Kamis, 11 Desember 2008

ternyata Teluk tomini

Gorontalo aku padamu
Awal Desember 2008 persisnya 2 – 5 Desember saya ditakdirkan Allah SWT untuk menjejakan kaki saya di provinsi yang berada di Teluk Tomini Sulawesi yaitu Gorontalo...
Gorontalo provinsi yang penduduknya tidak sampai 1 juta dengan luas wilayah 1.221.544. Ha atau 0,64 % dari luas wilayah Indonesia.... kunjungan ke lokasi lahan sawah terjauh hanya perlu jarak tempuh 3 jam saja dari Ibu Kota Provinsi Gorontalo.
Di Kota Gorontalo kemanapun kita berpaling yang terlihat adalah gunung/ bukit-bukit yang memagari sekeliling Kota Gorontalo.... pagar gunung tidak terputus sampai ke Teluk Tomini yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah.
Ketika tahu ternyata saya sedang berada di Teluk Tomini ingatan saya menembus ke masa saya SD membuka ingatan pada pelajaran Ilmu Bumi tentang Pulau Sulawesi yang berteluk-teluk dimana antara gunung dan laut menyatu dengan vegetasi pohon perdu rendah yang khas teluk.
Saat ini Teluk Tomini telah berganti nama menjadi Pelabuhan Ekspor Impor Provinsi Gorotalo karena di tempat inilah Gorontalo mengkapalkan hasil pertaniannya untuk diekspor. Gorontalo merupakan provinsi yang telah menghasilkan devisa negara melalui ekspor hasil pertanian terutama jagung berkat Gubernurnya Pa Fadel Muhammad yang visioner dan memiliki visi dan misi yang jelas yaitu menjadi provinsi agraris modern.
Derap pembangunan fisik menguar dimana-mana, dengan bangunan-bangunan perkantoran baru... terutama bangunan Kantor Gubernur di atas bukit .... sebuah gedung perkantoran di dalam hutan perdu rendah pasti memberikan nuansa yang berbeda.... moga ajah tidak keterusan seperti di kawasan Puncak Bogor – Cianjur yang kini hancur....
Yang paling menonjol dari Gorontalo selain memiliki pagar alami berupa gunung di sekelilingnya, juga moda ”bentor” yang merupakan ojeg yang diberi kepala serupa becak dimana-mana berseliweran. Mudah-mudahan Pemdanya bisa mengendalikan tidak sampai semrawut mengacaukan jalan-jalan Kota Gorontalo.
Sebetulnya dari semua hal di atas yang menjadi fokus perhatian saya adalah sejak menjejak kaki saya di Bandara adalah semaraknya bendera partai terutama No. 8 (heu...heu...). Saya merasakan dominasi No.8 dimana-mana (Depok sepertinya kalah semarak deh) waktu perjalanan dari Kota Gorontalo ke Kabupaten Boalemo yang lengang dan jarang rumah penduduk namun si No. 8 semarak berkibaran sepanjang jalan sampai ke Pelabuhan Gorontalo alias Teluk Tomini. Saya merasa nyaman, dan hangat seperti di rumah.... heu...heu..... secara getoh ada gambar dan lambang yang sangat saya kenal bertebaran di setiap pojok tempat yang juga sudah ada di semesta jiwa saya (agak lebay sih)....
Kehangatan perasaan saya jadi tambah membumbung karena perkenalan saya dengan ukhty Heira Mappa (alumnus Universitas Sam Ratulangi Manado jurusan Hama Penyakit Tumbuhan), karyawati Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura ... wuiih senangnya.... dan selanjutnya bertukar informasi tentang berbagai hal....dan salah satu cerita Ukhty Heira yang bikin saya mupeng adalah bahwa dia sering mendapat taujih dari Ustadz Cahyadi Takariawan (saya kan sangat ngfans sama tulisan-tulisan dan pribadi Ustadz Cahyadi Takariawan), jadi—jadi....pantas saja Gorontalo demikian semarak dengan No.8 karena sentuhan hatinya toh.... (iya menurut Abbas Asissy ... yang bakal awet adalah menyentuh dengan hati).... gituuu siiiih........................
Selanjutnya puncak kehangatan saya adalah diterima dengan tulus oleh Bapak Ir. Faiz Mahmud, MSc. Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo.... Pak Faiz (begitu beliau dipanggil) pribadi yang ramah dan tulus, pada dirinya telah melekat 3 S (sapa, senyum, dan salam) yang tidak mengenal musim (musim gugur, musim semi, musim panas, dan musim dingin) tetap 3 S .... Coba deh saya ingat-ingat dengan aplikasi 3 S saya....... hemm...ya..ya saya ingat, saya 3S baru bisa musiman saja, terutama kalau musim semi ketika bunga-bunga bermekaran di sekitar kehidupan saya .........heu heu jadi malu sendiri masak hal yang kecil ajah belum jadi habbit yak..... huhuhu......
Ketika bercerita, Pa Faiz selalu memberikan nuansa ketulusan, Bapak yang beristerikan dokter spesialis kandungan ini sangat tidak tahan bersama dengan perokok... pernah dalam satu acara di luar kota satu kamar dengan perokok...beliau langsung batuk-batuk dan flu, yah salah satu ciri orang baik adalah tidak melakukan hal yang tidak bermanfaat... gituu siih.
Ketika saya komentar tentang begitu banyaknya bendera No. 8 di Gorontalo beliau komentar... ringkas... ”saya simpatik dengan PKS karena sepengamatan saya para alegnya bersih” ..... tahukah pemirsahkuh (melalui bisikan ukhty Heira Mappa) ternyata isteri beliau juga aktif di LSM Salimah Gorontalo..... hohoho......
Gorontalo provinsi mungil yang sangat beruntung memiliki Gubernur visioner yang memiliki Mimpi menjadikan Gorontalo pengekspor produk pertanian yang diperhitungkan di dunia..... Selamat membuktikan mimpi untuk P Fadel dan tentu untuk P Faiz sebagai pelaksana langsung di lapangan....
Oh Gorontalo..... aku padamu.......

Terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pa Faiz, Ibu Yam, Pa Yadi, Pa Khalid, Pa Najib, Bu Novi, Bu Nina dan ... terima kasih atas keramahan bapak ibu semua.....terima kasih untuk semuanya Allahlah sebaik-baik pemberi balasan yang baik....

Sabtu, 22 November 2008

Menghadiri Mitsaqan Ghaliza Mb Cici dan Mas Yudo

Depok Timur, Ahad, 9 November 2008 jam 08.20 WIB

Model undangan yang bersahaja tapi syarat makna kayaknya mewakili profil Mas Yudo yang alumnus Fakultas Teknik UI 2003 (afwan Mas kalau salah tahun)….

Dibawah kedua nama CM (Calon Mempelai di surat undangan) tertulis untuk melaksanakan syariat agama-Mu memenuhi sunnah Rasul-Mu dengan mengikat “Mitsaqon Gholizo” (perjanjian yang amat kukuh) dalam bentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah…..

Saya sudah berazzam untuk datang pada acara akadnya (“Mitsaqon Gholizo”) Mba Desi dan Mas Yudo, yang menurut mbak Desi awalnya direncanakan jam 07.00 WIB karena Mas Yudo menginginkan khutbah nikahnya oleh Dr. Amir Faisal yang hanya memiliki waktu lowong pada Ahad 9 November sekitar jam 07.00…

Sehingga acaranya direncanakan khutbah nikah terlebih dahulu sebelum akad (hal yang kurang lajim), sedangkan petugas KUA bisanya jam 08.00 (pokoknya yang memberi khutbah nikah harus Dr. Amir Faisal)…. Rencana Allahlah yang pasti …Alhamdulillah Dr. Amir Faisal (Ustadz Al Hikmah) bisa khutbah jam 08.20 setelah acara Mitsaqon Gholizo selesai…. Subhanallah.

