19 Februari
Hidup ini ibarat kate, seperti edaran waktu seharian ajeh …. (kata aye…)
Kehidupan sehari yang diawali waktu subuh, kemudian dhuha, kemudian dzuhur, kemudian asar, kamudian mangrib, ditutup dengan isya, habislah perjalanan waktu kehidupan sehari itu… pada umumnya merasakan begitu cepatnya waktu berlalu, belum ini belum itu dan belum apa-apa, sudah habis edarannya sehari itu .. benar banget banget kata HAB rhm “sesungguhnya kewajiban yang harus dipenuhi lebih banyak dari waktu yang tersedia” makanya ketika pintu-pintu amal kebaikan terbuka dan kemudian tidak dimanfaatkan ”hare gene kemane ajeh” … makanya…. ahsuna amala… ahsanu amala… ahsanu amala…
Begitulah saya ketika 19 Februari lalu jam 04.00 ada bunyi sms dari TTM saya yang isinya “ Wahai ukhty.. usia menjadi bermakna ketika diisi dengan ahsanu amala…
Ijinkan pagi ini aku menyapamu dengan sebait do’a….
Ya Allah pancarkan sinarMu ke hati saudarku, sehingga langkahnya, amalnya, hidupnya senantiasa menerangi segala sesuatu di sekelilingnya…”
Serasa ada yang menarik dengan paksa dari keterlelapan menyia-nyiakan waktu dengan tidak beramal kebaikan…padahal edaran waktu saya sudah “waktu asar”
astaghfirullah… “Hare gene kemane aje “ kata-kata itu menggedor-gedor petala rasa saya…
Jam 5.30 WIB ketika kami masih hahahihi bersama kedua anak saya, TTM saya sms lagi “boleh kah saya masuk di hatimu selalu” saya langsung jawab “ukhty namamu sudah dikapling di hatiku … digrafir di langit-langit stalaktit hatiku”… TTMku menjawab “tolong buka pintu rumahmu”…. Ya Allah Ya Rabb… TTM saya Suarti binti Soetadi alias ummi Aji sudah berdiri di depan pintu rumahku… pagi-pagi bertandang ke rumahku untuk bikin surprise bagiku yang dodol ini…. Haduhhh duuh Ummi Aji…. Engkau memang Teman Tapi Maksaquh….
Bener loh sebetulnya saya ingin seluruh dunia tidak mengingat 19 Februari sebagai milad saya…(masak saya ingiiin bgd miladnya 29 Februari, kan jadi jarang tuh, hanya 4 tahun sekali ya, awalnya sih mau ngaku-ngaku tapi kan orang bisa ngitung kapan saja tahun kabisat… heu heu dodol yah) banyak alasan untuk itu, yang salah satunya adalah MALU dengan amal saya rasanya pengen ngilang deh kalau ingat alasan yang satu ini…. Hhah…(narik napas) dan ketika anak-anak saya biasa-biasa saja waktu dini hari menyapa kami, saya juga biasa saja … dan ketika subuh datang baru anak-anak bilang “Met Milad Momsky” sambil cengangas cengenges gitu dua-duanya… saya membalas dengan khusus pada mereka berdua dengan merengkuh dan mengatakan “terima kasih Dik telah banyak memberikan kebahagiaan padaquh” dan “terima kasih de telah banyak memberikan kebahagiaan padaquh” ya memang nyatanya begitu … berdua kompak menjawab “ahhh mamah jadi malu” dengan makin cengangas cengenges kuadrat….
Eh ternyata… dan ternyata kalau kita sebagai bagian dari jejaring FB milad kita diumumkan pada kawan jejaring kita yah ??? (heu heu baru tahu, padahal di kantor saya ibu-ibu nya semua memilik account FB dan tidak memberi tahukan padaquh.. dan saya juga tidak ingin terlalu banyak kawan di FB… tadinya memiliki FB itu hanya mau ngintip dey saja hha) dan di FB… dua orang Pemuda Kahfi yang merupakan jejaring FB saya mengucapkan milad kepada saya… tapi bagaimanapun itu sangat menyentuh sebuah perhatian yang tulus dan saya mengucapkan jazakumullah khairan katsiron… untuk keduanya …dan dari palung hati yang terdalam saya doakan bagi keduanya semoga sukses … sukses menjadi seorang lelaki seperti di An Nur : 37.
Pada jam 06:23:18 masuk lageh deh seseorang yang mentadzkirah… milad saya melalui sms yang katanya : “Assalamu’alaikum….. Met milad ibunda…, Smoga seiring dng bjalannya waktu, semakin mendekatkan ibunda dengan jannahNya…
Dan diberikan keberkahan umur untuk selalu menyebarkan kebahagian… Terutama bagi orang-orang yang ibunda cintai. Wassalam… (08xxx xxx xxx xx).
Saya doakan bagi pemberi doa ini semoga doa-doa mulianya dikabulkan Allah SWT… dan menjadi bagian dari yang mendapatkan pancaran cahaya ilahiyah (seperti di QS 24 : 36 – 38).
Dan saya menyerah dengan ini semua… dan mensyukuri sajah apa yang terjadi dalam edaran kehidupan saya…..
Ya Allah terima kasih atas karunia ni’matMu berupa orang-orang yang mengingatkan saya pada kebaikan… mengingatkan saya … bahwa saya sudah ada di waktu asar…
Saya ingiiiiiiin dido’akan … terutama sih saya mupeng dido’akan untuk mampu berputar bersama da’wah dan ber-ahsanu amala di dalamnya sampai waktunya habis….
Selasa, 24 Februari 2009
Kamis, 12 Februari 2009
Metamorfusi Bergerak
Satu kata untuk kondisi di rumah saat ini adalah hebohhhh oleh angkatan 88 (edaran waktu dari jam delapan pagi sampai jam delapan malam)….
