan tropik yang rapat, air terjun curam dengan kemiringan 90 0 pinggir jalan yang elok, dan… ups ini yang paling saya suka … sungai yang berkelok-kelok membersamai kelokan jalan raya subhanallah….(kebayang kembali ketika saya kecil yang tergila-gila main di sungai nan jernih di kaki Gunung Tilu, Kuningan Jawa Barat-pen) --di benak saya sungai yang mengalir jernih mengingatkan saya tentang surga tentunya surga versi saya-- yah betul antara padang – Bukittinggi seperti sejumput surga yang diletakkan di Sumbar. Sangat memuaskan rasa saya Alhamdulillah…
Kembali ketujuan saya semula adalah Maninjau, berhubung sampai Bukittinggi sudah malam, perjalanan ke Maninjau saya tunda… Bukittinggi malam hari tidak jauh berbeda dengan kota-kota wisata di Jawa seperti Solo misalnya, mungkin hanya sedikit lebih sejuk dibandingkan Cisarua daerah Puncak Bogor- Cianjur saat ini.
Pagi hari saya dengan penuh antusias siap-siap untuk menuju Maninjau sebagai representasi Sumatera Barat di benak saya. Tujuan utama ke Maninjau adalah untuk melihat penangkaaran burung hantu (Tyto Alba). Burung hantu sangat berperan di bidang perlindungan tanaman sebagai predator tikus, salah satu hama yang selalu menjadi kendala setiap berusaha tani. Seluruh komoditas pertanian dapat digasaknya habis oleh Rattus-rattus agretiventer si tikus sawah ini terutama komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai dan tanaman palawija lainnya.
Perjalanan menuju Maninjau diantar seorang pakar burung hantu dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikulttura Sumatera Barat Bapak Ir. Musdar seorang yang ramah, sangat terbuka dan tidak pelit informasi terhadap ilmu yang beliau miliki sepanjang perjalanan beliau menceritakan awal keberadaan si Tyto Alba di Maninjau…..
Sepanjang perjalanan selain disuguhi informasi ilmu tentang burung hantu juga disuguhi hamparan pemandangan yang luar biasa indah awalnya sih mirip-mirip Bogor – Cianjur (jalur Puncak) lama-lama ternyata berbeda kalau Puncak keindahan yang telah diperkosa sedangkan Bukittinggi – Kelok 44 – Maninjau adalah keindahan hutan tropika masih asli atau agak asli ? EGP swear asli sepanjang pengetahuan saya, karena masih banyak babi hutan dan monyet yang nyasar ke jalan raya, apalagi kalo dibandingkan dengan Bukit Suharto antara Balikpapan – Samarindah wah elek (dengan logat boneka Susan) karena di Bukit Suharto kita dibokongi (hehe frase anak saya untuk istilah bohong) di pinggirnya seolah-olah lebat tapi di tengah masyaAllah botak kinclong… keterlaulan memang (apa krn namanya??) akibat kerakusan hawa nafsu si pemerkosa lingkungan Kalimantan sudah tidak punya hutan tropik alami lagi hiks hiks…. Namun insya Allah tidak demikian untuk hutan sepanjang Bukittinggi – kelok 44 - Maninjau, semoga saja bisa bertahan dari gempuran pemerkosa lingkungan "stupid"…
Sepanjang perjalanan sejujurnya saya sangat berterima kasih pada Bos saya yang sedikit agak memaksa saya tugas dinas ke Sumatera Barat untuk menemui si tyto alba dan ternyata saya sangat menimati perjalanannya, apalagi ketika saya sampai di puncak tertinggi yang kami lalui menuju Maninjau dimana nun jauh di bawah sana Danau Maninjau yang tenang terlihat dengan anggunnya… Alhamdulillah ya Allah untuk perjalanan ini… Setelah disuguhi keindahan Maninajau dari puncak bukit… nah ini dia perjalanan sesungguhnya baru dimulai siap-siap untuk melalui kelokan 44 yang tajam dan sempit ….. eh…eh…eh ternyata kelokannya lebih dari 44 ….. wouw… wouw…. saya kuat… saya kuat terus mensugesti diri agar tidak terasa kocokan di perut saya karena keloknya… tapi apa daya akhirnya perut saya tidak bisa berkompromi dengan disugesti… yeah saya … saya … mabok…. ya ampyun saya yang tukang naik bus Jakarta – Kuningan kagak pake rem mabok … memalukukan… terkalahkan oleh kelok ampe-ampe…. sampai pinggir danau saya sudah limbung tidak bisa meni’mati keindahannya lagi …… HUUeekkk.