Khutbah yang membuat hampir seluruh yang hadir tergugu haru dan berkaca-kaca termasuk saya… saya baru “ngeh” kenapa mempelai pria begitu ngotot menginginkan yang khutbah nikah oleh Dr. Amir Faisal… yak karena beliau bukan orang biasa, beliau orang yang hatinya nyangkut ke langit yang perkataannya “ syaqilan” dan “syadidan”…. yang perkataannya menggetarkan rasa saya… haru dan syahdu..

Ternyata tujuan nikah menurut Ust Dr. Amis Faisal adalah untuk mencapai TAQWA.
Kalau nikah untuk menjadi kaya harta, ada sebagian orang yang tidak ditaqdirkan memiliki harta yang banyak… jadi bukan itu tujuan nikah…. Kalau keturunan yg jadi tujuan banyak orang yang menikah tidak dikaruniai anak….jadi jelas bukan itu. Jadi tujuan nikah adalah sarana menjadi lebih taqwa.

Beliau juga menguraikan mawaddah warahmah. Mawaddah adalah cinta dalam pernikah perlu cinta, namun cinta itu seiring dengan berlalunya waktu akan semakin berkurang, sedangkan rohmah adalah kasih sayang… oleh karena itu fungsi rohmah disini berperan sebagai “penyangga” cinta…………… (ehm kata “penyangga” asli dari saya)… ah lebih tepatnya membersamai/melengkapi… atau saling melengkapi…. Hhhuu saya kesulitan menyampaikan kembali kata-kata beliau. …yap betul sekaleh…kalau menikah dengan tujuan mencapai Mardhatillah… mawwadah akan terikat bersama rahmah…

Oya Dr Amir Faisal juga menerangkan tentang fungsi suami isteri …. Suami pakaian bagi isterinya demikian juga isteri pakian bagi suaminya….
Fungsi pakaian sebagai melindungi, menutupi, memuliakan …. Nah demikianlah fungsi suami dan isteri…

And so ketika salah satu ada yang marah suami atau isteri, ingatkan dengan baik dengan kata-kata “wahai suamiku engkau kan pakaianku” atau “wahai isteriku engkau kan pakaianku” ….. huuuhuuu…. co cuittt deh….


Pokoke barakallah deh buat mba cici dan mas yudo……………… tambah semangat yak da’wahnya……………….. Mba Cici tahukah dirimu tulisan ini sudah saya buat sejak 10 November 2008 sebagai hadiah buat dirimuh…. Telat tayang yak… moga Mba Cici juga dah telat….. hhheee.

Rabu, 05 November 2008

Ummi Aji

Tentang TTM saya


Namanya Suarti Soetadi panggilan sayangnya adalah Ummi Aji, asal Segunung, Cipanas….. lebih dulu 4 tahun lahirnya daripada saya…beliau benar-benar TTM saya.

Kalau bertemu dengannya selalu memberikan kegairahan dalam diri saya yang meluap-luap… mengegelegak-gelegak… seperti habis minum M-50 yang bisa ngeloncatin Gunung Ciremai dengan mudah…

Setiap sessi pertemuan dengannya memberikan energi baru bagi saya… dan ketika saya mulai “ngaco” dan merasa lelah dalam beraktifitas dia langsung mengingatkan saya dengan QS.9:105…………..

Bersamanya membuat saya PD … bagaiman gak PD kalau saya kekurangan sesuatu pasti dialah yang jadi “talangnya”… terutama kalau jalan-jalan di Mall …tahukan maksudnya… hhe.

Kami berdua suka disangka bersaudara kandung padahal secara phisik jelas sangat berbeda, mungkin karena saling membayangi dan saling menyayangi. Bagaimana tidak disebut bayangan karena disetiap ada kesempatan kami selalu “muncul berdua”. Disetiap kemungkinan bersama kami selalu berjanji untuk selalu berdua. Jadi kami mirip karena seperti bayangan… (saya hitam dia putih).