Angkatan 88 yang diketuai oleh dey adalah ruang waktu aktivitas, padahal yang bener menurut saya bukan angkatan 88 tapi angkatan 78 karena tiap hari berangkat dari rumah selalu jam 7.00 pagi bukan jam 8 dan pulang jam 8.00 malam… setiap hari…. disiplin sekaleh. Dan begitu sampai rumah teng jam 8.00 tidak langsung ganti pakaian tapi langsung sibuk menelpon dan ditelpon tentang “rumah baru dey” Fusi, sampai saya dan kakaknya mengeluarkan bunyi ck…ck…ck …dan komentar serempak:”wow sibuk buuu” …
Di Fusi Dey diamanahi Divisi PSDM, cukup menantang karena harus mengurusi para pengurusnya yang notabene pasti menuntut ketuanya memiliki integritas (iya kan? iya dunk?)… karena di Fusi yang pastinya terdiri dari sekumpulan pemuda Kahfi atau minimal mengharapkan ingin menjadi “Pemuda Kahfi” tentunya menuntut pemimpinnya Pemuda Kahfi pula, dan atau minimal sedang berproses kearah sana… jadi ... saya pikir ini kesempatan baik bagi dey berenang sambil nyari mutiara…pasti akan memberikan pembelajaran untuk peningkatan ruhiyah dan tsaqofahnya…... semoga….amin ya Allah…
Waktu pertama ditawari untuk masuk PSDM Fusi, dey sms minta ijin saya … saya katakan “itu tantangan dey, untuk menjadi lebih baik” … insya Allah …
Saya berharap dengan masuknya dey di Fusi dan diamanahi sebagai yang men”tadzkirah” dey akan selalu ingat tadzkirahNya…. “Kebencian di sisi Allah, bagi yang mengatakan tapi belum mengamalkan” (QS Ash Ashaff:3)…. berat sekaleh…
Saya tekanken ayuk atuh… kamu harusnya makin “keren” tidak hanya “keren hahay”, tapi harus KEREN sekale…. seperti partainya Pa Musholi dan Bu Sita Soekanto …. Partai Keren Sekale….hhe
Untuk menjadi KEREN hanya ada satu caranya yaitu senantiasa berputar/bergerak dalam garis edarNya… karena, Bergerak itu sehat…. Bergerak itu hidup…. sedangkan diam itu penyakit (air yang diam sumber penyakit), diam itu mati. Bergerak itu indah… Bergerak itu bahagia… ada salah satu peribahasa yang saya ambil dengan gaya bebas “bergerak-gerak dahulu bermenang-menang kemudian”… v _ v
Merupakan kebahagiaan yang tak terhingga bagi saya, ketika melihat ada sekumpulan para pemuda selalu bergerak kearah kebaikan…. dan mengkampanyekan kebaikan…. kemudian komitmen menjadi mu’mun haqqan yang akan membuat pertolonganNya turun…… metamorfusi Fastaqim……………
Wallahu’alam bishowab……………..
Satu kata untuk kondisi di rumah saat ini adalah hebohhhh oleh angkatan 88 (edaran waktu dari jam delapan pagi sampai jam delapan malam)….
Angkatan 88 yang diketuai oleh dey adalah ruang waktu aktivitas, padahal yang bener menurut saya bukan angkatan 88 tapi angkatan 78 karena tiap hari berangkat dari rumah selalu jam 7.00 pagi bukan jam 8 dan pulang jam 8.00 malam… setiap hari…. disiplin sekaleh. Dan begitu sampai rumah teng jam 8.00 tidak langsung ganti pakaian tapi langsung sibuk menelpon dan ditelpon tentang “rumah baru dey” Fusi, sampai saya dan kakaknya mengeluarkan bunyi ck…ck…ck …dan komentar serempak:”wow sibuk buuu” …
Di Fusi Dey diamanahi Divisi PSDM, cukup menantang karena harus mengurusi para pengurusnya yang notabene pasti menuntut ketuanya memiliki integritas (iya kan? iya dunk?)… karena di Fusi yang pastinya terdiri dari sekumpulan pemuda Kahfi atau minimal mengharapkan ingin menjadi “Pemuda Kahfi” tentunya menuntut pemimpinnya Pemuda Kahfi pula, dan atau minimal sedang berproses kearah sana… jadi ... saya pikir ini kesempatan baik bagi dey berenang sambil nyari mutiara…pasti akan memberikan pembelajaran untuk peningkatan ruhiyah dan tsaqofahnya…... semoga….amin ya Allah…
Waktu pertama ditawari untuk masuk PSDM Fusi, dey sms minta ijin saya … saya katakan “itu tantangan dey, untuk menjadi lebih baik” … insya Allah …
Saya berharap dengan masuknya dey di Fusi dan diamanahi sebagai yang men”tadzkirah” dey akan selalu ingat tadzkirahNya…. “Kebencian di sisi Allah, bagi yang mengatakan tapi belum mengamalkan” (QS Ash Ashaff:3)…. berat sekaleh…
Saya tekanken ayuk atuh… kamu harusnya makin “keren” tidak hanya “keren hahay”, tapi harus KEREN sekale…. seperti partainya Pa Musholi dan Bu Sita Soekanto …. Partai Keren Sekale….hhe
Untuk menjadi KEREN hanya ada satu caranya yaitu senantiasa berputar/bergerak dalam garis edarNya… karena, Bergerak itu sehat…. Bergerak itu hidup…. sedangkan diam itu penyakit (air yang diam sumber penyakit), diam itu mati. Bergerak itu indah… Bergerak itu bahagia… ada salah satu peribahasa yang saya ambil dengan gaya bebas “bergerak-gerak dahulu bermenang-menang kemudian”… v _ v
Merupakan kebahagiaan yang tak terhingga bagi saya, ketika melihat ada sekumpulan para pemuda selalu bergerak kearah kebaikan…. dan mengkampanyekan kebaikan…. kemudian komitmen menjadi mu’mun haqqan yang akan membuat pertolonganNya turun…… metamorfusi Fastaqim……………
Wallahu’alam bishowab……………..
Senin, 26 Januari 2009
KEPEK-AN …
Saya mau cerita tentang pengalaman saya yang sangat tidak mengenakan dan memalukan di pertengahan Januari tahun 2009 ini, agak-agak dodol sih (kalau kata anak saya).