Alakulihal…. akhirnya saya sampai ke Nagarinya si burung hantu Tyto alba, namun kalau kita sampainya siang hari jangan harap kita dapat bertemu langsung dengan si Tyto alba karena dia sangat pemalu dengan orang yang tidak dikenalnya, banyak jenis burung hantu salah satunya adalah si Tyto Alba merupakan jenis burung hantu yang cantik secantik namanya mukanya seperti mengenakan jilbab. Sepertinya si Hedwig burung hantunya Harry Potter juga jenis Tyto alba soalnya kelihatan cantik kan ??? (eeeuh kambuh sok tahunya maaf banget nih)
Burung hantu merupakan golongan hewan carnivore, jenis burung hantu Tyto alba makanannya spesifik tikus (menurut penelitian 90 % tikus dan 10 % serangga). Si Tyto alba ini memiliki banyak keistimewaan sebagai sahabat petani dalam menjaga pertanaman dari gangguan tikus. Kelebihan Si Tyto alba ini antara lain :
Memiliki daya jelajah sampai 15 km, dan dapat mendengar suara cicitan tikus sejauh 500 m.
Tyto alba dewasa dalam sehari dapat memangsa 3-4 ekor tikus.
Tyto alba mudah dipeliharan karena kehidupannya sangat teratur (sesuai sunnatullah) menetap di suatu tempat alias bukan yang hidupnya nomaden, memiliki rumah tempat dia pulang setelah berburu tikus. Hanya saja kalo tempatnya tercium bau yang tidak dikenal sebelumnya dia merasa terancam, dia akan mencari tempat baru yang dianggapnya aman.
Perkembangbiakannya sangat cepat, periode bertelur 4,5 – 5,5 bulan sekali dengan jumlah telor 4 – 11 butir, dan kemungkinan menetas sampai 50 %. Induk mulai mengeram ke 3 atau ke 4 sambil mengeram masih melakukan perkawinan untuk menambah telor.
Telor menetas 30 hari setelah dierami, dan pada umur 2,5 – 3 bulan anakan mulai memisahkan diri dari induknya
Mampu bertahan hidup sampai 4,5 tahun
Tyto alba memiliki kebiasan yang sangat teratur alias memiliki schedule ketat kita bandingkan dengan tikus sebagai pakannya yaitu : 19.00 memulai aktifitas demikian pula tikus; jam 20.00 – 21.00 aktivitas tyto alba masih prima sedangkan tikus sudah mulai menurun; jam 24.00 aktivitas Tyto alba masih tetap tinggi sedangkan tikus sudah bobo (hehe); jam 03.00 – 05.00 aktivitas si Tyto masih oke ketika tikus mulai beraktivitas kembali; jam 06.00 Tyto alba pulang ke kandangnya/pagupon untuk istirahat sampai jam 19.00 untuk kembali beraktifitas.
Subhanallah kehidupan sangat yang teratur, dengan vitalitas yang tetap terjaga selama 10 jam.
Berdasarkan pengamatan di Nagari Maninjau 1 pasang Tyto alba mampu mengamankan 10 – 20 ha sawah… (cukup efisien kan ???)
Pengembangannya sangat mudah, yang tidak mudah adalah penjagaan agar si Tyto alba ini tidak diganggu tangan-tangan kotor si serakah (tipe si hedon rakus yang ingin meni’mati sesuatu hnya untuk diri dan keluarganya saja—seperti si serakah kuadrat rakus ILLEGAL LOGING- )… yap betul gangguan yang super hebat bagi keberlangsungan si Tyto alba ini adalah predator yang paling ganas rakus dan memuakan yang sangat sering memutus mata rantai kehidupan yaitu M A N U S I A.
Akhirnya setelah ketemu dengan si Tyto walau hanya dengan "calon anaknya" ("telor") saja rasa mual kocokan kelok 44 tidak saya rasakan lagi … yang ada adalah subhanallah kalo saja manusia berperilaku sesuai sunnatullah seperti si Tyto alba … keseimbangan alam menumbuhkan keteraturan dan produktif tidak akan ada krisis pangan, krisis energi dan krisis-krisis lainnya… setelah saya pikir-pikir (sambil bersenandung lagunya Euis Dahlia itu loh APANYA DONG) sebetulnya akar permasalahan krisis yang ada di dunia ini (karena krisis pangan tidak hanya melanda Indonesia tapi sudah melanda dunia) menurut saya adalah karena rantai kehidupan terputus …. Yapp betul …karena ada yang memutuskan siapa ???? coba tanya sama Pa Gubernur Sumut terpilih hihihi... dia kan jujur dan lucu pasti jawabannya lucu dan jujur…..
NB.
Apabila ada yang berminat untuk lebih jauh mengenai a - z burung hantu Tyto alba dapat menghubungi Bapak Ir. Musbar Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jl. Raden SAleh No. 2 Padang no. HP. 081363708829….