Pernah sih seseorang yang sangat kami berdua hormati menasihati kami untuk tidak terlalu mencolok mata orang disekitar, memperlihatkan “rasa” kedekatan kami berdua, katanya bikin “jealousy” yang lain… awalnya kami mencoba untuk mengikuti nasihatnya…. Tapi ternyata kami berdua saling punya magnet dua kutub berbeda sehingga tanpa kami sadari “keukeuh” kelihatan selalu menyatu dan sangat mesrahhh….

Acara yang paling kami berdua “sangat sukai” adalah “demo” ….. yap demo bukan sembarang demo seperti demo masak, demo menjahit, dan sejenisnya tapi “demo” turun ke jalan untuk menyalurkan aspirasi bersama orang-orang seide…… rasanya “demo” bersamanya membuat seluruh seluler dalam tubuh saya berpesta pora gembira dan bahagia …. dan tahu kah ?? ….kami yang sudah siap dihadiahi cucu ^-^ ternyata masih mampu berjalan dari bunderan HI Istana Merdeka - Monas - Masjid Istiqlal dalam satu helaan saja… Allahu Akbar…

Oya salah satu alasan kenapa anak sulung saya kuliah di UNDIP, karena anak TTM juga di UNDIP. Hanya sayang anak saya dan anaknya tidak bisa jadi sahabatan seperti ibu mereka… entahlahlah mungkin tidak “sefrekuensi” atau betul kata Anis Mata “rasa” itu ada kimianya sendiri… tidak bisa sembarangan diaduk-aduk dengan paksa atau …. “rasa” itu tidak bisa diwariskan… sudahlah….

Satu hal saya sampaikan kepada anak-anak saya dan jadi semacam motto, bahwa saya akan menyayangi orang-orang yang saya sayangi begitu pula saya sangat menyayangi A Aji putranya TTM saya Ummi Aji… ketika ngomong hal itu, salah satu anak saya nyeletuk.. aku juga - aku juga akan ikut menyayangi A Aji…. Hhe… dodol tuh anak saya…. (kaya siapa coba?).

Dibandingkan saya, Ummi Aji itu sangat PKS sekale… dan tahukah ??? beliaulah yang berperan besar memfutuhkan Segunung pada PEMILU 2004 lalu… dan memfutuhkan Pondok Sukmajaya Permai (PSP) kompleknya Nissa anak FPsi 2006… aktivis BEM Psikologi UI… kita lihat untuk tahun 2009 ini… karena di tahun 2009 ini ada tambahan tenaga untuk menggujlak-gujlak memfutuhkan PSP menjadi PKS yaitu Bu Dian ibundanya Nissa……hhe Nissa juga yak….

Kata Ummi Aji tentang PKS … memang bukan partai terbaik apalagi sempurna… tapi sebaiknya dinilai dengan kecamata IHSAN…. Yap jadi menurutnya kalau dengan kecamata ihsan insya Allah syetan kagak berani menggoda dan pilihannya akan tepat…. Gak usah jadi simpatisan… apalagi kader …. Jadilah MUHSININ…..setujuuuu …. .

Begitulah gaya TTM saya Suarti Soetadi alias Ummi Aji yang saya sayangi sepenuh jiwa raga saya…

Semoga Allah SWT selalu memberinya kekuatan untuk mencapai kemenangan.
Menurut HAB rhm Ada 3 kekuatan sebagai syarat kemenangan yaitu (1) kekuatan aqidah dan iman; (2) kekuatan ukhuwah dan ikatan persaudaraan; (3) kekuatan phisik dan senjata untuk bergerak …. (ketiga-tiga nyeh kagak boleh dipisahin yeh…yeh)…

Sabtu, 18 Oktober 2008

wow

Si Cover Boy


Dia alumnus SMAN-2 dan yang satunya SMAN-1 Kuningan tahun 2005, keduanya harusnya ngambil PMDK di IPB tapi Nggak diambil … alasannya ingin memacu adrenalin dengan ikut SPMB.. halah bilang ajah nggak suka tinggal di Asrama selama setahun Hhe…. Akhirnya tinggal di Depok sebulan… ngambil super intensif Nurul Fikri… maklum NF belum sampe Kuningan, Jawa Barat…. Yaaap mereka berdua tinggal di rumah kami di Cikumpa 86…. dan anak saya jelas senang berkali-kali, secara kita hanya tinggal berdua saja… (si teteh di Semarang jarang pulang) terus-terus yang akan jadi penghuni baru itu dua makhluk Mars yang berpikir dan bertindak pake logika…. Jadi ada energi baru untuk mikir pake logika setelah sekian lama pake perasaan ajah…. Hhhaa….