Begini ceritanya (hhe): Berawal dari kegiatan sederhana kami “menyapa dengan apa yang kita punya” Ibu-Ibu anak-anak yatim (orang tua tunggal) di Kalibaru. Kegiatan yang sederhana seperti yang lalu-lalu acaranya terdiri dari sapaan hangat dari pengurus kemudian diawali dengan tilawah, yang dilanjutkan dengan ceramah atau kultum (karena memang tidak panjang lebar tapi saya rasa lebih 7 menit… jadi apah namanyah yah ???) diakhiri dengan do’a. Ketika selesai doa baru deh pemberian cendra mata atau bingkisan buat anaknya di rumah (karena biasanya anaknya tidak ikut serta ---tentunya maksudnya anak yatimnya hhe dasaaar---) diberikan.
Oya untuk pencermah biasanya nyari dari luar (yang gratisss !!! Hhe), kalau tidak dapat yang gratisan dari luar terpaksa deh kita-kita yang ngultumin katanya sih wajib digilir…. (duuh bagi saya hal inilah yang bikin resah, karena takut kebagian kultum hhuuhuu ngabayanginnya ajah udah keluar keringat dingin segede-gede biji kemiri kayaknya bagi saya lebih baik makan deh dari pada disuruh ngomong di depan ibu-ibu majlis ta’lim…... betull.....sirius).
Pada kegiatan 2 bulan yang lalu kalau tidak salah bulan November 2008 (oya kegiatan dilaksanakan setiap 2 bulanan) alhamdulillah ada dermawan yang baik hati (pastilah rajin menabung :P) salah seorang Aleg dari PKS Jabar yang memberikan tambahan santunan sehingga oleh-oleh yang dibawa ibu-ibu anak yatim pada waktu itu lumayanlah… dan alhmadulillahnya lagi beliau (Bapak Drs. Beni Bambang Erawan--- duuuh mohon kereksi nih pada Azka pemilik Hakuna Matata mohon maaf kalau nama dan titelnya salah eja) mau sekaligus memberikan ceramah, HORE BANGET deh dan luaarrr biassaa… eeeh subhanallah-subahanallah pisan lah … udah keluar hepeng keluar suara pula…. Hhe terima kasih Pa Beni… ditunggu santunan berikutnya…:P
Acara berjalan dengan amat sangat memuaskan bayangkan saja yang memberikan ceramah Bapak Anggota DPR Wakil Rakyat Yang Terhormat di komunitas ibu-ibu anak yatim sederhana yang jumlahnya 50 orang… dan isi ceramahnya segar-segar hore… terbukti banyak yang nanya… isi ceramahnya tentang kasih sayang (bisa banget deh soalnya cerita pengalaman langsung di keluarga beliau ..… ya lah kel. si Hakuna Matata).
Untuk kegiatan kali ini (Januari 2009) nampaknya menghadapi beberapa masalah dalam pelaksanaannya yang pertama belum ada pembicara, yang kedua belum ada dana (no hepeng bah) untuk diberikan kepada anak-anak yatim sebagai oleh-oleh (memang sih sudah ada yang dapat bea siswa dari Qatar Charity hanya beberapa gelintir saja), kami sedang mencari donatur namun sampai saat ini belum ada yang tembus….padahal jadwal 2 bulanan sudah lewat seminggu dari yang seharusnya….
Bagaimanapun keadaannya acara harus dilaksanakan… begitu yang ada di hati kami.. ada sisa uang yang lalu namun belum mencukupi jadi akhirnya kita saling berbisik di telinga … ayo-ayo-ayo beramalah-beramalah-beramalah… “Okey acara santunan jadi tanggal 17 januari 2009” kata Kak Dani (si ujung tombak kegiatan) via sms ke saya lalu saya distribusikan tuh informasi ke saudara-saudara saya yang lain… dan mengabarkan harus ada pembicara dari kita karena pembicara dari luar sedang ada acara lain pada waktu yang bersamaan… yah okeh kita tunjuk ibu Wiwik dan sebagai “tandem” adalah mba Cici… okey untuk konsumsi snack semua pengurus WAJIB pada bawa untuk 60 orang (ibu anak yatim dan kita-kita)… memang betul-betul sederhana sekale…
Saya yang selalu jadi tempat curhat “si ujung tombak” acara ini merasa tenang akhirnya akan jalan tuh kegiatan santunan walau sangat-sangat sederhana “cendramatanya” disesuaikan dengan dana serabutan yang ada…. Tanggal 16 Januari malam jam 21.00 “si ujung tombak” sms saya “buuu belum ada pembicara bu Wiwik gak bisa karena harus masuk kantor ada yang harus diselesaikan… jadi untuk tandem mbak Cici anti sajah yah” saya balas smsnya “mbak saya bukan tabliger lagi pula saya harus selalu pake ngelihat buku suka gak hapal.. yang lain saja okeh” sms dijawab “okeh deh tapi siap-siap saja untuk ganti mbak Cici”..
Akhirnya malam itu saya tidur jam 23.40 mencari bahan sebagai materi cadangan yang akan disampaikan dan membuat pointernya di kertas yang sudah dilipat kecil-kecil untuk berjaga-jaga… walau sebagai tandem kan tetap harus menyiapkan diri… begituh…
Tanggal 17 Januari pagi jam 7.00 saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya snack, alqur’an, buku-buku dan kepek-an pointer bahan ngomong… disiapkan di meja tamu biar gak lupa… gak terasa sudah jam 09.00 padahal acara dimulai jam 09.00 saya sih tenang ajah malah sengaja agak siang biar mba Cici sajah …
Sampai tempat kegiatan ibu-ibu anak yatim sudah pada hadir, mbak Dani “si ujung tombak” wara-wiri dg muka senyum basi … ternyata mbak Cici belum datang… dan katanya “buuu siap ngomong yah”… haduuuh … tenang sih kan sudah ada kepek-an tinggal dilihat-lihat ajah apa yang akan diomongkan… saya buka tas untuk ngambil kepekan ternyata GAK ADA dibolak-balik tas tetap dan keukeuh GAK ADA di tas alias tak terbawa …. Huu huu huuu pasti ketinggalan di meja tamu ituh…sedangkan saya sudah diperkenalkan oleh MC sebagai yang akan ngomong… YA ALLAH…. Bener-bener… kalut… tapi harus ngomong…. “Piye mbak dani kepek-an saya TERTINGGAL .. umm..yang saya ingat saja yah” kata saya (dengan gugup)….. akhirnya saya ngomong (mungkin) gak karuan jauh dari tenang dan sangaaaat jauuuh dari berbicara dengan sistematis dan pastinya GARING bangets……………terbukti gak ada yang mau nanya Wakwaawwww….Duuuuh ampuuuun gusti Allah…..