Ahadiati
Senin, 14 April 2008
Pas-pasan Nomor 2 vs Beasiswa
Sebagai orang tua yang hidupnya pas-pasan nomor 2, ketika anak-anak masuk perguruan tinggi, beasiswa merupakan harapan yang menyundul-nyundul tinggi ke langit jiwa, karena asuransi pendidikan merupakan barang lux bagi saya. Saya mau menjelaskan terlebih dahulu tentang pas-pasan yang memiliki nomor seperti penyakit “gila” di Laskar Pelangi.
Okkeyy ... berawal dari tausiyahnya aa Gym waktu masih digilai ibu-ibu-- katanya hidup itu tidak harus kaya yang penting pas-pasan… pas mau pergi ada kendaraan, pas mau ke Haji ada uang, pas mau makan ada makanan, pas mau nikah pas ada yang cocok dan tentu saja pas ada biaya, pas miz u ada kamu dst-- ( halah Maia BGT ) inilah pas-pasan nomor 1. Nah kalo pas-pasan nomor 2 itu kira-kira kebalikannya dari pas-pasan nomor 1 yaitu pas mau nambah makan sudah kehabisan, pas mau nonton AAC di Bioskop pas ada yang lebih penting untuk diprioritaskan, pas mau nikah tidak ada biayanya, dan semacam itulah.... Hhee
Ketika anak saya yang pertama lolos SPMB diterima di UNDIP, yang terpikirkan oleh saya adalah bagaimana agar Pinandhika mendapatkan beasiswa biar bisa beli buku dengan leluasa. Mulailah saya kasak-kusuk menyiapkan berbagai persyaratan untuk memperoleh beasiswa bagi mahasiswa pas-pasan seperti anak saya. Perburuan persyaratan dimulai mulai dari mencari surat keterangan tidak mampu (naik haji hhe…pen-) ke RT, RW, sampai ke kelurahan, slip gaji saya sebagai PNS, slip rekening listrik, dan kartu keluarga sudah saya siapkan. Saya tanya PInandhika gimana sudah dapat informasi beasiswa? ternyata Pinandhika adem ayem saja, tidak seatraktif saya ibunya…. Padahal maksud saya adalah baik, untuk pemenuhan kebutuhan dirinya karena saya merasa – tau dirilah- mengirim uang bulanan sangat-sangat tidak mencukupi untuk ajeg makan sampai akhir bulan, terbukti dengan selalu minta dikirim lagi sebelum akhir bulan… Agrhh…………..
Walau demikian saya tetap semangat mendorong Pinandhika untuk memperoleh bea siswa, harapan untuk mendapat beasiswa saya pelihara, karena saya percaya harapan merupakan tonggak yang menopang kehidupan saya….. harapanlah yang memelihara antusiasme hidup saya............... hingga tidak terasa Pinandhika siap diwisuda… yah Pinandhika sudah 4 tahun sudah selesai S-1nya. Kecewakah saya karena Pinandhika tidak mendapat beasiswa??? tidak !!! saya tidak kecewa karena saya dan Pinandhika sudah bisa melewati 4 tahun bersama dalam suka dan duka dalam pas-pasan nomor 2 …
Setelah kembali ke Depok Pinandhika bercerita bahwa selama di Semarang pernah mengalami dalam beberapa hari di akhir bulan hanya makan 0,5 bungkus mie instans, dan pernah hanya makan dengan satu bungkus energen per hari selama seminggu.... wuih sesak rasanya dada saya ternyata pas-pasan nomor 2 yang dasyat bagi Pinandhika.... yang kelak setelah di Depok benih typhus yang dibawanya berkembang dan membuat Pinanadhika terkapar harus bedrest selama 1 minggu... Skenario Allah tentunya yang terbaik bagi saya dan Pinandhika, setelah nambah 1 tahun profesinya sebagai Ners..... tak pernah satu kalipun beasiswa mampir kepadanya.... dan saat ini baru saja Pinandhika memulai mempraktekan ilmunya di salah satu RS di Depok....
Era Pinandhika memburu beasiswa sudah berlalu, tapi bukan berarti saya selesai untuk menyiapkan persyaratan beasiswa.... karena alhamdulillah anak saya yang kedua Dea Adhicita lolos SPMB di UI.