Huuy akhirnya rumah kami kedatangan 2 makhluk Mars untuk mengejar asanya dengan ikut bimbel super intensif di NF … berserilah cikumpa 86 ada 2 kumbang yang berdengung-dengung ngejagain anak saya Dey… dan saya sebagai orang tua yang dititipi oleh orang tua mereka membuat jadwal yang ketat dan detail untuk mereka… sampai ada alokasi jadwal khusus untuk SMS-an… sangat super ketat… mereka awalnya asli bengong lihat jadwal di papan tulis segitu detailnya… tapi yang bikin adalah “sang penguasa di cikump 86” hukumnya wajib diikuti, kalau nggak mau silahkan cari tempat yang lain… heyy saya bisa sangar juga ternyata…



Bahagianya Dey dijagain dua makhluk Mars dengan tampang cover boy (hohoho tuh anak ngaku-ngaku cover boy … sumpeh memang mirip) yang satu mirip Glenn karena suka glendotan sama uwa yang satu mirip Vick Chow F-4 karena suka ngehirup vick inhaler… dua makhluk Mars yang okre bgd…. getooh sih ngakunya…..



Sebulan bersama dua “dua mahluk Mars” itu, rasanya seperti sehirupan susu coklat panas ketika habis kehujanan atau seperti seseruput yoghart rasa strawberry yang dingin ketika habis kepanasan…. segar, ni’mat dan bahagia…



Ketika datang hari H SPMB dapat lokasi di SMP N-15 Kebayoran Baru, ke dua Mahluk Mars itu kan tidak tahu menahu tentang rimba raya Jakarta, awalnya mereka menolak untuk saya antar menjajagi tempat…katanya “biar kita aja wa yang cari ! kan kita lelaki wa !” tetapi setelah saya katakana “Heey tahu Gak setiap yang ikut SPMB trus diantar Uwa akhirnya dapat” saya sebutkan yang cari tempat SPMB diantar saya akhirnya dapat seperti bi Iin, teh Dhika (udah Cuma segitu doang)… hhhe dasar bocah akhirnya mereka percaya… dan berangkatlah kami ber-3 ke blok M cari lokasi dimanakah SMPN-15 gerangan berada ???...



Ketika nunggu hasilnya mereka bolak – balik Depok – Kuningan… akhirnya sampailah pada hari yang ditunggu-tunggu yaitu PENGUMUMAN SPMB… nunggu di rumah saja di cikump 86 ber-4 sambil dagdigdugder… nunggu ditelp temannya yang ngawal warnet sejak siang… tak lama …salah satu HP berdering… “Hei Cuy Lo dapat pilihan 1” ke yang milih teknik fisika ITB sedangkan ke salah duanya “Lo juga dapat pilihan ke 2” ke yang milih FKM Undip sebagai pilihan ke 2 (pilihan ke-1nya Teknik Sipil UI) kami ber-4 teriak bersama si teknik fisika merangkul saya dengan ketat begitu juga si FKM jadi saya didekap dengan erat oleh dua cover boy hohoho… kalau dalam keadaan normal kami sangat menjaga tidak terjadi kontak fisik secara berlebihan…. tapi ini …haduuuh … ala mak…. tidak normal… luapan gembira… keduanya merauuuuuungngng “Uwaaaa aku dapat…….maksih doanya ya wa” serempak…. “Alhamdulillahhh” kt saya.