Semampu saya ya Allah……………
Saya mau cerita tentang pengalaman saya yang sangat tidak mengenakan dan memalukan di pertengahan Januari tahun 2009 ini, agak-agak dodol sih (kalau kata anak saya).
Begini ceritanya (hhe): Berawal dari kegiatan sederhana kami “menyapa dengan apa yang kita punya” Ibu-Ibu anak-anak yatim (orang tua tunggal) di Kalibaru. Kegiatan yang sederhana seperti yang lalu-lalu acaranya terdiri dari sapaan hangat dari pengurus kemudian diawali dengan tilawah, yang dilanjutkan dengan ceramah atau kultum (karena memang tidak panjang lebar tapi saya rasa lebih 7 menit… jadi apah namanyah yah ???) diakhiri dengan do’a. Ketika selesai doa baru deh pemberian cendra mata atau bingkisan buat anaknya di rumah (karena biasanya anaknya tidak ikut serta ---tentunya maksudnya anak yatimnya hhe dasaaar---) diberikan.
Oya untuk pencermah biasanya nyari dari luar (yang gratisss !!! Hhe), kalau tidak dapat yang gratisan dari luar terpaksa deh kita-kita yang ngultumin katanya sih wajib digilir…. (duuh bagi saya hal inilah yang bikin resah, karena takut kebagian kultum hhuuhuu ngabayanginnya ajah udah keluar keringat dingin segede-gede biji kemiri kayaknya bagi saya lebih baik makan deh dari pada disuruh ngomong di depan ibu-ibu majlis ta’lim…... betull.....sirius).
Pada kegiatan 2 bulan yang lalu kalau tidak salah bulan November 2008 (oya kegiatan dilaksanakan setiap 2 bulanan) alhamdulillah ada dermawan yang baik hati (pastilah rajin menabung :P) salah seorang Aleg dari PKS Jabar yang memberikan tambahan santunan sehingga oleh-oleh yang dibawa ibu-ibu anak yatim pada waktu itu lumayanlah… dan alhmadulillahnya lagi beliau (Bapak Drs. Beni Bambang Erawan--- duuuh mohon kereksi nih pada Azka pemilik Hakuna Matata mohon maaf kalau nama dan titelnya salah eja) mau sekaligus memberikan ceramah, HORE BANGET deh dan luaarrr biassaa… eeeh subhanallah-subahanallah pisan lah … udah keluar hepeng keluar suara pula…. Hhe terima kasih Pa Beni… ditunggu santunan berikutnya…:P
Acara berjalan dengan amat sangat memuaskan bayangkan saja yang memberikan ceramah Bapak Anggota DPR Wakil Rakyat Yang Terhormat di komunitas ibu-ibu anak yatim sederhana yang jumlahnya 50 orang… dan isi ceramahnya segar-segar hore… terbukti banyak yang nanya… isi ceramahnya tentang kasih sayang (bisa banget deh soalnya cerita pengalaman langsung di keluarga beliau ..… ya lah kel. si Hakuna Matata).
Untuk kegiatan kali ini (Januari 2009) nampaknya menghadapi beberapa masalah dalam pelaksanaannya yang pertama belum ada pembicara, yang kedua belum ada dana (no hepeng bah) untuk diberikan kepada anak-anak yatim sebagai oleh-oleh (memang sih sudah ada yang dapat bea siswa dari Qatar Charity hanya beberapa gelintir saja), kami sedang mencari donatur namun sampai saat ini belum ada yang tembus….padahal jadwal 2 bulanan sudah lewat seminggu dari yang seharusnya….
Bagaimanapun keadaannya acara harus dilaksanakan… begitu yang ada di hati kami.. ada sisa uang yang lalu namun belum mencukupi jadi akhirnya kita saling berbisik di telinga … ayo-ayo-ayo beramalah-beramalah-beramalah… “Okey acara santunan jadi tanggal 17 januari 2009” kata Kak Dani (si ujung tombak kegiatan) via sms ke saya lalu saya distribusikan tuh informasi ke saudara-saudara saya yang lain… dan mengabarkan harus ada pembicara dari kita karena pembicara dari luar sedang ada acara lain pada waktu yang bersamaan… yah okeh kita tunjuk ibu Wiwik dan sebagai “tandem” adalah mba Cici… okey untuk konsumsi snack semua pengurus WAJIB pada bawa untuk 60 orang (ibu anak yatim dan kita-kita)… memang betul-betul sederhana sekale…
Saya yang selalu jadi tempat curhat “si ujung tombak” acara ini merasa tenang akhirnya akan jalan tuh kegiatan santunan walau sangat-sangat sederhana “cendramatanya” disesuaikan dengan dana serabutan yang ada…. Tanggal 16 Januari malam jam 21.00 “si ujung tombak” sms saya “buuu belum ada pembicara bu Wiwik gak bisa karena harus masuk kantor ada yang harus diselesaikan… jadi untuk tandem mbak Cici anti sajah yah” saya balas smsnya “mbak saya bukan tabliger lagi pula saya harus selalu pake ngelihat buku suka gak hapal.. yang lain saja okeh” sms dijawab “okeh deh tapi siap-siap saja untuk ganti mbak Cici”..