Waktu si Dey diterima di UI yang pertama-tama saya urus adalah persyaratan memperoleh pengurangan biaya masuk untuk mahasiswa yang memiliki keterbatasan pembiayaan alias pas-pasan nomor 2 dan yang kedua adalah mencari informasi untuk memperoleh beasiswa PPSDMS. Bagi MABA UI yang berminat memperoleh pengurangan biaya masuk ada wawancara khusus bagi orang tua wali. Wawancara dilakukan dalam dua saringan, saringan pertama oleh BEM dan yang kedua oleh Staf Pengajar Fakultas. Untuk saringan pertama saya dengan mudah lolos, tetapi untuk saringan kedua ternyata alot kayak daging kambing tuaaa. Tidak persis benar sih alotnya karena setiap wali berbeda-beda tingkat alotnya tergantung siapa yang mewawancarai. Saya termasuk yang kadar alotnya pake BGT karena sampai 45 menit lebih dibandingkan yang lain-lain yang hanya kira-kira 15-30 menitan. Saya diwawancarai oleh Ibu Dr. Dini Tjokro Penanggung Jawab Bagian Keuangan Fakultas. Menurut penilaian Ibu Dini, saya bukan termasuk yang harus diberikan beasiswa dibandingkan yang lain yang anaknya banyak dan harus ngekos pula karena dari luar daerah. Tempat tinggal di Depok juga faktor lainnya yang membuat saya bukan kategori yang perlu diberikan beasiswa dengan mudah... nyesek rasanya dada saya. Saya jelaskan kalo saya tidak akan minta sesuatu tanpa alasan .. dan bla...bla...bla ... sampai akhirnya kami berdua (bu Dini dan saya) mengambil jalan tengahnya yang awalnya saya minta uang masuk 4 juta saja menjadi 7 juta setelah nego alot ...
Tentang PPSDMS, ketika ngantri wawancara memperoleh pengurangan biaya masuk saya berkenalan dengan salah satu orang tua wali mahasiswa yang anaknya menjadi penghuni asrama PPSDMS namanya Kindi Miftah Mhs Fak-Ekonomi smester akhir. Wah saya makin kesem-sem dengaan PPSDMS karena boleh mendapat beasiswa dari yang lain-lainnya seperti Kindi yang mendapat beasiswa dari berbagai-bagai sampai membawanya ke Singapura..... keren euy..... tapi di akhir obrolan, rasanya seperti meng-KO saya karena ternyata PPSDMS hanya untuk para LELAKI sedangkan anak saya .... hiks-hiks... untung saya bukan yang berfaham feminis radikal yang bakal melaporkan PPSDMS sangat rasis gender................. hehehe just kiding.... namun demikian saya tetap yakin dari situlah akan muncul sebagai pemimpin Indonesia 5- 10 tahun ke depan.
Sekarang si Adhicitano sudah smester 2 dengan IP smester yang konon katanya dibawah targetnya yaitu 4 tapi sebenarnya lumayan untuk diapresiasi, tapi saya katakan sebagus apapun IPmu belum dapat ”tabik” dari ibumu sebelum mendapat B E A S I S W A (hehe.... hem).
Sepertinya si Adhicitana (demikian salah satu sahabatnya memanggil) menanggung beban sejarah kakaknya yang cukup berat, karena harus membuktikan bahwa di UI lebih mudah untuk memburu beasiswa..... dan saat ini di smester ke dua, dia sedang mencoba melalui Salam UI yaitu beasiswa ”Qatar Charity” dengan persyaratan tentunya telah saya persiapkan sejak jauuuuh sebelum si Adhicitano masuk UI....... Semoga Allah mentaqdirkan kebaikan dimanapun kamu berada Adhicitana.........
Kamis, 27 Maret 2008
Matman
Pernah tau kan game jaduuul banget dah tuh ”MatMan” nama persisnya saya kagak tahu.. yang jelas di keluraga saya frase Matman adalah untuk penyebutan seseorang yang kalo makan kagak bisa berenti hihihi….. sapa tuh…
Pesan Rasulullah SAW : “…….berhentilah makan sebelum kenyang” wah saya payah sering lupa pesan tersebut … saya sering menjelma majadi Matman….. hap-hap-hap terus seperti matman memangsa..
Awal penyebutan tersebut saking susahnya mendeskripsikan saya terhadap kegilaan yang namanya kue tradisional K E L E P O N kue yang terbuat dari ketan dibulat-bulat dalamnya disi gula merah… kalo kelepon sudah ada di depan mata udah deh saya menjelma jadi matman liar si pelahap klepon…. …………….. ditambah lagi anak saya yang pertama akhir-akhir ini sangat suka membuat kue KELEPON walaupun pernah gagal membuatnya, malah makin semangat untuk lagi-lagi-lagi membuat klepon…. Sebetulnya kalo saya sudah selesai menjadi Matman klepon, suka muncul penyesalan yang dalaam, jadi terpikirkan betapa banyak kalori yang sudah masuk ke tubuh saya (untuk kesehatan temtunya).. berapa kg nanti berat badan akan bertambah, padahal di usia yang tidak muda lagi harus bener-bener dapat mengontrol apapun.