Keduanya meneruskan taqdirnya… jauh dari cikumpa … Widy Krisna Yusditia tidak jadi ngambil FKM Undipnya akhirnya memilih ST Telkom Bojongsoang, sedangkan Adang Setiawan tetap ngambil hasil memacu adrenalinya mengambil Fakultas Teknik Fisika-ITB…



Pulkam Idul Fitri kemarin kami ketemuan ma Widy dan A Adang… dan si Widy bilang wa aku pengunjung blog cikumpers… jadi tahu perkembangan cikumpers… sedangkan A Adang (begitu kami memanggil) ketika ditanya “A suka Ngblog Nggak?” …. apa jawabnya…. coba….. Wakwaaaww…. bikin saya dan dey pingsan berdiri… katanya “ooouwh… ngblog… itu kan kerjaan orang AUTIS”….. haddduhhh…BrugggG….



A Adang…. A Adang …. A Adang …. MAU DITIMPUKI PARA BLOGER … kasep-kasep kagak Hightec…. Hhhhhaaaaaaaaaaaaa……. Piisss A….


Tulisan iseng ketika berkelebatan ingat A Adang si fisikawan rupawan nu siga cover boy…


Pesan moral : cowok cover boy belum tentu suka ngBlog….. jaka sembung euy….

Sabtu, 11 Oktober 2008

sir-bo

Lelaki Penyayang itu

Sepulang dari shalat iedul fitri saya memperhatikan kebun pisang di pinggir rumah kami yang lintang pukang bekas tebangan tak beraturan … kenapa pohon pisang belum berbuah dan malah ada yang sedang berbunga tiba-tiba dibabat dengan tidak beraturan … dalam hati oooh mungkin mau dibangun…. Karena penasaran saya nanya dengan tetangga sebelah kebun … mau dibangun ya bu??? dan beliau menjawab tidak tahu.

Setelah saya masuk rumah terdengar juga ada orang yang nanya kenapa pohon pisang ditebangin seperti itu ??? lamat-lamat ada yang menjawab “ooh tadi malam anak saya marah” HAAAAH…. Itu toh kenapa tebangannya seperti kena sabetan nenek sihir sambil naik quidditchnya….. hohoho.

Bosir namanya menurut saya sih nama yang cukup mendunia penggalan dari nama bintang film yang cukup terkenal pada tahun 80 han yaitu Bo Derek yang sexseh dan sir ya…. Sir satu sebutan bagi bangsawan Inggris ??? … hanya dibalik saja yang biasanya di depan jadi dibelakang “sir” nya… coba “Sir Bo” ya Bosir… SirBo… Bosir…. SirBo…. Wew…

Sedangkan Toby adalah sebutan untuk kucing jantan yang sering bertandang ke rumah, dan selain si Toby ada beberapa kucing yang suka berseliweran di pinggir rumah dan saya selalu memberi nama pada setiap kucing yang datang dengan nama-nama temannya Dey Hhhhe (hobby berat saya suka men j a i l i dey….hixhix) sudah tentu si dey protes dengan sangat “besi” bagaimana kalau pas temen yang punya nama datang ke rumah berbarengan dengan si kucing yang dinamai sama datang pula… wahhh pasturrr katanya …. Saya jadi mikir …iya juga ya… pas saya di dapur teriak manggil kucing eh yang datang temannya dey… pasti jadi malu karena kalau sedang di dapur …. klik sensor.


Akhirnya saya mengalah, kucing-kucing yang datang ke rumah saya ganti semua namanya yang salah satunya dinamai si Toby itulah… satu-satunya kucing jantan yang benar-benar jantan karena berkat ada dia tikus-tikus berbuntut panjaaaang tidak berani lagi datang ke dalam rumah…. Saya sayang Toby dan setiap pulang dari ladang saya bawa oleh-oleh buatnya… dan sepertinya dia mengerti ada emak-emak yang menyayanginya……….