Akhirnya malam itu saya tidur jam 23.40 mencari bahan sebagai materi cadangan yang akan disampaikan dan membuat pointernya di kertas yang sudah dilipat kecil-kecil untuk berjaga-jaga… walau sebagai tandem kan tetap harus menyiapkan diri… begituh…
Tanggal 17 Januari pagi jam 7.00 saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya snack, alqur’an, buku-buku dan kepek-an pointer bahan ngomong… disiapkan di meja tamu biar gak lupa… gak terasa sudah jam 09.00 padahal acara dimulai jam 09.00 saya sih tenang ajah malah sengaja agak siang biar mba Cici sajah …
Sampai tempat kegiatan ibu-ibu anak yatim sudah pada hadir, mbak Dani “si ujung tombak” wara-wiri dg muka senyum basi … ternyata mbak Cici belum datang… dan katanya “buuu siap ngomong yah”… haduuuh … tenang sih kan sudah ada kepek-an tinggal dilihat-lihat ajah apa yang akan diomongkan… saya buka tas untuk ngambil kepekan ternyata GAK ADA dibolak-balik tas tetap dan keukeuh GAK ADA di tas alias tak terbawa …. Huu huu huuu pasti ketinggalan di meja tamu ituh…sedangkan saya sudah diperkenalkan oleh MC sebagai yang akan ngomong… YA ALLAH…. Bener-bener… kalut… tapi harus ngomong…. “Piye mbak dani kepek-an saya TERTINGGAL .. umm..yang saya ingat saja yah” kata saya (dengan gugup)….. akhirnya saya ngomong (mungkin) gak karuan jauh dari tenang dan sangaaaat jauuuh dari berbicara dengan sistematis dan pastinya GARING bangets……………terbukti gak ada yang mau nanya Wakwaawwww….Duuuuh ampuuuun gusti Allah…..
Semampu saya ya Allah……………
Rabu, 07 Januari 2009
Pak Sekjen Deptan yang keren nilai-nilai
wusss ...arahan Sekjen Deptan Dr. Ir. Hasanuddin Ibrahim, Sp.I untuk tim penilai jabfung POPT berubah jadi ruangan penyejuk jiwa...
Wuihhh coba semua pejabat pemerintah seperti Pak Sekjen kami, arahan pejabat eselon I yang biasanya "penuh instruksi kaku" jadi bener-bener rihlah jiwa para penilai jabatan fungsional penyuluh pertanian dan pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT)
kata beliau juklak dan juknis jabfung itu instrumen yang kaku dan mati.... instrumen utama dalam menjalankan semua tugas yang diemban adalah manusia dengan seperangkat nilai-nilai yang dianutnya.
Oleh karenanya hambatan yang berupa nilai negatif harus dikembalikan pada koridor yang benar.
Beliau menyarankan tim penilai jabfung, ketika melaksanakan tugasnya untuk sering-sering ingat tentang tujuan penciptaan manusia, tugas yang diemban manusia, pertanggung jawaban dari setiap amanah.....dan yang paling PASTI dari diri kita akan MATI....
Beliau juga menekankan perlunya kerja jamaah (team work) yang produktif, positif dan memiliki amal unggulan....
Pak Sekjen kami memang KEREN euy ... Selamat ya pa ...selamat menjadikan setiap pertemuan menjadi ladang amal bagi Bapak.... aminnn..
wusss ...arahan Sekjen Deptan Dr. Ir. Hasanuddin Ibrahim, Sp.I untuk tim penilai jabfung POPT berubah jadi ruangan penyejuk jiwa...
Wuihhh coba semua pejabat pemerintah seperti Pak Sekjen kami, arahan pejabat eselon I yang biasanya "penuh instruksi kaku" jadi bener-bener rihlah jiwa para penilai jabatan fungsional penyuluh pertanian dan pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT)
kata beliau juklak dan juknis jabfung itu instrumen yang kaku dan mati.... instrumen utama dalam menjalankan semua tugas yang diemban adalah manusia dengan seperangkat nilai-nilai yang dianutnya.
Oleh karenanya hambatan yang berupa nilai negatif harus dikembalikan pada koridor yang benar.
Beliau menyarankan tim penilai jabfung, ketika melaksanakan tugasnya untuk sering-sering ingat tentang tujuan penciptaan manusia, tugas yang diemban manusia, pertanggung jawaban dari setiap amanah.....dan yang paling PASTI dari diri kita akan MATI....
Beliau juga menekankan perlunya kerja jamaah (team work) yang produktif, positif dan memiliki amal unggulan....
Pak Sekjen kami memang KEREN euy ... Selamat ya pa ...selamat menjadikan setiap pertemuan menjadi ladang amal bagi Bapak.... aminnn..
Rabu, 31 Desember 2008
RESOLUSI DEY & ME
Saya (dan sebagian besar manusia lainya mungkiiin...) banyak lupa, untuk perubahan kebaikan sajah perlu momentum... yah seperti momentum tahun baru misalnya... Padahal sebagai seorang muslim yang beri'tibaRasul pasti setiap aktivitas ada pengingatnya melalui do'a-do'a... yak kan setiap aktivitas yang akan kita lakukan pasti deh ada do'anya...
Hiruk pikuk tahun baru yang dirayakan secara salah kaprah oleh sebagian besar kita adalah karena tidak terinternalisasinya makna do'a-do'a yang selalu kita lantunkan... Misalnya doa sederhana mau tidur Bissmikaallahumma ahya wa bismika amut –Atas namaMu ya Allah aku dihidupkan dan atas namaMu aku dimatikan-- kalau kita memaknai dengan “sirius” (bukan teman James Potter) setiap kita bangun tidur pagi hari berarti hidup baru, karena ketika kita tidur kita dimatikanNya... Jadi ..jadi setiap hari adalah kehidupan baru... ya...ya... setiap hari kita diberi kehidupan baru setelah dimatikan... yap harusnya saya tiap hari bikin resolusi yang beri'tibarasullullah SAW “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” atau “sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” atau “sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya”, dll, dst, berusaha dengan tekad yang kokoh menjadi seperti itu.