Selain saya yang sering menjelma Matman si pelahap klepon, sebagaimana peribahasa yang sudah usang tapi masih tetap dipakai di keluarga saya “ Guru BAK berdiri, murid BAK berlari “ begitulah, saya sebagai Guru di rumah, punya dua murid yang sangat sangat mengikuti apa yang saya ucapkan dan lakukan termasuk manjadi Matman si pelahap klepon…. hap-hap ….hemm
Kalo mau difilosofi-kan ke-Matman-an saya (seperti anak saya yang sangat suka memfilosofi-kan segala sesuatu hal yeahh…. betul anak saya termasuk Matman filosofi) mungkin begini bahwa segala sesuatu harus tidak L E B A Y (istilah anak saya dan peer groupsnya- untuk menyebut berlebihan), kemudian harus bisa menahan diri (menurut anaknya Covey 7 eh sekarang dah 8 habit ktnya “menahan diri =sexy’ ), yang paling-paling .. adalah ada yang selalu mengawasi tanpa saya sadari (ditiru anak-anak).
Matman….. filosofinya adalah untuk sesuatu yang berlebihan, untuk sesuatu yang melenakan dan meninabobokan sampai melampaui batas.... apapun itu................ sehingga melupakan/menabrak rambu-rambu yang sudah ditetapkan-NYA....
Padahal telah jelas di Adz-Dzikr “Makanlah diantara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaanKu, menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaanKu, maka binaslah ia (QS 20 : 81)
Wallahu’alam...
Sabtu, 22 Maret 2008
ojeg alias ojeg
Jumat, 21 Maret 2008, saya dan kawan-kawan memajukan “acara pekanan” kami yang biasanya hari Sabtu menjadi hari Jumat, dengan alasan biar 2 hari bisa full buat keluarga dan kalo ada acara pergi agak jauh ada “free pare”. Alhamdulillah 2 hari full house euy..
Pada pertemuan tersebut ada sesi kultum dari kawan saya tentang siroh di penutupnya menceritakan lebih tepatnya menginformasikan, tentang adanya orang-orang yang memiliki Ghil (penyakit hati -berprasangka buruk-)terhadap sesame muslim, padahal musuh di depan mata eh masih ada yang menjelek-jelekan sesame muslim. Persisnya kawan saya Rabu 19 Maret 2008 yang lalu membaca sebuah majalah yang nama majalahnya tidak terbaca (karena sedang di baca oleh seseorang di atas KA ekonomi Jkt- Bogor) tapi isinya dapat terbaca yang isinya menjelek-jelekan lebih tepatnya sih memfitnah kelompok “Tarbiyah”.
Kenapa saya berani menyebutnya memfitnah karena ada salah salah satu tuduhannya di buku tersebut adalah bahwa kelompok terbiyah itu tidak thaat pada Rasulullah SAW tapi thaat pada Pemimpinnya…. dan di buku tersebut menyebutkan kelompoknyalah kelompok Islam orosinil karena pemimpinnya adalah langsung Rasulullah SAW…. Menurut saya itu merupakan fitnah keji dan membabibuta… padahal menurut Dr HNW bahwa babi saja haram apalagi babi buta sangat haram –intinya sih kalo segala sesuatu tidak boleh berlebihan- lha ini apalagi memfitnah…..
Mari kita lihat secara tenang dan kepala dingin …. Kelompok tarbiyah itu kelompok islam yang sangat terang benderang dan jelas dapat dilihat secara gamblang dari orang-orangnya yang masih hidup maupun yang sudah wafat melalui berbagai jejak langkahnya,… adakah yang seperti tuduhan keji tersebut ? adakah yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW…. adakah pengkultusan terhadap pemimpinnya di dalamnya….. silahkan baca….. baca….. baca….. sepengetahuan saya mereka adalah orang-orang yang benar-benar menegakkan sunnah secara ketat dalam kehidupannya, bisa dilihat dari evaluasi yaumian tarbawiyyahnya…..misalnya.
Silahkan susuri jejaknya yang masih basah oleh keringat perjuangannya untuk menegakkan islam sebagaimana Rasulullah tegakkan, pemikiran-pemikiran pendiri “tarbiyah” ini banyak berserakan, jelas, terang dan gamblang …. Adakah dalam tulisan maupun pemikiran para pendiri “tarbiyah” pernah menjelek-jelekan salah satu kelompok muslim lainnya…. Silahkan cari…… TIDAK ADA !!!... dan tidak akan pernah ditemukan pemimpin tarbiyah menulis atau bicara menjelak-jelekan sesama muslim…..karena sesama muslim adalah saudara…. Sesame muslim adalah satu tubuh… itu pesan gamblang dari Qudwahasanah kaum muslimin RAsulullah Saw.
Apa yang dilakukan si penuduh tersebut bahwa kel. “terbiyah” tidak berqudwah kepada Rasulullah SAW ??? dan siapakah sesungguhnya yang tidak mengikuti pesan Arrasul Muhammad Saw yang jelas dan gamblang tersebut ???