Hingga suatu malam ada yang mengetuk-ngetuk pagar pinggir tempat cucian di luar rumah sambil memanggil Cing…. Cing….. Cing….. Meong….. Meong….. Meong … sepertinya sambil manjat-manjat pagar pinggir rumah, karena penasaran saya ke luar “ ada apa pak “ kata saya “nyari kucing saya” katanya… “ kucing yang manaaah ” saya sedikit teriak “itu yang warna kuning” lelaki itu juga teriak “sepertinya tadi masuk ke rumah ibu” katanya lagi…. Walah aku bingung di pinggir rumah adanya Toby…. Terus lelaki itu permisi masuk nerobos pintu depan rumah... “ itu dia kucing saya” nunjuk si Toby…. Ya ampyunnn si Toby tuh kucing dia toh dalam hati saya….. ya sudahlah… “ambil saja pak” kata saya…


Saya cerita sama anak saya bahwa si Toby ternyata ada pemiliknya … anak saya komentar “woow pasti orang tersebut orang yang lembut ya mah karena panyayang binatang” yeaaah mungkin kata saya (sedikit kecewa ternyata Toby ada yang ngambil)… dan lelaki panyayang kucing itu adalah pa Bosir ….


Dan kembali ke topik pohon pisang yang bertumbangan seperti kena sabetan golok yang sedang belajar naik quidditch…. … dan tahukah kamu siapakah si penebang pohon pisang karena marah itu ????

Ya ampyun dia adalah pa Bosir….

Jadi pa Bosir itu penyayang binatang tapi tidak penyayang pohon pisang….. Hhhhhhe….


Pesan moral : penyayang binatang belum tentu penyayang pohon pisang…..

Minggu, 05 Oktober 2008

rewel, uh?

Redefinisi rewel (versi saya) : kondisi seseorang tidak nyaman baik dengan dirinya maupun di luar dirinya akibatnya akan uring-uringan tidak jelas, mengomel tak jelas, melenguh tidak jelas, menceracau tidak jelas dan marah-marah tidak jelas…..

Indikasi rewel biasanya : bahasa tubuh menolak untuk didekati namun juga menolak untuk dijauhi (hehe), yang paling jelassss adalah bimoli (bibir monyong lima senti), dengan tatapan mata kucing garong…. (Bhuehe……).

Begitulah keadaan anak-anak saya ketika mudik di H+1. Gara-garanya seeeh kami kesantaian yang harusnya berangkat di waktu sahur karena ini kondisi abnormal dimana arus mudik seperti air bah…. Eh kami bertiga psantai aja berangkat setelah subuh dengan terlebih dulu nunggu angkot merah muda 09 yang super duper jarang pagi-pagi buta… S-09 memulai beraktivitasnya pagi yang tidak buta alias pagi yang terang…. Begitulah akhirnya kami ketinggalan bus LURAGUNG JAYA… dan konon katanya baru ada lagi jam 11.00 siang … apaaaaa !!! kata kedua anak saya.. Jelas aja anak saya jadi rewel tidak terkendali… Saya mencoba memahami kenapa anak saya jadi rewel disamping karena kasus kendaraan… mungkin karena belum sarapan ? … oo iya ya mungkin karena anak saya yang paling rewel alias yang terkena rewel serangan berat (kedua anak saya rewel dengan dua katagori yang satu serangan ringan dan yang satunya lagi serangan berat) bawa tas punggung yang lumayan berat… bayangkan saja di dalamnya terdapat berbagai cairan dari mulai syrup, minyak goreng, dll (hhe dari awal dia sudah protes kok bawa-bawa yang gak ada hubungannya dengan lebaran seh! tapi saya ngotot untuk dibawa karena hadiah lebaran dari ladang maisyah saya sebagian besar isinya seperti itu)….

Di tengah ketidak jelasan kendaraan jurusan Luragung- Kuningan, terpikir juga oleh saya untuk naik MGI saja jurusan Bandung nanti naik lagi yang jurusan Kuningan… tapi betapa tidak praktisnya bayangkan saja harusnya ke timur langsung … ini memutar dulu ke selatan jauuh baru ke timur.. nggak… nggak… nggak… sambil terus berpikir agar tidak bulukan sampai jam 11.00 … sebetulnya saya punya rencana lain kalau tidak dapat bus sampai jam 9.00 mudik dibatalkan…. dan akan langsung nonton Laskar Pelangi dengan tas punggung masing2 hhe… lucu kali ya… ada 3 orang bawa “gembolan” tas punggung kaya mau minggat ngantri beli ticket nonton film…..