Yeah ternyata saya dan crew Cikumpa 86 perlu bantuan momentum untuk membuat resolusi perbaikan diri .... seperti momentum tahun baru ini ...
Dipenghujung tahun 2008 menjelang 2009 ada khabar yang menggembirakan bagi sayahhh... yaitu Dey tidak akan terlalu banyak memegang amanah organisasi setelah MPM di 2008 yang ngeksis abisnya sudah habis... Selama tahun 2008 Dey jarang di rumah kecuali sakit... dalam sepekan yang 7 hari itu selalu berputar kayak gasing... MPM, SMA, SMP, dll... rumah adalah hanya pelabuhan terakhir sajah ketika kapalnya koyak dihantam gelombang.... heuheu....piss dey.
Di tahun 2009 rencana Dey akan kembali ke khittah yaitu di ROHIS sajah... ups baguslah biar bisa membereskan “rumah jiwanya” yang selama ini terbengkalai tak teratur (gulma-gulma liar tumbuh tak terutur, kaca jendela hati yang agak buram, dll,dst). Banyak hal yang herus dibenahi seperti hapalan yang stag setelah surat Arrahaman sebagai ujian praktek Ujian Akhir Sekolah SMAnya... trus tsaqofah keislamannya seperti tahsin, tahfidz, dll, dst, juga bahasa Inggrisnya yang masih amburadul-dul-dul (Dey mupeng kursus ... dan tidak pernah terlaksana karena hambatan asasi di keluarga) ngantri untuk dibenahi...
Yeah resulusi dey di tahun 2009 adalah menjadi “Arwen” yang selalu membersihkan dan merapihkan jiwanya. Dey kan suka banget film “Lord of the Ring” jadi personifikasi rabbaniyahnya dey adalah menjadi seperti “elf” .... syah-syah saja dey seperti... asal untuk menjadi lebih baik... Iya saya katakan pada dey “ayo dey sangkutkan jiwamu pada yang memiliki energi kehidupan ini, niscaya kamu akan berkelimpahan energi kebaikan untuk bergerak”.... bergerak yang dibimbingNya... Insya Allah....Bissmillah....
Ketika Dey tanya saya apa resolusi saya di tahun 2009...saya jawab “emmhh apa yah kalau bilang menjadi lebih baik dari tahun kemarin kan klise banget yah” ...
Lamaaaa saya tidak bisa menjawab secara spesifik pertanyaan Dey.... lalu saya bilang ajah “mamah mau ganti casing biar jadi PD kalau lagi direct selling”....Wakwawwww dey ngakak....
Warnet, 4 Muharram 1430 H
1 Januari 2008
Saya (dan sebagian besar manusia lainya mungkiiin...) banyak lupa, untuk perubahan kebaikan sajah perlu momentum... yah seperti momentum tahun baru misalnya... Padahal sebagai seorang muslim yang beri'tibaRasul pasti setiap aktivitas ada pengingatnya melalui do'a-do'a... yak kan setiap aktivitas yang akan kita lakukan pasti deh ada do'anya...
Hiruk pikuk tahun baru yang dirayakan secara salah kaprah oleh sebagian besar kita adalah karena tidak terinternalisasinya makna do'a-do'a yang selalu kita lantunkan... Misalnya doa sederhana mau tidur Bissmikaallahumma ahya wa bismika amut –Atas namaMu ya Allah aku dihidupkan dan atas namaMu aku dimatikan-- kalau kita memaknai dengan “sirius” (bukan teman James Potter) setiap kita bangun tidur pagi hari berarti hidup baru, karena ketika kita tidur kita dimatikanNya... Jadi ..jadi setiap hari adalah kehidupan baru... ya...ya... setiap hari kita diberi kehidupan baru setelah dimatikan... yap harusnya saya tiap hari bikin resolusi yang beri'tibarasullullah SAW “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” atau “sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” atau “sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya”, dll, dst, berusaha dengan tekad yang kokoh menjadi seperti itu.
Yeah ternyata saya dan crew Cikumpa 86 perlu bantuan momentum untuk membuat resolusi perbaikan diri .... seperti momentum tahun baru ini ...
Dipenghujung tahun 2008 menjelang 2009 ada khabar yang menggembirakan bagi sayahhh... yaitu Dey tidak akan terlalu banyak memegang amanah organisasi setelah MPM di 2008 yang ngeksis abisnya sudah habis... Selama tahun 2008 Dey jarang di rumah kecuali sakit... dalam sepekan yang 7 hari itu selalu berputar kayak gasing... MPM, SMA, SMP, dll... rumah adalah hanya pelabuhan terakhir sajah ketika kapalnya koyak dihantam gelombang.... heuheu....piss dey.
Di tahun 2009 rencana Dey akan kembali ke khittah yaitu di ROHIS sajah... ups baguslah biar bisa membereskan “rumah jiwanya” yang selama ini terbengkalai tak teratur (gulma-gulma liar tumbuh tak terutur, kaca jendela hati yang agak buram, dll,dst). Banyak hal yang herus dibenahi seperti hapalan yang stag setelah surat Arrahaman sebagai ujian praktek Ujian Akhir Sekolah SMAnya... trus tsaqofah keislamannya seperti tahsin, tahfidz, dll, dst, juga bahasa Inggrisnya yang masih amburadul-dul-dul (Dey mupeng kursus ... dan tidak pernah terlaksana karena hambatan asasi di keluarga) ngantri untuk dibenahi...
Yeah resulusi dey di tahun 2009 adalah menjadi “Arwen” yang selalu membersihkan dan merapihkan jiwanya. Dey kan suka banget film “Lord of the Ring” jadi personifikasi rabbaniyahnya dey adalah menjadi seperti “elf” .... syah-syah saja dey seperti... asal untuk menjadi lebih baik... Iya saya katakan pada dey “ayo dey sangkutkan jiwamu pada yang memiliki energi kehidupan ini, niscaya kamu akan berkelimpahan energi kebaikan untuk bergerak”.... bergerak yang dibimbingNya... Insya Allah....Bissmillah....