Menurut saya pribadi tidak sepatutnya orang yang mengaku pengikut RAsulullah SAW menuduh sesama muslim “saudaranya sendiri” dengan penuh prasangka buruk, sebaiknya tabayyun dulu dengan mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya bukankah untuk selalu bertabayun atas informasi apapun merupakan pesan Rasulullah juga….. atau sudah lupa pesan yang pendek-pendek….dan mudah-mudah….
Kendaraan boleh beda, pemeliharaan kendaraan boleh beda….tapi kita tetap sama sebagai sesama muslim yang sama-sama Allah Ghoyatun, Al Quran dusturuna, Rasulullah SAW Qudwatuna dan Jihad sabiluna …………. Bukankah begitu………………………... atau…………
Sesama ojeg jangan saling mendahului …..sesama ojeg jangan saling menjegal …sama-sama di jalan yang sama… Wallahu’alambishawab………….
IKLAN nihhh
Hari Rabu tanggal 19 Maret 2008 saya membaca iklan di Republika yang cukup menyentuh yang isinya kurang lebih
Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, karenanya cahaya Islam sampai kepada kita, Suri Tauladan Hidup seorang Muslim,
dengan kasih sayang yang tiada bertepi…..
Saya langsung ingat kisah Rasulullah SAW menjelang wafat karena kasih sayang beliau Saw kepada kita ummatnya, beliau terus menyeru kita…” Ummati ..Ummati.. Ummati..”
Melalui iklan yang tak biasa itu, saya langsung merasa diingatkan, tentunya ada etika umum ketika saya dilimpahi kasih sayang oleh seseorang, saya wajib membalasnya minimal dengan berucap TERIMA KASIH. Apalagi ini tersangkut dengan aqidah saya sebagai seorang muslim … terkait aplikasi syahadah saya sebagai muslim. Lantas saya menggugat diri saya sendiri sudahkah saya selalu beritiba Rasul (selalu mempedomaninya) dalam beraktifitas ? yang mudah-mudah saja misalnya seperti selalu bermuka cerah pada setiap bertemu dengan orang lain…Weeks jujur aja kayaknya agak sulit selalu bermuka cerah misalnya ketika di angkot yang walopun secara gitu loh….jasad saya sangat berdekatan malah berhimpitan dengan orang lain, seringnya saya malah buang muka (untung gak ilang mukanya)……itu satu. Kemudian yang mudah lainnya menyapa dengan salam … kayaknya gak juga, soalnya menyangkut mood c (memang saya agak moody) …tuh kan yang mudah saja tidak saya lakukan dengan istimroriyah (kontinyu/selalu/senantiasa) apalagi menyangkut lain-lainnya…….. ASTAGFIRULLAH…. Bimbinglah hambaMu yang sering mendzolimi diri sendiri ini, untuk dapat beritiba Rasul Mu.
Otak saya memproses lagi tentang ahlaqul karimah yang Rasulullah SAW lakukan sebagai tolok ukur perilaku dalam hidup ini…. antara lain :
· Rasulullah SAW bicara efektif dan efisien, bicara sesuai dengan kefahaman lawan bicara, tidak memaksa, dan memudahkan.
· Rasulullah SAW mendahulukan keluaraga dalam kesukaran dan membelakangkan mereka dalam keberuntungan .
· Halusnya perasaan kemanusiaan dan keluhuran budi Rasulullah SAW diperlihatkan ketika menghadapi WAsyi yang membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib ra yang sangat beliau SAW cintai
· Pemurah dan santun sesuai dengan yang Allah firmankan “ Innaka la’alaa khuluqin adhim” sungguh engkau (ya Muhammad) memiliki akhlaq yang agung. Kepemaafan, kepenyantunan, kelapangan dada dan ketabahan terhadap penderitaan beliau diatas kemampuan para budiman dan fantasi para pujangga. Kesaksian maula beliau SAW Anas bin Malik ra “aku menjadi pembantu beliau SAW sejak aku masih kecil selama 20 tahun, belum pernah beliau berkata “akh”, “kenapa begiituu?” atau kenapa tidak begini atau begitu” (saya..saya..duh sering banged nyap-nyap-istilah dey kalo aku marah-)
· Kerendahan hati Rasulullah SAW sungguh telah mencapai puncaknya. Beliau tidak memperbolehkan orang berdiri untuk menghormati beliau, pernah ada seorang yang berkata pada beliau SAW : “ Hai sebaik-baik manusia”, beliau SAW menjawb: ” sebaik-baik manusia itu Ibrahim AS”
· Keberanian dan perasaan malu terhimpun sekaligus dalam diri beliau SAW. Tentang hal ini berkata Anas bin Malik ra : Adalah Rasulullah SAW sebaik-baik manusia, sepemurah-pemurah manusia. Pernah suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suara maka berbondong-bondaonglah orang menuju arah suara tersebut, mereka dapati Rasulullah SAW telah beraa di tempat suara itu mendahului yang lain beliau bersabda: “ Jangan kaget..jangan kaget, sungguh kuda yang kencang, sungguh cepat sekali ia menghilang”
Kehidupan nabi Muhammad Saw adalah contoh bagi segala amal perbuatan berbagai-bagai kebaikan yang menghimpun budi pekerti yang luhur, dan adat kebiasaan yang baik berdasarkan kehalusan perasaan yang mulia, serasi, dengan dasar-dasar yang agung dan kokoh….