Hhhhm… kalau tidak mudik sekarang rasanya lebaran kurang “hek” bisa sih pulang ketika liburan smester tapi rasanya lain…. ya betul momentum lebaran lah yang bikin bersyusyeh-syusyeh orang-orang pada mudik…. ketika para perantau dari berbagai-bagai berkumpul saling bertemu untuk menyambung tali persaudaraan…. yang di satukan oleh momentum lebaran…. Kesimpulannya kami bertiga harus cari jalan lain untuk mudik…. buka peta…buka peta…..huuuy bagaiman kalo naik bus jurusan Pekalongan Pemalang dan nanti kita bertiga turun di Cirebon untuk kemudian ganti bus naik yang kearah Kuningan…. Saya tanya anak-anak saya yang sedang rewel… mereka dengan bibir manyunnya meng-okey-kan dan terlihat langsung ada perubahan bentuk bibir yang awalnya lengkungan ke bawah berubah jadi mendatar…

Akhirnya kami naik bus jurusan Pemalang Pekalongan Tegal lumayan tidak berdesakan dapat duduk leluasa karena tempat duduknya dua-dua, kebetulan pula yang duduk bersama saya seorang anak lelaki kelas 4 SD-N 15 Abadi Jaya namanya Rifky… tentunya saya sangat mendominasi kursi tersebut xixixi….. dan setelah basa-basi sejenak dengan Rifky dan adiknya saya langsung tertidur pulas-las … padahal ruas tol Cikampek kearah timur tersendat alias padat dan sangat-sangat merayap … saya tahu tersendat dan sangat merayap ketika sesekali terbangun masih tetep di tol… eh ternyata memang di tol sampai 2 jam …..

Setelah tol saya melanjutkan tidur, terbangun lagi ketika bus istirahat untuk makan siang di daerah Subang…. Hahh masih di Subang ??? wadoh betapa merayapnya kendaraan lebaran di H+1. Pengalaman pertama kami pulang di H+1…. Alakulihal sudahlah ni’mati sajalah yang penting nyampe dengan selamat….. betapun ribetnya perjalanan lebaran kami ini….(:XP).

Bus kembali meneruskan taqdirnya dan saya mencoba untuk tilawah lumayan dapat 1,5 juz tapi Indramayu belum habis-habis … bagaimana ini ko Indramayu seperti tidak berujung…..akhirnya tertidur lagi… bener-bener tidur yang capek … aneh memang…… tapi… ternyata saya pulesss … lesss………… sampai anak-anak saya membangunkan…. Mah-mah-mah ini sudah Losari…. Kita turun dimana !!!…….
ADUUUUH MAK kita kelewat Losari itu sudah berbatasan dengan Brebes….. saya histeris takur kebawa ke Tegal balik laginya kan lumayan jauh…. Pak….pak…. pak sopir TURUUUUN KAN kami…. Pak kami harusnya TURUN di Cirebon saya teriak-teriak TURUN eh pak sopir terus ajah melaju dengan kecepatan 80km/jam… saya bener-bener panik gak bisa berpikir… anak saya yang sudah melemah kadar rewelnya lamat-lamat serasa dari jauuuuh ada suara… mah don’t panic…. don’t panic….. don’t panic…
Istighfar… istighfar… istighfar…. Mah…. Bus tetap melaju……………………………. Ternyata kenapa bus gak mau berenti karena eh karena INI JALAN TOL KANCI Cirebon – Brebes jadi jelas ajah gak bisa BERHENTI walau sejanak …………

Ya ampun gak terasa saat itu saya sedang terkena serangan rewel yang super berat… dan giliran anak saya yang menenangkan……… ya ampun …. ya ampun… rewel bisa menyerang siapa sajah ternyatahhh…………………………………..

Dari kasus ini pasti akan berhamburan hikmah insya Allah……………………………….

Pesan moral jangan pulang mudik lebaran di H+1, bisa rewel…………………..