Ketika Dey tanya saya apa resolusi saya di tahun 2009...saya jawab “emmhh apa yah kalau bilang menjadi lebih baik dari tahun kemarin kan klise banget yah” ...
Lamaaaa saya tidak bisa menjawab secara spesifik pertanyaan Dey.... lalu saya bilang ajah “mamah mau ganti casing biar jadi PD kalau lagi direct selling”....Wakwawwww dey ngakak....
Warnet, 4 Muharram 1430 H
1 Januari 2008
Kamis, 18 Desember 2008
UAS Dey
Sejak Kamis 11 Desember 2008 si dey sedang UAS dan kena “rewel disorder” yang sangat berat penyebabnya beberapa hal :
1. Masalah jabatan rangkap sekum dan bendum (halah de..de maruk kamuh kayak beberapa petinggi partai yang suka rangkap jabatan) yang dicereweti Pa Ketunya.
2. Kondisi tubuh yang tidak fit
3. Ada salah satu kakak seniornya yang ”wafat” dengan tragis
4. Tidak bisa turut serta turun ”aksi” ke gedung DPR/MPR
5. Pengesahan Badan Hukum Pendidikan (BPH)
Jadi.....jadi....karena hal tersebut di atas, yang harusnya siap tempur UAS malah jadi flu yang menderu-deru diserta bunyi knalpot bemo ”jaman baheula” yang mengganggu sekaleh haduh-duh... selesai UAS hari pertama langsung sms saya dan katanya ”mah do’akeun smester inih asal lulus ajah yah!” weleh-weleh !!!... kalau saya seh cuman bilang ”tolong photo-photo gak sopan kamu bersamakuh di blog dihapus” gak nyambung ya... nanti deh ada caption khusus tentang ’tren” di rumah kami ngomong gak nyambung...
(De..de... kamuh jadi menurunkan target IP muh ...jadi minimalis begituh.... entah ???.)
Di hari ke dua UAS dey sms ”aku sakit banget....jadi langsung pulang”... hah kalau sudah begitu alias kagak lama-lama di kampus pasti sakit yang cukup serius, saya langsung sms kakaknya di RS HGA biar adik semata wayangnya segera di bawa ke dokter.... (tenang seh... kan deket antara rumah ke HGA gak sampai lima menit pakai ojeg.). Ketika saya sampai di rumah jam 19.00 si dey sedang ”ngaringkuk” tidur ... dan ternyata tidak mau ke dokter... piye ni anak... saya ngomong ”merepet” kayak petasan cabe rawit. Karena gak tahan dengan cabe rawit saya, dey bangun... eeeh tak lama ada telepon dari K. Tegar yang menginformasikan Nomi temannya jatuh dari lantai 7 PGC kontan si dey teriak dan nangis sedih karena hari Senin lalu baru bertegur sapa dengannya...
Kemudian si dey cerita tentang kakak seniornya di FPsi yang meninggal karena jatuh dari lantai 7 PGC dengan gemetaran... (walaupun sakit dey masih tetep ngobrol cuman dengan gaya loyo). Cerita dilanjutkan dengan rencana BEM UI unjuk rasa dengan isu BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang akan disyahkan oleh DPR....dey sangat menyesali tidak bisa ikut unjuk rasa karena masih UAS... Untuk BHP ini saya juga turut berkomentar banyak... gemes ajah sama pemerintah dan DPR ... mereka (para Menteri & jajarannya dan para anggota DPR) sudah putus empatinya terhadap rakyat kebanyakan seperti saya ini (yang bermimpi anak cucu menjadi insan cendekia ”yang Allah tinggikan derajatnya karena ilmunya”....) yang ingin memutus kebodohan....
Menurut Dey yang dipermasalahkan pasal 41 ayat (8) UU BHP ........... (1/3 biaya operasional dibebankan kepada mahasiswa khawatirnya akan ditafsirkan semau-maunya), legitimasi otonomi kampus kian tidak terbendung...... trus trus dampak luasnya kebodohan struktural yang merupakan ibu kandung kemiskinan struktural semakin membengkak - menggelembung.... lalu ....pecah menjadi penyakit sosial yang bikin resah.
(Dipintu gerbang PTN-PTN... dipasang spanduk HANYA UNTUK yang BERUANG....)
Hari berikutnya UAS seperti biasa ... dey ngsms saya ”kak Nomi akhirnya meninggal tadi pagi, karena aku masih sakit jadi gak ikut ta’ziah” saya jawab ”ya wis pulang ajah sanah istirahat makan yang hangat-hangat dan minum yang hangat-hangat”.
Dey masih gundah dengan berbagai hal, ups walau demikian masih ada satu gosip hot yang lupa dey ceritain sebagai ”breaking news” hari senin tanggal 15 Desember lalu... apa itu??? ... huaha tentang banyak BPH =barisan patah hati di kampusnya hari senin itu... saya komentar ”memang siapa yang walimah dey?” ”ikhwan or akhwat dey?”... ”yak pastinya ikhwan dan akhwat lah mah masak ikhwan ma ihkwan ...hehe!” katanya, oouh begituh... hehehe...
UAS hari Kamis 18 Des 2008 jadwalnya jam 14.00 WIB, sekitar jam 17.00 WIB dey sms saya ”mah aku kram perut sampai muntah-muntah” saya jawab ”cepeeet pulaaaang istirahaaaaaaat”... jawabnya ”iya mah”... waduh si dea kenapa pikir saya... Saya buru-buru pulang di raden saleh mampir dulu beli yang hangat-hangat buat dey.... sampai rumah saya manggil-manggil dea...dea...dea... yang keluar eh teh Dhika ” teh mana si dea katanya tadi di kampus muntah-muntah” ... saya pikir ngumpet.... ternyata.... Wakwaaaw si dea belum sampai... keduluan sama saya.... dasar dudul tuh anak....
Setelah saya shalat maghrib baru deh si dey muncul dengan sangat heboh pengen diperhatikan ”aku tadi kram perut dan muntah huhuhu” terus nyeroscos ”habis tadi soalnya anehbet 65 soal PG” huhuhu ............ UAS yang berat .... sekali lagi doakan lulus ajah yah.... yah ...yah.....