· Bila seorang kaya raya teladanilah ketika beliau jadi Saudagar yang berjalan dengan barang dagangannya dari Hijaz dan Syam
· Bila seorang yang melarat teladanilah ketika beliau yang selalu kekurangan makanan di tengah kel. Abi Tholib
· Bila seorang Raja teladanilah beliau dengan semua sunnah dan amalnya ketika beliau telah menguasaaai seluruh jazirah Arab
· Bila seorang yang lemah teladanilah beliau ketika beliau ada Makkah yang dikusai hukum kaum musyrikin Quraisy.
· Bila seorang panakluk teladanilah beliau ketika beliau sebagai penakluk di perang Badr, Hunain dan penaklukan Makkah (fathu Makkah)
· Bila seorang Guru teladanilah beliau ketika mendidik para shabatnya di Suffah (masjid madinah) yang mampu mencetak sebaik-baik generasi di jagat raya ini “kuntum khoiru ummat”.
· Bila seorang murid teladanilah beliau ketika berguru dengan Malaikat Jibril As.
Kehidupan Muhammad Rasulullah SAW adalah teladan yang baik petunjuk yang indah, yang dapat menyinari kegelapan hidup, sehingga akan selesailah segala yang kusut. Dengan petunjuknya segala beban akan menjadi ringan, dengan sunnahnya segala yang bengkok akan menjadi lurus.. Namun ketika beliau wafat tidak meninggalkan dirham dan dinar untuk keluarganya kecuali seekor keledai putih, dan baju perang yang sedang tergadai di seorang Yahudi.
Sebanyak apapun dituliskan tentang beliau tetap tidak akan dapat memuaskan rasa … seperti telunjuk yang menunjuk gunung…..
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
SELAMAT MENELADANI NABI BESAR MUHAMMAD SAW
yang kasih sayangnya tiada bertepi
ALLAHUMMA SHOLIALA MUHAMMAD WASALIM WABARIK ALAIHI.
Maraji : As-sirah An-Nabawiyyah Abdul Hasan Ali Al Hassany AN-Nadwy
Minggu, 16 Maret 2008
idola
Yang menjadi idola sayapun terus berubah mengikuti putaran selebriti yang sedang naik daun (kayak ulat) sekali waktu pernah kepikiran merasa perlu GBHMI, mungkin hidup saya akan lebih terarah dan cost yang dikelurakan jelas manfaatnya (tidak beli poster melulu). Tapi saya sempat kebingungan kepada siapa saya harus bertanya untuk mendapatkan GBHMI tersebut. Hingga pada suatu kesempatan saya sampai nulis surat pembaca di Majalah Amanah (majalah islam groupnya Kartini) yang isinya tentang kehidupan saya yang tidak memiliki GBHMI. Alhamdulillah dimuat, dan mendapat tanggapan dari 3 orang pembaca dengan menyurati saya langsung ke alamat rumah yang isinya ajakan bergabung dengan komunitasnya, dan ada yang kirim paket buku yang isinya masalah AQIDAH dalam Islam yang ngirim dari Medan… saya belum ngeh ….
Masih dibikin santai saja (buang-buang waktu ya…waktu itu usia saya 27 tahun dey belum lahir)…. Bayangkan sampai usia saya 30 tahun masih mencari-cari GBHMI padahal waktu itu Jihad AFganistan sedang bergelora dan mendapat kemenangan…… betapa ruginya saya tidak berpartisipasi ikut mendoakan jihad mereka karena ketidak tahuan…………… kelak saya merasa menyesal terlambat tahu (dari buku Dr. Abdullah Azzam tentang PERANG AFGHANISTAN yang luar biasa, penuh karomah dan penuh berkah)..
Pada tahun 2002, awal Maret kami hijrah baik secar fisik maupun maknawi….. dan ketika anak pertamaku usia 8 tahun persis saya menemukan apa itu GBHMI…. Seorang muslim wajib hukumnya berqudwatuna kepada Rasulullah Muhammad SAW ….. jadi IDOLA wajib sudah diketahui ………….. hiks hiks telaat untukku tapi Insya Allah tidak untuk anak-cucuku……….. Alhamdulillah.
Disamping idola wajib Nabi SAW (manusia sempurna yang kepadanya tolok ukur kehidupan seharusnya berkiblat), sekarang saya punya idola permanent lain…. yaitu Umar bin Abdul Azis, kenapa Ibn Azis tidak Umar bin Khattab misalnya... saya juga kagum pada Umar Ibn Khattab ra yang termasuk neneknya Umar Ibn Abdul Azis, saya juga mengidolakan para sahabat lainnya dengan kehebatannya masing-masing….yang jelas kalo saya sedang kebagian kultum pasti Ibn Abdul Azis suka saya jadikan contoh orang zuhud, orang wara dan tentunya orang yang dengan waktu yang sangat pendek bisa mengubah negera corrupt jadi negeri yang aman sejahtera hingga sulit mencari mustahik zakat…. yang paliiing suka saya katakan ketika kultum adalah pada masa itu negara sangat aman, sampai harimau (Asad) dan kambing bisa damai…. (halah penting gak sih). Kenapa saya suka Umar bin Abdul Azis……., karena beliau adalah orang yang MENANG ketika dicoba dengan KEKAYAAN dan PANGKAT…. Coba cari sekarang ada gak sih??? (coba siapa ???)….yuk kita review kembali kehebatan beliau…….
Kehebatan Umar bin Abdul Azis adalah :
Umar bin Abd. Azis ra muncul di persimpangan sejarah umat Islam di bawah Bani Umayyah yang korup dan boros (kayaknya sama dengan di Ind. Pen). Sehingga pada saat beliau ditunjuk untuk menggantikan Abdul Malik bin Marwan yang wafat merasa tidak percaya diri karena persoalan internal kerjaan yang kompleks dan ia merupakan bagian dari masa lalu itu. Tapi pilihan atas dirinya bagi keluarga kerajaan adalah sebuah keharusan, karena Umar adalah tokoh yang paling layak untuk posisi ini.
Para ulama sepakat bahwa Umar bin Abdul Azis sebagai pembaharu abad pertama hijriyah. Mungkin indicator kemakmuran pada saat itu agak-agak sulit akan terulang lagi, ketika para amil zakat berkeliling ke kampung-kampung di Afrika tidak ditemukan penerima zakat (sudah jadi Muzaki semua pen.). Negara benar-benar mengalami surplus hingga hutang pribadi ditanggung oleh Negara dan biaya pernikah warga ditanggung oleh Negara (iiih mau dong pen.. sekolah pasti gratis, karena sebagian negera jazirah Arab sampai saat inipun mengratiskan sekolah… gak seperti di kita biaya kuliah yang semakin lama semakin muahal hiks…hiks…).
Umar bin Abdul Azis menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari masa lalu, ia tidak mungkin bisa melakukan perubahan dalam kehidupan Negara yang luas kecuali kalau ia berani memulai dari dirinya sendiri, kemudain melanjutkannya pada keluarga intinya dan seluruh keluarga istana yang lebih besar. Maka langkah pertama yang dilakukan adalah membersihkan dirinya, keluarganya dan istana kerjaan. Dengan tekad itulah ia memulai reformasi yang besar dan abadi dalam sejarah. MEMULAI DARI DIRINYA dan KELUARGAnya.
Gerakan penghematan total dalam penyelenggaraan Negara, langkah ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan langkah pertama, karena pada dasarnya pemerintah telah menunjukkan kredibilitasnya di depan public pada langkah pertama. Sumber pemborosan bisanya terleta pada penyelenggaraan Negara yang tambun, birokrasi yang panjang dan adminstrasi yang rumit tentu saja gaya hidup para penyelenggara Negara direformasi dan restrukturisasi.. sehingga Negara menjadi efektif dan efisien.
Melakukan redistribusi kekayaan Negara secara adil dan mensosialisasikan semangat bisnis dan kewirausahaan di tengah masyarakat. Dengan cara itu Umar memperbesar pendapatan Negara melalui sumber-sumber zakat, pajak dan jizyah.
Itulah yang kemudian terjadi di masa Umar bin Abdul Azis. Jumlah pembayar zakat terus meningkat dengan sendirinya jumlah penerima zakat berkurang sampai pada titik zero.. artinya para mustahik zakat habis secara absolute. Negara mengalami surplus yang diarahkan menjadi subsidi social dan bentuk pembiayaan kebutuhan dasar yang seberanya tidak menjadi tanggungan Negara seperti contohnya biaya pernikahan.
Umar bin Abdul Azis adalah mempertemukan keadilan dan kemakmuran. Ketika orang saleh dan kuat jadi pemimpin untuk menyelesaikan krisis sebuah umat dan bangsa maka Allah SWT memberkahinya.
(dari berbagai sumber)…………..
IKLAN :
PILIHLAH CALON PEMIMPIN SALEH DAN KUAT YANG SIAP MENJADI UMAR bin ABDUL AZIS SEBAGAI TOLOK UKURNYA KETIKA MEMIMPIN…………..
PILIH ACHMAD HERYAWAN UNTUK GUBERNUR JAWA BARAT….. NO 3 YA
XIXIXI………….