Kata kunci untuk dea Adhicita pekan ini adalah : UAS – sakit – stress – hehehe......boh....................................
Sejak Kamis 11 Desember 2008 si dey sedang UAS dan kena “rewel disorder” yang sangat berat penyebabnya beberapa hal :
1. Masalah jabatan rangkap sekum dan bendum (halah de..de maruk kamuh kayak beberapa petinggi partai yang suka rangkap jabatan) yang dicereweti Pa Ketunya.
2. Kondisi tubuh yang tidak fit
3. Ada salah satu kakak seniornya yang ”wafat” dengan tragis
4. Tidak bisa turut serta turun ”aksi” ke gedung DPR/MPR
5. Pengesahan Badan Hukum Pendidikan (BPH)
Jadi.....jadi....karena hal tersebut di atas, yang harusnya siap tempur UAS malah jadi flu yang menderu-deru diserta bunyi knalpot bemo ”jaman baheula” yang mengganggu sekaleh haduh-duh... selesai UAS hari pertama langsung sms saya dan katanya ”mah do’akeun smester inih asal lulus ajah yah!” weleh-weleh !!!... kalau saya seh cuman bilang ”tolong photo-photo gak sopan kamu bersamakuh di blog dihapus” gak nyambung ya... nanti deh ada caption khusus tentang ’tren” di rumah kami ngomong gak nyambung...
(De..de... kamuh jadi menurunkan target IP muh ...jadi minimalis begituh.... entah ???.)
Di hari ke dua UAS dey sms ”aku sakit banget....jadi langsung pulang”... hah kalau sudah begitu alias kagak lama-lama di kampus pasti sakit yang cukup serius, saya langsung sms kakaknya di RS HGA biar adik semata wayangnya segera di bawa ke dokter.... (tenang seh... kan deket antara rumah ke HGA gak sampai lima menit pakai ojeg.). Ketika saya sampai di rumah jam 19.00 si dey sedang ”ngaringkuk” tidur ... dan ternyata tidak mau ke dokter... piye ni anak... saya ngomong ”merepet” kayak petasan cabe rawit. Karena gak tahan dengan cabe rawit saya, dey bangun... eeeh tak lama ada telepon dari K. Tegar yang menginformasikan Nomi temannya jatuh dari lantai 7 PGC kontan si dey teriak dan nangis sedih karena hari Senin lalu baru bertegur sapa dengannya...
Kemudian si dey cerita tentang kakak seniornya di FPsi yang meninggal karena jatuh dari lantai 7 PGC dengan gemetaran... (walaupun sakit dey masih tetep ngobrol cuman dengan gaya loyo). Cerita dilanjutkan dengan rencana BEM UI unjuk rasa dengan isu BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang akan disyahkan oleh DPR....dey sangat menyesali tidak bisa ikut unjuk rasa karena masih UAS... Untuk BHP ini saya juga turut berkomentar banyak... gemes ajah sama pemerintah dan DPR ... mereka (para Menteri & jajarannya dan para anggota DPR) sudah putus empatinya terhadap rakyat kebanyakan seperti saya ini (yang bermimpi anak cucu menjadi insan cendekia ”yang Allah tinggikan derajatnya karena ilmunya”....) yang ingin memutus kebodohan....
Menurut Dey yang dipermasalahkan pasal 41 ayat (8) UU BHP ........... (1/3 biaya operasional dibebankan kepada mahasiswa khawatirnya akan ditafsirkan semau-maunya), legitimasi otonomi kampus kian tidak terbendung...... trus trus dampak luasnya kebodohan struktural yang merupakan ibu kandung kemiskinan struktural semakin membengkak - menggelembung.... lalu ....pecah menjadi penyakit sosial yang bikin resah.
(Dipintu gerbang PTN-PTN... dipasang spanduk HANYA UNTUK yang BERUANG....)
Hari berikutnya UAS seperti biasa ... dey ngsms saya ”kak Nomi akhirnya meninggal tadi pagi, karena aku masih sakit jadi gak ikut ta’ziah” saya jawab ”ya wis pulang ajah sanah istirahat makan yang hangat-hangat dan minum yang hangat-hangat”.
Dey masih gundah dengan berbagai hal, ups walau demikian masih ada satu gosip hot yang lupa dey ceritain sebagai ”breaking news” hari senin tanggal 15 Desember lalu... apa itu??? ... huaha tentang banyak BPH =barisan patah hati di kampusnya hari senin itu... saya komentar ”memang siapa yang walimah dey?” ”ikhwan or akhwat dey?”... ”yak pastinya ikhwan dan akhwat lah mah masak ikhwan ma ihkwan ...hehe!” katanya, oouh begituh... hehehe...
UAS hari Kamis 18 Des 2008 jadwalnya jam 14.00 WIB, sekitar jam 17.00 WIB dey sms saya ”mah aku kram perut sampai muntah-muntah” saya jawab ”cepeeet pulaaaang istirahaaaaaaat”... jawabnya ”iya mah”... waduh si dea kenapa pikir saya... Saya buru-buru pulang di raden saleh mampir dulu beli yang hangat-hangat buat dey.... sampai rumah saya manggil-manggil dea...dea...dea... yang keluar eh teh Dhika ” teh mana si dea katanya tadi di kampus muntah-muntah” ... saya pikir ngumpet.... ternyata.... Wakwaaaw si dea belum sampai... keduluan sama saya.... dasar dudul tuh anak....
Setelah saya shalat maghrib baru deh si dey muncul dengan sangat heboh pengen diperhatikan ”aku tadi kram perut dan muntah huhuhu” terus nyeroscos ”habis tadi soalnya anehbet 65 soal PG” huhuhu ............ UAS yang berat .... sekali lagi doakan lulus ajah yah.... yah ...yah.....
Kata kunci untuk dea Adhicita pekan ini adalah : UAS – sakit – stress – hehehe......boh....................................
Langganan:
Postingan (Atom)
